ARON

ARON
Two In One



Sepertinya dia juga sudah mendengar reputasi Keluarga Rangga, dan merasa takut dalam hatinya!


Rudi menggelengkan kepala : “Tidak semudah itu, meskipun Doddy memberi kami Detasemen Perlindungan Hukum waktu tiga hari, tapi saya tahu dia sudah mengutus orang untuk mengawasi seluruh persimpangan di Kota Sanur, dia tidak percaya kepada kami Detasemen Perlindungan Hukum!”


“Lalu….lalu bagaimana?” Nuri seketika panik!


Kurniawan dan Willy juga terlihat muram, karena bagaimana pun Aron pernah menyelamatkan nyawa mereka namun sekarang mereka malah tidak bisa membantunya sedikitpun, Keluarga Wisono saja sudah cukup untuk meremehkan mereka, jangankan Keluarga Rangga, mereka bahkan tidak memenuhi syarat untuk berbicara dengan kepala keluarga Keluarga Rangga.


Kalau Kurniawan belum pensiun, dia mungkin bisa membantu berkata baik dengan Keluarga Rangga, tapi sayangnya dia sudah pensiun!


“Saya akan pergi ke Kota Taka bersama dengan kalian!” Aron tiba-tiba buka mulut.


Semua orang menjatuhkan tatapan mereka pada Aron, Nuri menjadi lebih panik lagi : “Kamu tidak boleh pergi, saya tidak mengizinkanmu pergi, kamu sama sekali tidak tahu sehebat apa Keluarga Rangga!”


“Tuan Aron, kekuatan keluarga Rangga tidak bisa dibandingkan dengan Keluarga Wisono, Keluarga Wisono bisa berlagak di Kota Taka bisa dibilang juga mengandalkan dukungan dari Keluarga Rangga, Keluarga Wisono adalah keluarga pebisnis, sedangkan Keluarga Rangga adalah keluarga ahli bela diri, bahkan Doddy memiliki kekuatan sebagai Master Kekuatan Batin, dia sangat hebat, kamu tidak boleh pergi!”


Kurniawan yang jauh lebih mengerti tentang Keluarga Rangga juga membujuk Aron.


Aron tersenyum santai : “Keluarga Wisono sudah saya habisi, saya tidak keberatan menghabisi satu keluarga Rangga lagi!”


“Nak, kamu terlalu arogan, Keluarga Rangga memiliki fondasi selama ratusan tahun, mereka bukanlah keluarga yang bisa kamu binasakan begitu saja.”


Ekspresi jijik melintas di mata Rudi.


Saat dia mendengar Aron pernah menyelamatkan Kurniawan dan Willy, Rudi memiliki sedikit kesan baik dan kekaguman pada Aron!


Namun perkataan Aron barusan membuat dia langsung jijik dan mengira Aron terlalu sombong untuk usianya yang masih muda!


Aron tersenyum dingin : “Bisa menghabisi Keluarga Rangga atau tidak, waktu yang akan membuktikannya!”


Rudi awalnya masih merasa serba salah karena Aron pernah menyelamatkan Kurniawan dan Willy, namun sekarang Aron merasa bagaikan pahlawan jadi Rudi juga tidak perlu memikirkannya lagi.


“Baik!” Aron menganggukkan kepalanya!


Aron makan dengan sangat tenang sedangkan Nuri sama sekali tidak selera makan, dia tidak makan satu suap pun, berkali-kali dia ingin membujuk Aron tapi dia tidak bisa melontarkan kata-katanya, dia tahu sifat Aron, kalau dia sudah menentukan keputusannya, tidak ada orang yang bisa mengubahnya.


Setelah makan, demi menjamin Aron tidak kabur saat tengah malam, Rudi menyuruh Lina untuk ikut bersama Aron dan Nuri pulang ke rumah, Lina dan Nuri adalah teman kuliah, oleh karena itu tinggal bersama juga tidak akan merepotkan, lagipula ini hanya untuk satu malam!


Setelah pulang ke vila Bumi Sejuk, suasana hati Nuri masih jelek, sedangkan Lina yang memiliki identitas sebagai detektif juga tidak tahu bagaimana caranya menghibur Nuri, dua orang itu tidak berbicara sama sekali dan suasana terasa tertekan!


Aron membuatkan dua gelas kopi dan mengantarkannya pada Nuri dan Lina, seolah-olah tidak ada yang terjadi!


​“Kenapa kelihatan tidak bahagia, ini juga bukan perpisahan seumur hidup, bisa saja saya hanya pergi ke Kota Taka selama beberapa hari lalu pulang!”


Melihat Nuri yang muram, Aron berkata sambil tersenyum.


“Aron, apakah kamu tidak bisa mendengarkanku kali ini saja, jangan pergi ke Kota Taka, kalau memang tidak bisa di atasi, kita menetap saja di Kota Sanur, kalau Keluarga Rangga datang membuat masalah di Kota Sanur, kita bisa melawan, tapi kalau kamu pergi ke Kota Taka, bukankah itu sama saja dengan kambing yang berjalan ke mulut harimau?”


Nuri membujuk Aron dengan wajah memelas.


“Menurutmu saya masih bisa tidak pergi?”


Aron tersenyum dan menatap ke arah Lina!