ARON

ARON
Nuri Yang Curigaan



“Aduh!” Ayah Selina menghela nafas : “Karena liontin giok ini, Keluarga Tomo kami telah hancur, dan hanya tersisa kami berdua, ayah dan anak yang saling bergantung!”


Aron sebenarnya sudah mendengarkan percakapan antara Mars dan Selina, dan sudah memahami masalah ini, Keluarga Tomo terungkap memiliki liontin giok ini, dan cepat atau lambat liontin giok ini pasti akan membawa bencana bagi mereka!


“Ayah, jangan khawatir, saya pasti akan membalaskan dendam Keluarga Tomo puluhan kali lipat!”


Selina berkata sambil menatap ayahnya, dengan tatapan yang dipenuhi dengan kemarahan.


Tidak disangka, ayah Selina malah menggelengkan kepalanya : “Lupakan saja, saya hanya memilikimu sekarang, saya tidak ingin kehilanganmu, kedepannya kita berdua bisa mencari tempat dimana tidak ada yang mengenal kita, dan melanjutkan hidup!”


Ayah Selina berkata sambil mengambil liontin giok dari tangan Selina, dan menyerahkannya kepada Aron : “Penyelamat, kamu sudah menyelamatkan hidupku, dan liontin giok ini juga akan menjadi bernilai di tanganmu, jadi sebaiknya saya berikan saja kepadamu, sekarang bagi kami, liontin giok ini sudah tidak ada artinya!”


Aron juga tidak menolak, dan langsung menerima liontin giok itu : “Kalau begitu, terima kasih banyak, kalau kalian mengalami kesulitan, boleh menelponku!”


Aron meninggalkan nomor teleponnya dan sedikit uang, lalu Selina dan ayahnya juga pergi dari tempat itu malam itu juga.


Awalnya mereka datang kemari untuk mencari Serikat Raja Obat dan berobat, sekarang penyakitnya sudah sembuh, tidak ada gunanya lagi tinggal di sini, ditambah lagi Mars dan Roy juga mencari mereka dimana-mana, ini sangat berbahaya!


Saat Aron kembali ke hotel, langit sudah terang, dan dia tidak bisa beristirahat, Aron memegang liontin giok itu dan mengubahnya menjadi senjata pelindung diri, selama Nuri memakai liontin giok ini, bahkan seorang Master Kekuatan Batin pun tidak akan bisa melukainya sedikit pun!


“Aron, bangun ayo sarapan!”


Aron baru saja selesai menyempurnakan liontin giok itu menjadi senjata pelindung diri, dan Nuri sudah mengetuk pintu di luar.


Aron hanya bisa berpura-pura baru bangun, dan menguap lalu membuka pintu!


“Ini masih pagi, saya masih ingin tidur!” Aron berkata sambil mengusap matanya.


"Tidur apanya tidur, setelah sarapan temani kami berbelanja, Lina berkata kalau orang-orang disini semuanya adalah parah ahli, sangat galak, kami tidak berani pergi berdua, kamu harus menemani!”


“Belanja?” Aron seketika merasa pusing saat mendengar harus menemani dua orang wanita pergi berbelanja!


“Kenapa, kamu tidak senang?” mata Nuri melebar!


“Senang, senang…..” Aron hanya bisa tersenyum tidak berdaya!


Dan saat Aron hendak turun untuk sarapan bersama Nuri, tiba-tiba Nuri melihat bekas gigitan di tangan Aron, itu adalah bekas gigitan Selina yang cukup kuat, dan masih terlihat jelas sekarang!


“Apa ini? Kamu tidak pergi menggoda gadis kecil di malam hari dan digigit olehnya kan?”


Nuri bertanya pada Aron.


“Saya sudah ditemani gadis cantik sepertimu, untuk apa saya pergi menggoda gadis lain, saya hanya pergi untuk membelikanmu liontin giok, dan ada yang salah paham padaku!”


Aron berkata sambil mengeluarkan Liontin Giok Naga Ganda.


Saat Nuri melihat liontin giok itu, matanya seketika bersinar, dia memegangnya di tangan dan tidak bisa melepaskannya, dia juga tidak bertanya lagi pada Aron, sebenarnya Nuri percaya pada Aron, dia tahu Aron tidak akan melakukan hal seperti itu!


​Setelah sarapan, Aron menemani Nuri dan Lina berbelanja seharian, awalnya dia mengira Serikat Raja Obat akan terus mencari masalah dengannya, tapi seharian ini dilalui dengan aman tentram, dan ini membuat Aron sedikit heran!


Keesokan harinya, adalah hari Pertemuan Seni Bela Diri diselenggarakan, suasana di Kota Tawil seketika berubah, dan sebuah ring arena yang tinggi sudah didirikan di luar Kota Tawil.


Di sekitar ring dijaga oleh orang dari Serikat Raja Obat, dan di atas ring, beberapa tetua sedang duduk dan bertindak sebagai wasit!