ARON

ARON
Menyelamatkan Wenny



“Kalau begitu apakah kamu tahu Wenny ada dimana?” Aron bertanya.


“Dia ditangkap dan dibawa ke Yayasan Baka, setelah menangani mayat adik seperguruan saya akan kesana untuk menyelamatkannya!”


Pemimpin Wu Wei perlahan mengangkat tubuh Pemimpin Bu Xu,dan bersiap membawanya ke halaman belakang untuk dikubur!


Aron mengulurkan tangannya dan menghentikan Pemimpin Wu Wei : “Pemimpin, mengenai pemakaman Pemimpin Bu Xu dan yang lainnya, disini ada orang yang bisa mengurusnya, jadi sekarang kamu bawa saja saya pergi ke Yayasan Baka, saya takut kalau terlambat Wenny akan berada dalam bahaya!”


Pemimpin Wu Wei tercengang sesaat, lalu meletakkan kembali mayat Pemimpin Bu Xu dan mengangguk : “Baik, saya akan membawamu kesana sekarang!”


“Tuan Kurniawan, Walikota Willy, urusan disini saya serahkan kepada kalian!”


Aron berkata pada Kurniawan dan Willy.


“Tuan Aron, hati-hati!”


Kurniawan mengingatkan!


Aron dan Pemimpin Wu Wei berangkat, Yayasan Baka berada di sebuah gunung yang curam, penduduknya juga sangat sedikit, orang yang mengetahui tempat ini juga sedikit, oleh karena itu tidak ada orang yang datang beribadah ke Yayasan Baka, berbeda dengan Yayasan Sahara!


Di bawah petunjuk dari Pemimpin Wu Wei, mereka baru sampai di kaki gunung setelah matahari terbit!


Menatap puncak gunung yang menjulang tinggi dan dikelilingi oleh hutan lebat, tatapan mata Aron dipenuhi dengan aura membunuh.


Karena hujan deras tadi malam, saat ini seluruh puncak gunung diselimuti kabut basah, Aron dan Pemimpin Wu Wei terjun ke kabut dan menghilang!


Saat ini, di dalam Yayasan Baka, beberapa murid Tao yang berwajah sangar sedang menyapu kuil dengan malas, murid-murid Tao yang ada disini adalah pembunuh yang kejam, mereka diburu dan berakhir bersembunyi disini dan menjadi murid Tao!


Sedangkan di aula utama, ada seseorang yang mengenakan jubah Tao, orang ini adalah Khaled, penguasa Yayasan Baka saat ini, dia juga merupakan orang yang dikatakan oleh Pemimpin Wu Wei sebagai adik seperguruan yang berkhianat, dan guru dari Riko!


Ini seharusnya waktu untuk ibadah pagi tapi Khaled malah tidak fokus, dia menajamkan telinganya dan diam-diam mendengarkan gerakan dari belakang aula!


Di ruangan belakang aula utama, Pemimpin Baka yang sudah tua dan berjanggut menatap Wenny yang berada di ranjang dengan tatapan galak!


Semalam, dia yang baru selesai makan dan hendak beristirahat tiba-tiba mendengar suara perkelahian dari luar, dan saat dia membuka pintu dia dipukuli hingga pingsan oleh seseorang dan saat terbangun dia sudah berada disini!


“Uhuk uhuk uhuk…… Kulitnya seputih salju, dan bahkan pembuluh darah di tubuh dapat terlihat dengan jelas, seperti yang diharapkan dari tubuh kristal es, kehilangan Papan Tujuh Bintang dan mendapatkan sebuah pusaka seperti ini benar-benar setimpal, sangat setimpal….”


Pemimpin Baka menatap Wenny yang ada di ranjang dengan rakus, wajahnya penuh kegembiraan!


“Kamu….siapa sebenarnya kamu? Kenapa kamu menangkapku?”


Wenny bertanya dengan takut kepada Pemimpin Baka!


“Sayang, tidak perlu takut, saya tidak akan membunuhmu, kedepannya kamu akan tinggal disini bersamaku dengan patuh, dengan tubuh kristal esmu ini, kalau kamu berkultivasi ganda denganku maka saya akan bisa hidup seratus tahun lagi!”


Pemimpin Baka menjilat bibirnya, nafsu di matanya membuat Wenny terus menggerakkan tubuhnya ke belakang dengan putus asa!


“Kamu….kamu jangan kemari, atau ayahku tidak akan membiarkanmu begitu saja, dia pasti akan datang untuk membunuhmu!”


Wenny saat ini masih belum tahu kalau Pemimpin Bu Xu sudah meninggal!


“Ayahmu membunuhku? Hahahaha…..lelucon, benar-benar lelucon!”


Pemimpin Baka tiba-tiba tertawa terbahak-bahak : “Ayahmu sudah sejak tadi berubah menjadi mayat, bagaimana dia bisa membunuhku? Dengan rohnya? Bahkan bila rohnya berani datang mencariku, saya akan membuat rohnya binasa!”


Wenny yang mendengarnya seketika gemetaran : “Kamu membunuh ayahku?”


“Kalau saya tidak membunuh tua bangka itu, bagaimana saya bisa membawamu kemari?”


Pemimpin Baka berkata sambil tersenyum sinis.


Wenny yang mendengar itu seketika menggila dan tatapannya dipenuhi dengan api kemarahan : “Saya akan membunuhmu, saya pasti akan membunuhmu…….”