ARON

ARON
Membatalkan Pernikahan



“Aduh…….”


Melihat Shella seperti itu, mereka semua menduga itu pasti benar, jadi mereka semua menghela nafas!


Masalah sudah jadi seperti ini, pernikahan sudah diatur, apa lagi yang bisa mereka lakukan?


Membatalkan pernikahan?


Mereka tidak berani, Yudas orang seperti apa mereka semua sangat mengerti!


“Bibi kedua, saya berencana meminta Shella membatalkan pernikahannya, lalu mengantarnya ke Kota Sanur untuk sekolah!”


Aron mengutarakan rencananya!


“Apa kamu bercanda, membatalkan pernikahan dengan Yudas, bukankah itu cari mati?”


Bibi kedua Aron berkata dengan kaget.


“Aron, jangan sembarangan, kamu tidak tahu sekarang Yudas itu orang seperti apa, kalau kamu melakukan itu dia bisa saja melukai bibi keduamu dan keluarga!”


Shelu bergegas berkata pada Aron.


Wahyu yang sejak tadi belum berbicara juga buka mulut : “Aron, Yudas tidak segampang yang kamu pikirkan, seperti kata pepatah, naga kuat belum tentu bisa mengalahkan ular lokal, kamu jangan kira mengenal beberapa orang di Kota Sanur bisa menyelesaikan Yudas.”


Wahyu tahu kalau Aron punya koneksi, ditambah lagi kekayaan dari keluarga Nuri, kekuatannya pasti tidak kecil, tapi disini adalah Kota Tuba, bukan Kota Sanur, oleh karena itu Yudas tidak mudah diatasi.


“Masalah ini sudah saya putuskan, kalian tidak perlu ikut campur lagi!”


Aron sudah membuat keputusan sejak awal, hanya seorang preman saja tidak bisa dia selesaikan, benar-benar bercanda!


“Kak Aron, saya tahu kamu melakukannya demi saya, tapi saya tidak ingin kamu mengambil resiko, lebih baik kamu tidak perlu mengurusinya lagi!”


Shella tidak ingin Aron mengurusnya, kalau sampai memprovokasi Yudas, maka dia bisa melakukan apa saja!


“Shella, kamu baru berusia 19 tahun, kamu benar-benar ingin menyerah? Ini adalah masalah seumur hidup, lantas kamu ingin hidupmu hancur di tangan Yudas? Sekarang kamu harusnya berkuliah, lalu mencari pekerjaan yang kamu suka, mencari pacar yang kamu suka, dan bukan malah berkompromi, hidupmu masih panjang, jangan menyerah, saya pasti akan membantumu, tenang saja!”


Aron berteriak pada Shella!


Shella terdiam, semua orang tidak bicara lagi, itu memang benar, Shella baru berusia 19 tahun, dan masa depannya masih panjang, tidak boleh sampai dihancurkan oleh Yudas!


“Aduh……..”


Bibi kedua Aron menghela nafas, lalu meneguk segelas arak itu!


Dan pada saat ini, ponsel Shella berdering, saat Shella mengangkat telepon itu, tidak lama dia langsung mematikannya dan raut wajahnya menjadi jelek!


“Shella, ada apa?”


Bibi kedua Aron bertanya dengan cemas.


“Yudas memintaku untuk menemani minum, saya sedikit takut…..”


Shella berkata dengan wajah ketakutan.


Bibi kedua Aron yang mendengarnya, seketika berhenti bicara, sudah saat seperti ini apalagi yang bisa dia katakan? Kalau tidak mengizinkan putrinya pergi, maka akan menyinggung Yudas!


“Shella, saya temani kamu pergi ke sana, tenang saja!”


Aron berkata dan bangkit berdiri.


​“Saya juga akan menemanimu, tidak perlu takut!”


Nuri juga bangkit berdiri dan berkata pada Shella.


“Aeon, kalau kamu pergi, jangan gegabah, nanti setelah pulang kita akan menyusun rencana kedepannya!


Bibi kedua Aron membujuk Aron!


“Bibi kedua, jangan khawatir, saya tahu harus melakukan apa!”


Aron mengangguk dan menemani Shella pergi ke ruangan VIP nomor 1, Nuri juga terus menghibur Shella, dan menyuruhnya untuk tidak takut!


Setelah sampai di depan pintu ruangan VIP nomor 1, terdengar suara hiruk pikuk orang yang sedang minum di dalam.


Aron maju dan membuka pintu ruangan VIP!


Saat ini, di dalam ruangan VIP ada lima orang yang sedang minum, orang yang memimpin adalah seorang pria paruh baya yang sedikit botak dan Yudas duduk disampingnya sambil bersulang dengan wajah menyanjung!


Sepertinya pria paruh baya yang sedikit botak itu adalah Manajer Wendy!


Aron tiba-tiba membuka pintu, dan membuat semua orang di dalam ruangan VIP tercengang, saat Yudas melihat Aron, dan Shella serta Nuri yang ada di belakang Aron, dia segera berkata pada pria yang sedikit botak itu : “Manajer Wendy, ini adalah kakak sepupunya istriku, dia pasti tahu Manajer Wendy ada di sini, jadi datang untuk bersulang padamu!”