ARON

ARON
Aron Mengamuk



Yumi dikurung di kamar yang ada disamping, Dian bergumam : “Dasar bajingan, sama saja seperti ayahnya melihat wanita langsung menggila…….”


Baru saja Dian selesai berkata, tiba-tiba suara keras terdengar!


Suara itu sangat keras, seperti suara tabrakan!


Dian segera mencari asal suara dan melihat kalau pagar vilanya yang tinggi besar ditabrak hingga terbuka oleh seseorang dengan menggunakan mobil, dua pagar itu terjatuh ke tanah dan menyebabkan bunyi gedebuk yang keras, serta debu-debu yang beterbangan!


Seluruh pengawal Keluarga Wisono yang mendengar suara itu langsung bergegas menuju ke pintu dan menghentikan mobil yang menabrak pagar!


Setelah pintu mobil terbuka, Aron turun dengan aura pembunuh yang menyelimuti dirinya, menghadapi belasan pengawal Keluarga Wisono, wajah Aron tidak bergeming sedikitpun!


“Siapa kamu?” Dian bergegas menghampiri dan bertanya dengan bingung.


“Hari ini, semua orang yang ada disini, harus mati……..”


Aron berkata dengan dingin, suaranya seperti dikeluarkan dari neraka tingkat ke sembilan yang membuat orang yang mendengarnya bergidik ngeri!


“Kamu….kamu adalah Aron?” Dian bertanya dengan bingung.


“Dia adalah Aron, dia adalah Aron, cepat bunuh dia………”


Arka yang mendengar ada pergerakan juga bergegas keluar, dan saat itu melihat Aron dia langsung panik dan berteriak!


Pengawal keluarga Wisono yang mendapatkan perintah langsung menerjang ke arah Aron!


Mata Aron sedikit menyipit, tubuhnya memancarkan aura pembunuh yang haus darah, dan dia perlahan-lahan meraih tongkat besi yang ada di atas!


“Mati…………”


Begitu melontarkan kata ‘mati’, sosok Aron langsung menghilang bagaikan bayangan lalu muncul di antara para pengawal Keluarga Wisono!


Aron yang sudah mencapai level 9 Pelatihan Qi bukan lagi tandingan bagi para pengawal biasa itu!


Bam bam bam……….


Suara pukulan terus terdengar, Arka dan Dian hanya melihat percikan darah dan menemukan seluruh pengawal Keluarga Wisono sudah tergeletak di tanah, setiap pengawal itu dipukul kepalanya dengan benda keras, dan kemudian mati karena kepalanya hancur!


Tongkat besi yang ada ditangan Aron masih meneteskan darah segar!


​ARka dan Dian termenung, tatapan mereka berdua dipenuhi rasa takut, melihat mata Aron yang merah kedua orang itu ketakutan!


“Hari ini, kalian semua harus mati…….”


Aron melangkah menuju Arka dan istrinya.


“Bocah, tidak perlu sombong…..”


Tiba-tiba dua pria paruh baya yang mengenakan setelan bela diri menerjang ke arah Aron dan melayangkan tinjunya pada saat yang bersamaan.


Dan dua orang lainnya berdiri disamping Dian untuk melindunginya, mereka adalah empat orang ahli Keluarga Rangga.


Aron yang melihat itu melemparkan tongkat besi yang ada di tangannya dan melayangkan dua tinjunya pada waktu yang bersamaan untuk menyambut mereka!


“BAM!”


Empat tinju itu bertemu dan menyebabkan suara keras bagaikan guntur!


Wajah Aron menjadi dingin, kedua tinjunya sedikit mati rasa, namun dua ahli dari Keluarga Rangga terlontar keluar, tubuh mereka tiba-tiba meledak di udara, darah serta organ dalam berserakan dimana-mana, benar-benar sangat kejam!


Aron mengeluarkan jurus mematikan, dan tidak menahannya sedikitpun, namun pukulan dari dua orang itu bisa membuat kepalan tangannya sedikit mati rasa, bisa dibilang mereka memang ahli.


Melihat kejadian itu, Arka dan Dian kembali termenung, mereka tahu dengan jelas bagaimana kemampuan dari para ahli keluarga Rangga, namun Aron membunuh mereka hanya dengan satu pukulan.


Raut wajah dua orang ahli Keluarga Rangga yang tersisa juga terlihat muram, mereka menggertakkan giginya dan berkata pada Dian : “Nona Besar, kamu bawa Tuan pergi, kami akan menahannya disini!”


Dian mengangguk, dan perlahan-lahan bergerak mundur, sebelum bertemu dengan Aron diam Memaki Arka sampah, namun sekarang dia mulai menyesalinya, kalau dia tahu Aron sehebat ini dia akan meminta Keluarga Rangga mengirimkan lebih banyak orang!


“Ingin pergi? Saya sudah bilang kalian semua harus mati!”


Aron berkata lalu menerjang ke arah Arka dan Dian dengan cepat!