
“Saya bercanda, jangan terkejut!”
Nuri tersenyum dan melanjutkan langkahnya!
Aron tersenyum pahit dan mengikutinya, sebenarnya saat Nuri mengatakan menemui calon mertua hati Aron benar-benar berdetak cepat!
Dia hanyalah orang biasa yang sangat biasa, sedangkan Nuri adalah Nona dari Keluarga Utomo, status mereka berbeda terlalu jauh, makanya Aron sedikit merasa takut!
“Ayah, Ibu, ini adalah temanku yang meminjamkan rumah ini kepada kita, Nuri Utomo!”
Setelah masuk, Aron memperkenalkan Nuri kepada Wahyu dan Sheli.
Saat mendengar pemilik rumah datang, Sheli dan Wahyu yang duduk disofa bergegas bangkit berdiri!
“Halo, Paman dan Bibi, apa kabar, maaf saya datang terburu-buru jadi tidak membawakan kalian apa-apa!”
Nuri berkata dengan sangat sungkan.
“Nona Nuri, jangan sungkan, kamu bisa meminjamkan rumah ini kepada Aron saja kami sudah tidak tahu harus berkata apa, kalau bukan karena kamu, saya rasa seumur hidup kami pun tidak akan pernah merasakan rasanya tinggal dirumah seperti ini!”
Sheli berkata dengan rendah hati, setelah berkata, dia mendorong Wahyu yang ada di sampingnya : “Suamiku, cepat tuangkan teh untuk Nona Nuri!”
“Oh!”
Wahyu bergegas mengangguk!
Tadi Wahyu sempat tercengang, dia tidak menyangka Aron punya teman wanita secantik ini, dan pakaian yang dikenakan oleh Nuri dan wibawanya terlihat seperti putri orang kaya, atau konglomerat, kalau tidak mana mungkin bisa membeli vila di Perumahan Bumi Sejuk!
Kalau Wahyu sampai tahu Nuri adalah putri dari orang terkaya di Kota Sanur, dia pasti semakin terkejut !
“Paman, jangan repot-repot, saya saja!”
Nuri bergegas menghampiri, dan menuangkan teh untuk dirinya sendiri!
Lalu menuangkan teh kurma merah untuk wahyu dan Sheli!
Ini adalah rumah Nuri, dia tentu tahu jelas dimana barang-barang diletakkan!
“Paman, Bibi, ini adalah Teh Kurma, setelah diminum akan ada rasa manis yang ringan, tapi sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sangat cocok untuk diminum lansia!”
Nuri meletakkan teh dihadapan Wahyu dan Sheli!
“Nona Nuri sungkan sekali, meskipun saya tidak bisa melihat tapi saya bisa merasakan kalau Nona Nuri pasti seorang wanita yang sangat cantik, dan berhati baik, pria yang menikah dengan Nona Nuri pasti melakukan karma baik selama delapan kehidupan!”
Sheli berkata dengan maksud tersirat.
Tidak peduli apa status Nuri, kalau dia sanggup meminjamkan rumah mewah ini kepada Aron, artinya dia tidak membenci Aron, malah memiliki kesan baik terhadap Aron, kalau hanya teman biasa tidak mungkin meminjamkan rumah semahal ini !
Maka Sheli mencoba memancing Nuri agar bisa mengetahui isi hati Nuri yang sebenarnya!
“Bibi, saya tidak sebaik yang bibi katakan, saya ini punya tempramen yang buruk, Aron bahkan pernah meneriaki ku karena tempramen buruk ku!”
Bagaimana mungkin Nuri tidak mengetahui maksud perkataan Sheli, dia hanya tersenyum-senyum lalu bercanda padanya.
“Benarkah?” Sheli tercengang, dia segera melambaikan tangannya pada Nuri dan berkata : “Nona Nuri, ayo sini duduk disamping ku, saya beritahu, sebenarnya Aron itu orang yang sangat jujur, tapi terkadang dia sangat keras kepala seperti keledai bandel, itu dia warisi dari ayahnya, kalau dia berani meneriaki mu lagi, kamu beritahu saja padaku, saya akan membantumu menghajarnya!”
Nuri yang mendengarnya tertawa lucu : “Seperti keledai bandel?”
Saat tertawa, Nuri tidak lupa melirik kearah Aron, membuat Aron merasa canggung!
“Ibu, ibu sedang omong kosong apa, dia ini orang sibuk, tidak punya waktu untuk duduk dan mengobrol denganmu!”
Aron berencana meminta Nuri untuk pulang, kalau tidak Sheli pasti akan menceritakan hal-hal aneh lagi kepadanya!
“Tidak apa-apa, saya suka duduk disini dan mengobrol dengan bibi!”
Seketika, Sheli tersenyum lebar, dan menggenggam tangan Nuri, mereka berdua asik mengobrol hingga dua jam lebih, saat itu langit sudah mulai gelap, barulah Nuri pamit pulang.
