ARON

ARON
Berlututnya orang kaya



Kurniawan baru saja tiba, Jhonatan dan Nuri juga terlihat bergegas kemari.


Nuri langsung memeriksa Aron dengan cemas saat tiba, dia takut Aron terluka!


Melihat seluruh tokoh penting di Kota Sanur datang, Hercules tidak berani bernafas, dia sangat ingin menghabisi Ronal dalam hatinya!


Seketika itu Ronal juga tertegun, kalau hanya Hercules dan Jekson yang begitu hormat pada Aron itu masih bisa dikesampingkan, karena mereka semua orang-orang yang menggunakan otot, dan Aron juga termasuk memiliki kemampuan bertarung yang besar!


Tapi Kurniawan bagaimanapun adalah seorang pensiunan, bisa dibilang dia bukan orang yang sejalan dengan Jekson maupun Hercules, meskipun dia sudah pensiun, tapi kekuasaan Kurniawan di Kota Sanur masih sangat kuat, kalau tidak, perjamuan Kurniawan tidak mungkin dihadiri oleh orang-orang kaya yang ada di Kota Sanur!


Tapi sekarang Kurniawan juga bersikap begitu hormat pada Aron, memikirkan sampai disitu saja sudah membuat Ronal sangat kebingungan!


“Apa….apa yang terjadi? Bukankah Nuri sudah mencampakkan Aron? Bukankah dia sudah pindah dari Perumahan Bumi Sejuk dan menjadi seorang staf pemasaran, kenapa Nuri masih begitu perhatian pada Aron?”


Santi yang bersembunyi dibalik Ronal juga kebingungan setelah melihat seluruh adegan ini!


Nuri mendengar perkataan Santi dan langsung menghampirinya dengan marah, Nuri langsung melayangkan sebuah tamparan kepada Santi, dan Santi juga tidak berani membalas, sedangkan Ronal juga tidak berani bergerak, sudah sampai pada tahap ini, Ronal mana berani bergerak!


“Wanita ******, syukurlah kamu sudah meninggalkan Aron, kalau tidak kamu hanya akan mempermalukan Aron, sepertinya Tuhan itu maha adil ya, pria brengsek dan wanita ****** seperti kalian dijadikan sepasang….”


Nuri berkata dengan ekspresi jijik! Santi dan Ronal yang mendengarnya merasa marah, tapi mereka tidak berani berkata apa-apa!


“Tuan Aron, dua orang ini harus diapakan?”


Jekson menunjuk Ronal dan Santi, lalu bertanya pada Aron.


Mendengar ucapan Jekson, Ronal dan Santi seketika merasa kakinya lemas, mereka hampir berlutut di lantai, sekarang hanya dengan satu kalimat Aron, sudah bisa membuat nyawa mereka melayang!


“Mohon belas kasihannya Tuan Aron, saya mohon Tuan Aron berbesar hati dan mengampuni putraku ini….”


Keluarga Jhonson memang punya kekuasaan yang cukup besar, karena mereka juga merupakan orang terkemuka di Kota Sanur, namun saat ini, meskipun hanya satu orang dari pihak lawan yang menyerang mereka, Keluarga Jhonson pasti akan bangkrut, sudah sampai tahap ini Nandar tidak bisa tidakberlutut!


Kalau tidak, bukan hanya nyawa Ronal yang akan melayang, tempat ini juga bisa menjadi makam seluruh Keluarga Jhonson!


“Ayah….kamu….kamu……apa…..”


Ronal melihat ayahnya yang langsung bersujud pada Aron dihadapan semua orang seketika tertegun!


Bagaimanapun Keluarga Jhonson adalah keluarga konglomerat, Nandar sebagai kepala keluarganya keluarga Jhonson malah berlutut pada Aron yang masih seorang pemuda!


“Dasar sampah tidak berguna, masih tidak ikut berlutut…..”


Nandar menarik Ronal dengan kuat, lalu menamparinya dengan kuat!


Ayah dan anak dari Keluarga Jhonson sedang bersujud dihadapan Aron, dan Santi yang ada dibelakang mereka menatap mereka dengan bingung, dia tidak berani mempercayai apa yang sedang dia lihat, tapi dia juga tidak bisa tidak percaya…..


“Jalang, semua ini karena kamu, kamu mencelakai anakku, sekarang kamu juga tidak mau berlutut..”


Nandar berdiri, lalu menendang Santi dengan kuat, tendangan itu langsung membuat Santi terjatuh dan berlutut di hadapan Aron!


Melihat Nandar begitu merendahkan dirinya, bahkan mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan anaknya, Aron menyeringai!


“Ayo pergi….”


Aron melangkah pergi, Kurniawan dan Jekson serta yang lainnya juga ikut beranjak pergi!


Hercules juga tidak berani berlama-lama disana, dia segera mengangkut seluruh bawahannya yang terluka pergi dari sana, dan menyisakan Nandar, Ronal dan Santi yang masih berlutut..