
“Shella, percayalah pada kakakmu, dia pasti bisa mengurusnya, tenang saja!”
Tidak menunggu Shella menyelesaikan kalimatnya, Nuri menarik tangan Shella dan berkata padanya.
Shella tidak bicara lagi, tapi dia juga tidak meletakkan harapan apapun, dia sudah menyerah!
Setelah beberapa saat, hari mulai gelap dan Sheli kembali ke rumah!
“Aron, kalian bersiap-siaplah, sebentar lagi kita akan pergi makan bersama dengan keluarga Bibi keduamu, pasangan Shella yang akan mentraktir!”
Sheli berkata pada Aron.
“Yudas itu?” Aron bertanya.
Sheli tercengang sesaat, tapi dia bereaksi dengan cepat dan berkata : “Yudas itu sekarang sudah berbeda, dia sudah menjadi bos, nanti saat bertemu jangan memanggilnya Yudas, tidak sopan!”
“Kalau tidak memanggilnya Yudas, mau memanggilnya apa? Nanti saat bertemu dengannya saya mau………”
“Bibi, beritahukan pada ibuku, kami akan segera kesana…..”
Tidak menunggu Aron menyelesaikan kalimatnya, Shella segera berkata pada Sheli.
“Baiklah, kalian cepatlah, jangan biarkan orang menunggu lama…..”
Setelah berkata, Sheli pergi!
Setelah Sheli pergi, Shella berkata pada Aron : “Kak, Ayah, ibu, serta bibi dan yang lainnya tidak tahu, saya selalu mengatakan saya yang bersedia, dan tidak mau membuat mereka khawatir!”
Aron melihat Shella yang begitu pengertian walau masih kecil, tatapannya penuh dengan rasa kasihan, lalu mengelus kepala Shella : “Shella, tenang saja, mulai hari ini, tidak ada orang yang berani memaksamu melakukan hal yang tidak kamu sukai, kakak ada di sini, tidak akan ada yang berani!”
Aron dan yang lainnya mengendarai mobil ke rumah Shella, saat ini di depan rumah Shella ada sebuah Toyota Domineering yang terparkir, di depan mobil seorang pria dengan rantai emas, cincin emas dan sebatang rokok di mulutnya sedang berbincang dengan orang tua Aron dan orang tua Shella!
Aron langsung mengenali orang itu adalah Yudas, dan tatapannya penuh dengan niat membunuh!
“Kak, jangan gegabah, kumohon padamu…….”
Melihat Shella seperti itu, Aron mengangguk.
Beberapa orang itu turun dari mobil dan berjalan mendekat, saat Yudas melihat Aron, dia menyeringai : “Aron, kamu sudah menghilang selama 3 tahun kenapa masih terlihat lemah seperti ini, ikut saja dengank bisa membangun prestise!”
Aron menatap Yudas dengan dingin : “Tidak tertarik!”
Yudas melihat sikap Aron dan wajahnya juga menjadi dingin, namun saat melihat Nuri yang ada di samping Aron, wajahnya yang semula acuh tak acuh seketika dipenuhi dengan senyuman, dan matanya menyapu tubuh Nuri dan membuat Nuri merasa jijik!
“Nona, saya bernama Yudas, senang bertemu denganmu!”
Yudas berpura-pura menjadi sangat gentleman, dia mengulurkan tangannya yang dipenuhi dengan beberapa cincin emas dan berkata.
Nuri menatap Yudas dengan dingin dan tidak mengatakan sepatah kata pun!
“Itu pacarnya kak Aron, Nuri!”
Shella yang melihat itu segera bersuara karena takut Yudas akan marah.
Yudas tidak marah, hanya tersenyum dan menepuk pundak Aron : “Saya benar-benar meremehkanmu, baru keluar kembali sudah bisa mendapatkan nona kaya, benar-benar hebat!”
Saat Yudas mengatakannya, dia tidak menyembunyikannya sama sekali, suaranya juga diperkeras hingga semua orang bisa mendengarnya!
“Ayo cepat pergi, kalau tidak nanti tidak ada tempat!”
Shella bergegas melangkah maju dan menarik Yudas untuk pergi ke restoran, jika obrolan ini dilanjutkan sepertinya akan segera muncul perkelahian!
“Bagaimana mungkin tidak ada tempat, di seluruh Kota Tuba, saya mau makan dimana saja mereka harus punya tempat!”
Yudas menarik tangan Shella lalu menuju ke mobilnya dengan penuh lagak, Shella mengedipkan matanya dengan putus asa ke arah Aron, dengan ekspresi yang memohon, dia benar-benar takut Aron akan menerjang Yudas!
Segera, beberapa orang itu tiba di kota, dengan perkembangannya selama bertahun-tahun, Kota Tuba juga sudah menjadi makmur, ada banyak restoran di kedua sisi jalan, Yudas membawa Aron dan yang lainnya ke restoran yang memiliki 5 lantai.