
“Lina, tentu saja saya datang untuk menemuimu, meskipun kita berdua sudah membatalkan pernikahan, tapi sekarang baik kamu maupun saya belum menikah, kita masih bisa bersama!”
Pemuda itu bangkit berdiri, menatap Lina dan berkata dengan penuh senyuman.
“Roy, jangan berharap lagi, walaupun saya harus hidup sendirian sampai tua, saya tidak akan mau menikah denganmu, apa kamu belum cukup mempermalukanku waktu itu? Kenapa kamu tidak pergi mencari Nona Darminto, apa kamu dicampakan olehnya?”
Lina memandang Roy dengan jijik.
Roy tidak marah, dia berkata sambil tersenyum : “Lina, sebenarnya saya masih menyukaimu, saya sudah lama mencampakkan Merry, kali ini saya datang khusus untuk mencarimu!”
Roy berkata sambil meraih Lina, Lina ingin menghindar, tapi ternyata Roy lebih cepat, dan membuat Lina tidak bisa menghindar!
Tangan Lina dicengkram oleh Roy, dan raut wajahnya menjadi sangat jelek, dia berusaha keras untuk melepaskan diri : “Roy, bajingan, singkirkan tanganmu…..”
Orang tua Lina yang melihat itu hendak membuka suara, namun langsung ditatap oleh pria paruh baya yang ada di belakang Roy dan tatapan yang memaksa itu membuat orang tua Lina mundur beberapa langkah, dan raut wajah mereka menjadi jelek.
“Siapa kamu? Cepat lepaskan Lina, kamu ini seorang pria bajingan ya?”
Nuri yang melihatnya berteriak marah pada Roy.
Melihat kejadian ini, pria paruh baya itu meledakkan auranya, aura menakutkan itu menekan ke arah Nuri!
“Hm!”
Aron mendengus dingin, dan menarik Nuri ke belakangnya, energi spiritual dalam dirinya seketika meledak dan langsung bertemu dengan energi pria paruh baya itu!
Kekuatan yang bagaikan pegunungan langsung menekan dan membuat pria paruh baya itu mundur beberapa langkah, dan kemudian menstabilkan kembali posturnya!
Kemudian Aron melangkah maju dan meraih pergelangan tangan Roy, dan tiba-tiba melepaskan tangan Roy: “Kamu sebaiknya menunjukkan rasa hormat kepada wanita!”
Suara Aron yang dingin, dan matanya menatap erat pada Roy!
Pria paruh baya yang melihat kejadian itu seketika dipenuhi dengan keinginan untuk membunuh : “Di Provinsi Canna, Kota Taka, masih ada pemuda berbakat seperti ini, benar-benar menambah wawasan!”
“Satu, berhenti!” Roy membuka suara, dan pria paruh baya itu menghentikan tinjunya!
Roy di sisi lain, menatap ke arah Aron, tatapan matanya penuh dengan rasa permusuhan : “Kamu siapanya Lina?”
“Teman!” Aron melepaskan Roy dan berkata dengan ringan.
Roy melirik Aron lalu menyingkirkan rasa permusuhannya dan berkata : “Saya disini untuk mengurus masalah, bukan untuk berkelahi, kalau ada kesempatan saya akan beradu denganmu!”
Setelah selesai berkata, dia menoleh dan berkata pada orang tua Lina : “Paman, masalah yang kubicarakan padamu tadi, saya harap kamu akan mempertimbangkannya, asal kamu bisa membantuku menemukan orang itu, saya jamin akan menggunakan semua koneksi Keluarga Bara untuk memindahkanmu ke Kota Dama untuk bekerja!”
“Saya akan mempertimbangkannya!” kata ayahnya Lina.
Roy mengangguk dengan puas, lalu membawa pria paruh baya itu pergi!
“Ayah, Roy memintamu untuk mencari siapa? Apa keluarga kita tidak cukup dipermalukan? Kamu masih mau membantunya?”
Setelah Roy pergi, Lina berteriak pada kedua orang tuanya.
Ayah Lina mengeluarkan selembar foto seorang anak perempuan : “Dia memintaku mencari gadis ini, katanya mungkin dia datang ke Kota Taka, dia ingin saya menggunakan seluruh koneksiku di Kota Taka untuk menemukannya, ini juga bukan masalah besar!”
“Kamu seharusnya langsung menolaknya, untuk apa mempertimbangkannya? Saya rasa kamu hanya ingin pergi ke Kota Dama untuk menjadi pejabat!”
Lina berteriak marah dan langsung berlari keluar dari rumah!
Aron dan Nuri menjadi canggung, mereka hanya bisa meletakkan barang-barangnya dan mengejar Lina!
Setelah naik ke mobil, wajah Lina dibasahi oleh air mata, dia terlihat sangat sedih!
Nurk menghiburnya dengan lembut : “Lina, siapa sebenarnya pria itu? Kenapa dia mengatakan kalian membatalkan pernikahan?”