ARON

ARON
Rencana Koalisi para Musuh



“Tidak perlu kaget seperti ini, di provinsi Canna ini, tidak ada satu peristiwa pun yang tidak diketahui saya, sebagai Tuan Muda keluarga Jhonson, kamu rela ditindas oleh seorang Pecundang?”


Erick menatap Ronal dengan hina sambil bertanya.


“Haih! Ronal menghela nafas: “Tuan Erick tidak tahu, entah mengapa Aron begitu hebat, tokoh-tokoh seperti Kurniawan, Jekson Herlambang dan juga Jhonatan Utomo sangat menghormatinya, keluarga Jhonson tidak sanggup menandinginya!”


“Hahaha, Kurniawan, Jekson, dan Jhonatan, hebat sekali kemampuan mereka, benar-benar menakutkan…”


Erick tertawa terbahak-bahak, matanya penuh penghinaan.


Ronal berkata canggung: “Di mata Tuan Erick, orang-orang itu bukanlah siapa-siapa, tapi keluarga Jhonson mana bisa dibandingkan dengan Tuan Erick!”


“Ronal, sekarang saya memberimu peluang, kamu bersedia?”


Erick menyipitkan sepasang matanya.


Robal berkata kaget: “Tidak tahu peluang apa yang dimaksud Tuan Erick!”


“Saya memberimu peluang membalaskan dendam pada Aron sesuka hatimu, dan orang-orang yang kamu sebut tadi, tidak seorangpun yang berani membantunya…”


Erick setengah tersenyum sembari berkata.


“Benarkah?” mata Ronal bersinar terang, tapi dengan cepat kembali meredup: “Mengapa Tuan Erick mau membantuku? Saya tebak Tuan Erick bukanlah orang yang suka menolong.”


“Hahaha, suka menolong? Saya Erick Wisono tidak pernah menjadi seseorang yang suka menolong, saya membantumu melawan Aron, juga membantu diriku sendiri, kamu lupa hubunganku dengan Nuri Utomo?”


Erick tertawa terbahak-bahak.


Ronal terpana, tapi kemudian berkata dengan wajah antusias: “Tuan Erick menyukai Nuri Utomo, sekarang hubungan Aron dan Nuri sangat akrab, mereka berdua bahkan mengumumkan sebagai sepasang kekasih di depan umum!”


“Betul sekali, wanita milikku, bagaimana mungkin direbut olehpria rendahan, kukatakan yang sejujurnya padamu, pergelangan tangan Brad Aston juga dipatahkan oleh Aron, sekarang dia sangat membenci Aron, dibelakangmu ada saya dan Brad yang mendukungmu, kamu rasa siapa yang berani membantunya?”


Dengan wajah muram Erick berkata.


“Betul, Brad juga menyukai Nuri, seharusnya kamu juga sudah mendengar kabar ini, mereka berseteru, tapi karena status Brad yang spesial sehingga agak risih, dan lagipula saya bukan orang lokal kota Sanur, tidak cocok juga, sehingga orang yang paling cocok adalah kamu!”


Erick menjelaskan tanpa ragu pada Ronal.


“Hahaha, hahaha…Aron benar-benar tidak kenal takut, merasa usianya terlalu panjang, bahkan putra Pak Walikota pun berani dipukulnya, kali ini dia pasti mampus!” Ronal tertawa terbahak-bahak, berkata antusias: “Kalau tahu situasi akan seperti ini, saya tidak perlu menyerahkan 2 perusahaanku padanya!”


“Dengan membunuh Aron, bukankah perusahaan akan kembali ke tanganmu!” Erick tertawa!


“Betul!” Ronal mengangguk kepala: “Tuan Erick, saya harus melakukan apa? Aron itu belajar silat, dan sangat kuat, saya takut…”


“Tenang saja, kupinjamkan dua pengawal yang saya bawa ini, mereka petarung handal, selain itu kalau kamu melakukan ini, Aron pasti akan patuh…”


Erick berbisik di telinga Ronal!


Mendengar bisikan Erick, tanpa sadar Ronal gemetar: “Tuan Erick, tidak…tidak bisa seperti ini? Jhonatan Utomo pasti akan membalas dendam dengan garang.”


“Apa yang kamu takutkan, tidak akan terjadi sesuatu pada Nuri, dia hanyalah umpan, sampai waktunya kamu menyerahkannya padaku, Jhonatan bisa berbuat apa pada saya?”


Erick melirik hina pada Ronal.


“Betul juga!” Ronal mengangguk: “Kalau Tuan Erick mendukungku dari belakang, saya tidak perlu takut lagi!”


“Pergilah, saya percaya padamu, sampai waktunya keluarga kita beraliansi, keluarga Jhonson pasti akan menjadi keluarga terkaya di kota Sanur!”


Erick menepuk bahu Ronal.


NB.. BUAT PARA RAIDER TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN NYA, DAN JIKA SUKA DENGAN NOVEL INI, BANTU SAYA KASI VOTE ULASAN BINTANG 5.. TRIMA LASIH🙏