“Aron, Nona Nuri lumayan juga, dari nada nya dia terdengar seperti Nona Muda dari keluarga kaya, tapi dia sama sekali tidak sombong dan arogan, kamu harus berusaha keras!”
Setelah Nuri pulang, Sheli berkata pada Aron.
“Ibu, kami hanya teman biasa!”
Aron berkata dengan pasrah.
“Aron, saya rasa Nona Nuri lumayan juga, kamu dengarkan saja ibumu, dan berusaha lebih keras, ayahmu ini tidak pernah salah menilai orang!”
Saat itu, Wahyu juga ikut menimpali.
Perlu diketahui kalau Wahyu tidak pernah membahas masalah seperti ini dengan Aron, sepertinya kali ini dia benar-benar menyukai Nuri, dan merasa kalau Nuri tidaklah buruk dan membujuk Aron.
“Sudah, sudah, kalian tidak perlu mengkhawatirkan ku!”
Aron pasrah dan berjalan menuju kamar tidur!
Setelah masuk kamar Aron tidak langsung tidur, dia duduk bersila sambil memejamkan kedua matanya, memfokuskan konsentrasinya, Seni Konsentrasi Jiwa mulai aktif, dan energi spiritual di sekitarnya langsung mengalir menuju Aron!
Selama tiga tahun Aron terus berusaha keras dan berlatih, dia tidak pernah istirahat satu hari pun, ini juga merupakan permintaan Liu, meskipun sekarang dia sudah bebas dan Liu Khang tidak bisa mengaturnya lagi, tapi Aron tetap mempertahankan konsistensinya!
Segera, energi spiritual yang ada di puncak gunung memasuki tubuh Aron bersamaan dengan nafasnya, energi spiritual itu membentuk pusaran kecil di sekitar tubuh Aron dan kemudian dihirup oleh Aron.
Sekarang Aron hanya melatih kekuatan periode energi qi, oleh karena itu energi yang dia serap relatif kecil, bahkan jika dia menghirup energi spiritual dalam jumlah banyak, tubuhnya saat ini tidak dapat mengkonsumsi energi itu sekaligus, dia perlu meningkatkan kekuatannya secara ber tabertahap!. Waktu berlalu dengan cepat, matahari sudah menunjukkan dirinya, dan Aron mulai membuka matanya perlahan.
Dia menghembuskan nafas panjang, lalu merasa tubuhnya jauh lebih nyaman daripada sebelumnya, Energi spiritual di sini jauh lebih kaya dan lebih murni daripada di penjara, setelah berlatih dia bahkan tidak merasa kelelahan!
“Aron, ayo sarapan!”
Suara Sheli terdengar dari luar kamar, Aron merenggangkan otot dan tulangnya lalu membuka pintu dan keluar dari kamar!
Sarapan disiapkan oleh Wahyu, sangat mewah, apalagi setelah kedatangan Nuri semalam, sifat Wahyu terhadap Aron jelas berubah menjadi lebih lembut, yang paling terlihat adalah senyuman di wajahnya, tidak terlihat kuno lagi!
Setelah sarapan, Sheli mengajak Wahyu untuk menemaninya berkeliling, sedangkan Aron berencana turun gunung, dan mengunjungi beberapa pasar antik untuk mencari Kuas Spiritual dan Batu Sinbar!
Dia ingin segera menyembuhkan mata ibunya agar ibunya bisa melihat lagi!
…………
Di vila tengah gunung milik Santi, Santi, Gusra dan Yuna masih di sana, mereka menginap!
Saat itu wajah Santi terlihat marah, dia mengingat Aron yang merusak resepsi pernikahannya, dan langsung kesal, sekarang Aron malah tinggal di vila di atas gunung, membuat Santi merasa lebih jengkel lagi!
“Gusrs, kapan saudara-saudara mu itu akan tiba?”
Santi bertanya pada Gusra.
“Segera, saudaraku itu berlatih bela diri, kalau hanya mengalahkan Aron, hanyalah hal mudah bagi mereka yang berkelana di jalanan, dan penuh solidaritas!”
Gusra tahu Santi tidak akan puas kalau tidak melampiaskannya, jadi dia menelpon teman-temannya untuk datang melawan Aron, dia juga ingin membalaskan dendamnya pada Aron!
“Baguslah, saya tidak percaya kalau Aron tidak akan pernah turun dari sana, dan Keluarga Utomo akan melindunginya seumur hidup!”
Santi menggertak kan giginya : “Sampah itu bahkan mematahkan tangan Ronal, merusak resepsi pernikahanku, dia pantas mati!”
Setelah berkata dengan marah, Santi menatap Gusra dan berkata : “Saya mau ke rumah sakit untuk menjenguk Ronal, masalah Aron saya serahkan padamu, kalau sudah beres, bagian mu tidak akan berkurang sedikitpun!”
“Tidak masalah, kamu tunggu saja kabar baik dariku!”
Gusra mengangguk dengan senang!