
Ucapan Paman Joni jelas ditujukan kepada Tedi, karena tujuan Paman Joni kemari adalah untuk menangkap Aron, dan dia tidak ingin melukai orang lain, agar tidak menimbulkan masalah!
“Kak Tedi, kamu susul saja dulu Nuri dan yang lainnya, saya akan menyusul setelah ini!”
Kata Aron sambil menatap Tedi.
Tedi mengangguk dan melangkah maju, namun baru melangkah dua langkah, dia kembali berhenti.
“Ar…..Saudara Arom, saya meninggalkan kalian begitu saja, apakah terlihat tidak setia?”
Hati nurani Tedi merasa kalut!
Melihat Tedi seperti itu Aron tersenyum dan berkata : “Kak Tedi, kamu tidak menguasai bela diri, tetap disini juga tidak ada gunanya, kamu pergi saja dulu!”
Aron tidak akan menyalahkan Tedi yang pergi dulu, karena tidak semua orang sama seperti dia, berani menantang Keluarga Wisono.
Ted iragu-ragu sejenak, dan akhirnya menggertakkan giginya : “Saya tidak bisa bela diri, tapi saya tidak boleh meninggalkan kalian begitu saja, kalau seperti itu saya benar-benar tidak punya nurani, walaupun mati saya akan mati bersama kalian!”
Tedi kembali berdiri disisi Aron!
Melihat Ted ikembali, Aron tersenyum lega : “Kak Tedi, kalaupun ada yang mati, itu adalah mereka, kita tidak akan kenapa-kenapa.”
Saat ini Aron sudah mencapai level sembilan, dan dia sudah memandang rendah semuanya dalam hatinya, tidak peduli betapa kuatnya Paman Joni, dia tidak lagi menjadi tandingannya Aron.
“Baik, karena kalian semua ingin mati, maka saya akan mengabulkan keinginan kalian…..”
Tatapan Paman Joni seketika membeku, dan dia tiba-tiba melambaikan tangannya : “Bunuh mereka semua!”
Begitu Paman Joni selesai berbicara, empat ahli dari Keluarga Wisono langsung meraih pisau mereka dan bergegas maju dengan ekspresi ingin membunuh di wajah mereka!
Tedi yang melihat itu ketakutan dan terus melangkah mundur, dia sudah pucat!
Aron berdiri di depan Tedi untuk melindunginya dan tidak turun tangan, sedangkan Jekson mencabut tali pinggangnya untuk menangkis serangan mereka!
Jekson bertarung satu lawan empat, dan tidak bergeming sedikitpun, tali pinggang yang ada di tangannya terus melambai, tali pinggang Jekson ini sangat istimewa karena terbuat dari untaian rantai-rantai kecil.
Di gang yang gelap itu terdengar suara nyaring saat pisau dan tali pinggang bertabrakan, dan sesekali bahkan mengeluarkan percikan api!
Melihat empat ahli itu tidak bisa menghabisi Jekson yang sendirian, Paman Joni mengernyitkan keningnya dan berteriak marah : “Dasar sampah, minggir kalian semua!”
Jekson yang melihat itu mengayunkan tali pinggangnya dan mengarahkannya pada arah Paman Joni!
Sedangkan Paman Joni sama sekali tidak mengelak, dan langsung mengulurkan tangannya untuk meraih tali pinggang Jekson, dia menariknya dengan kuat dan kemudian tendangannya diarahkan ke perut Jekson!
Bam bam bam……..
Beberapa tendangan itu membuat Jekson mundur, dan seolah tidak ada tenaga untuk menghentikannya!
Karena tidak ada cara lagi, Jekson hanya bisa melepaskan tali pinggangnya dan berguling di tanah untuk menghindari serangan dari Paman Joni!
Meskipun begitu, raut wajah Jekson terlihat sangat muram dan ada darah yang terlihat di sudut bibirnya!
“Hm, hanya punya kemampuan seperti ini berani melawanku?”
Paman Joni melemparkan tali pinggang Jekson ke tanah dan berkata dengan nada menghina!
“Memang punya kemampuan, hari ini kebetulan saya akan menjadikanmu sebagai lawan bertarungku!”
Aron mendengus dan berjalan menghampiri Paman Joni!
Dia memang sudah mencapai level ke sembilan, tapi dia belum pernah mencoba kekuatannya dan kebetulan dia bisa mencobanya pada Paman Joni!
“Lawan bertarung?” Paman Joni mendengus : “Harga untuk menjadikanku lawan bertarung sedikit tinggi, kalau begitu serahkan nyawamu!”
Begitu selesai bicara, Paman Joni melesat ke arah Aron bagaikan peluru yang ditembakkan.
Aron menghentikan langkahnya, melihat Paman Joni yang menyerang ke arahnya, penghinaan terlihat jelas di wajahnya dan sepertinya dia tidak berencana mengelak.
Bam………..
Suara ledakan terdengar, pukulan cepat dari Paman Joni menghantam Aron dengan keras!
Tapi sebelum Paman Joni bisa merasa senang, seketika dia merasakan ada sebuah kekuatan sengatan besar yang memantul kembali ke lengan Paman Joni!