ARON

ARON
Ganguan Di jalan



Sebelumnya hubungan keluarga Nuri dengan keluarga bibinya sangat akrab, waktu kecil Nuri juga tinggal di Kota Namae, sejak ibunya meninggal dunia hubungan dua keluarga makin renggang!


“Tidak tahu bagaimana kabar bibi sekeluarga sekarang, masih ada kakak dan adik sepupu, apakah mereka sudah menikah!”


Dalam matanya terlintas rasa kangen: “Meminjam kesempatan kali ini, saya akan mengunjungi bibi sekeluarga!”


Aron merasa kasihan melihat Nuri, dimata orang lain Nuri adalah anak orang kaya yang menjalani hidup dengan berkecukupan, hidupnya pasti sangat bahagia!


Tetapi hanya Aron yang bisa melihat, di dalam hatinya Nuri sangat mengharapkan kasih sayang keluarga, dari kecil dia sudah kehilangan ibunya sehingga hampir boleh dikatakan kehilangan kasih sayang keluarga, dia cuma hidup berdua dengan ayahnya Jhonatan Utomo sampai saat ini.


Mobil dengan cepat telah keluar dari Kota Sanur mengarah ke jalan tol, dan saat ini di belakang mobil mereka, ada sebuah mobil sedan hitam yang sudah mengikuti mereka sejak dari Kota Sanur, sama sama masuk ke jalan tol!


Aron mereka sama sekali tidak menyadari, siapapun tidak memperhatikan, karena umumnya memang banyak kendaraan yang berlalu lalang di jalan tol, tidak ada orang yang terlalu memperhatikan hal ini.


Dan pada saat ini, dalam kediaman Wisono yang berada ratusan kilometer jauhnya, Arka sedang mengisap sebatang rokok, wajahnya muram!


Dia sudah kemana mana mencari dokter yang terkenal dan sudah menghabiskan banyak uang tidak berhasil juga menyembuhkan kaki Erick, bahkan para ahli dari luar negeri juga sudah diundang kemari, semuanya gagal, tulang kakinya telah remuk, tidak mungkin di sambung kembali, kecuali menggunakan tulang buatan, walaupun menggunakan tulang buatan juga tidak mungkin bisa berjalan seperti sedia kala, dia akan menjadi pincang.


“Saya tidak mau menjadi pincang, saya tidak mau menjadi pincang………”


Di tempat tidur, Erick terus menerus berteriak, selama ini tidak berhasil menyembuhkan kakinya, menyebabkan dia berada dalam kondisi frustasi!


Di samping tempat tidurnya, seorang wanita yang berpakaian indah sedang menghapus air matanya secara diam diam, sambil berlinang air mata dia berkata kepada Erick: “Erick, jangan cemas, kita pasti bisa menyembuhkan kakimu!”


Ini juga merupakan alasan mengapa Keluarga Wisono mempunyai kekuatan yang tak terkalahkan di Kota Taka, gabungan kekuatan dua keluarga merupakan alasan mengapa tidak ada orang yang berani mencari masalah dengan mereka di kota Taka!


“Arka, kamu manusia brengsek tidak berguna, anakmu sudah begini, kamu masih tenang tenang saja? Sudah berapa hari ini, dimana pelakunya? Dimana?”


Dian Rangga marah kepada Arka!


Muka Arka hijau membesi, tetapi tidak berani melepaskan sepatah katapun, jangan dilihat penampilannya diluar begitu sok pamer, begitu sampai di rumah dia berubah dari seekor harimau menjadi seekor kucing, siapa suruh kemampuannya tidak sebanding dengan adik iparnya, adik iparnya adalah seorang yang beringas dengan sikap meledak ledak, kemampuannya lebih hebat dari dirinya!


“Kalau kamu tidak sanggup mengatasi masalah ini, bilang, saya akan menyuruh Delfin langsung berangkat ke Kota Sanur menangkap keparat itu, lihatlah tampangmu yang tidak berguna itu!”


Delfin yang disinggung Dian adalah paman Erick, tidak ada orang yang tidak kenal namanya di Kota Taka, dia dijuluki sebagai Salah Satu Bos dari Kota Taka!


Pada saat inilah, ponsel Arka berdering, setelah diterima terdengar anak buahnya memberikan laporan: “Tuan, cecunguk yang bernama Aron itu telah keluar kota, sekarang berada di jalan tol menuju ke Kota Namae, di dalam mobil selain dia hanya ada Nuri Utomo dan Jekson!”


Mata Arka langsung bersinar-sinar mendengarnya, dengan menggertakkan gigi dia berkata: “Bagus sekali, lekas turun tangan, tabrak mobil mereka, bawa dia kesini baik hidup maupun mati!”


Barusan dia dimarahi istrinya, dalam hatinya penuh dengan emosi, akhirnya dia dapat melampiaskan emosinya!