ARON

ARON
Berakhir nya kisah Ronal



Ronal sama sekali tidak mau melonggarkan tangannya karena dia tahu kalau Erick berhasil melarikan diri, dia pasti akan mati!


Saat ini, Aron sudah sampai di hadapan Erick, dengan sebelah tangan mencengkram kerah bajunya!


“Kamu…..apa yang ingin kamu lakukan? Saya adalah anggota Keluarga Wisono, jika kamu berani menyentuh saya, ayahku tidak akan mengampunimu…….”


Erick mengancam Aron tetapi seluruh tubuhnya gemetaran!


Piak!


Aron menampar wajahnya dengan keras, menyebabkan tubuh Erick berputar beberapa kali baru berhenti, giginya juga rontok!


“Tamparan ini, adalah balasan dari Nuri untukmu!”


Habis berkata, Aron memberikan sebuah tinju ke perutnya, menyebabkan dia menjerit histeris seperti hendak disembelih, meringkuk sambil memegangi perutnya!


Erick dan Ronal sekarang seperti sepasang udang meringkuk sambil memegangi perut dan menunjukkan ekspresi yang menderita!


Menatap dua orang yang terbaring diatas tanah, sebuah kaki Aron menginjak kepala Ronal.


“Aron…….saya bersalah, tolong ampuni saya, ampuni saya……” Ronal ketakutan sampai terkencing- kencing: “Saya berjanji tidak akan mencari masalah denganmu lagi, saya bisa memberikan aset Keluarga Jhonson untukmu asalkan kamu mengampuni nyawaku!”


Ronal terus menerus memohon ampun!


“Saya sudah pernah memberimu kesempatan, tetapi kamu tidak menghargainya……..”


Aron memandangnya dengan dingin, kakinya tiba tiba menambah tenaga!


Bruk………


Kepala Ronal bagaikan sebuah semangka yang kepanasan langsung meledak di bawah kaki Ronal, darah segar bercampur plasma otak muncrat kemana mana, bahkan mengenai tubuh Erick yang berada di dekatnya!


“Ahh………”


Erick terperangah seperti orang bodoh, dia belum pernah melihat hal sadis seperti ini, seorang manusia hidup-hidup tiba tiba diinjak sampai kepalanya meledak di depannya!


Aron mengangkat kakinya yang tercemar darah lalu menginjak kepala Erick, menikmati bau amis darah yang membuat orang ingin muntah, Erick langsung merasa panik, tanpa disadari celananya sudah basah, seketika dia meratap dan memohon ampun dengan sekuat tenaga: “Jangan membunuh saya, Jangan membunuh saya, akan saya berikan apa yang kamu mau, apapun yang kamu mau……..


“Saya ingin nyawamu!” Suara Aron seperti keluar dari alam neraka, mengejutkan Erick sampai terkencing kencing…….


“Aron…….”


Nuri maju ke depan dan menarik Aron: “Kamu tidak boleh membunuhnya, jangan gegabah……”


Nuri tahu, dengan kekuatan keluarga Utomo dan orang orang Kurniawan Pratomo, mereka masih sanggup mengatasi masalah Ronak yang sudah terlanjur dibunuh Aron, tetapi lain kasusnya dibandingkan dengan Erick, dia adalah anggota keluarga Wisono dari Kota Taka, jika Erick juga terbunuh, jangankan orang orang ini bahkan Willy Aston yang turun tangan juga belum tentu bisa membereskan masalah ini, Keluarga Wusono pasti tidak akan menyerah begitu saja.


“Nuri, maafkan saya, telah membuatmu menderita……..”


Aron melihat wajah Nuri yang memerah dengan bekas lima jari masih terpampang disana, tangan Aron menyentuh pipinya perlahan!


“Saya tidak apa apa, ayo kita pulang, ayah pasti sudah sangat khawatir.”


Merasakan sentuhan tangan Aron, perasaan Nuri menjadi hangat.


Aron menganggukkan kepala, dia berpaling menatap Erick tetapi Erick ketakutan sampai tidak berani menatap langsung matanya!


“Hukuman mati boleh ditangguhkan, tetapi hukuman hidup tetap dilanjutkan………”


Selesai berkata, Aron menginjak kaki Erick sehingga tulang tulangnya remuk, tidak mungkin dipulihkan kembali!


“Ahh………..”Wajah Erick menunjukkan ekspresi kesakitan yang sangat mengerikan, dia menjerit-jerit histeris!


“Ayo jalan!” Aron berkata sambil menarik tangan Nuri.


​Baru berjalan dua langkah, Nuri berbalik dan menatap Erick sambil bertanya: “Siapa yang memberitahumu semua ini sehingga kamu datang ke Kota Sanur?


Nuri merasa heran dan ingin tahu siapa sebenarnya yang telah memancing Erick datang jauh jauh dari kota Taka, dengan status Ronal, dia tidak mungkin bisa menghubungi Erick.