ARON

ARON
Rahasia Liontin Giok



“Tepatnya dia hanya seorang kultivator saat ini, dan belum menjadi makhluk abadi, apakah di dunia ini ada mahkluk abadi atau tidak saya juga tidak tahu, tapi saya tahu ada sekelompok kultivator abadi, hanya saja mereka tersembunyi di dalam kota, dan tidak pernah mengekspos diri mereka sendiri, oleh karena itu tidak banyak yang tahu tentang mereka!”


Basri menjelaskan.


“Ayah, bagaimana kamu bisa tahu tentang kultivator abadi?”


Tanya Wiriwan.


Tatapan mata Basri tiba-tiba melihat keluar jendela dan mengingat dengan jelas, lalu perlahan berkata : “Liontin Giok dari Keluarga Tomo sebenarnya merupakan senjata spiritual dari seorang kultivator, saya ingat saat itu saya masih berusia dua puluh tahunan, muda dan energik, dan selalu ingin menjadikan seorang yang hebat sebagai guruku, lalu saya ikut dengan anak laki-laki dari keluarga Tomo untuk pergi melaut, saat itu saya mengira dengan sampai ke pulau itu saya bisa menjadi master yang sebenarnya!”


“Namun setelah berlayar sehari semalam di atas laut, badai tiba-tiba menerpa dan kami berdua terdampar di sebuah pulau terpencil, perahunya juga terdampar dan kami hanya bisa berkemah untuk sementara waktu di pulau itu, dan berharap seseorang akan lewat, atau saat air laut pasang, kami baru bisa kembali!”


“Setelah menetap tujuh hari di atas pulau, makanan masih tersedia, tapi air tawar sudah habis, kami berdua sangat kehausan, dan saat kami hampir mati kehausan, Tuhan memberkati dan tiba-tiba hujan turun, jadi kami mengumpulkan air hujan dengan senang!”


“Tapi segera kami menyadari ada yang tidak beres, karena hujan hanya turun di pulau, dan tempat lain tidak ada hujan sama sekali, dan ada sambaran petir dari waktu ke waktu, serta terdengar suara-suara yang aneh!”


“Kami berdua mencari sumber suara, dan akhirnya di balik sebuah batu kami melihat ada dua orang yang sedang bertarung, adegan itu terlalu mengejutkan, saya melihat seseorang yang memegang senjata yang mirip dengan kapak besar, dan setiap kali dia mengayunkannya akan ada sambaran petir yang menghancurkan dan batu-batu beterbangan, seperti dewa yang turun ke bumi!”


“Sedangkan orang yang menghadapinya hanya memegang seruling, dan setiap kali terkena petir akan membuat suara ledakan yang keras, saya tidak pernah melihat pertarungan seperti itu sebelumnya, ini jelas bukan pertarungan antar manusia, benar-benar mengejutkan!”


“Kami berdua tahu kalau liontin giok itu pasti merupakan benda pusaka, lalu saat air laut pasang, kami berlayar pulang, saat itu saya ingin mendapatkan liontin giok itu dan mencoba mencurinya dari putra Keluarga Tomo, tapi tidak disangka liontin giok itu malah memancarkan sinar merah dan membuatku terhempas! Putra Keluarga Tomo yang melihat itu langsung menganggap liontin giok itu sebagai pusaka keluarga!”


Semua orang mendengarkan kenangan Basri, dan mereka tenggelam dalam kontemplasi mereka masing-masing, mereka tidak pernah mendengar Basri membicarakan tentang hal ini sebelumnya!


“Kakek, kenapa kamu yakin kalau dua orang itu adalah kultivator abadi?” Mars bertanya dengan bingung.


“Setelah saya pulang, saya mengobrak-abrik buku-buku kuno dan menemukannya, kalau di dunia ini ternyata ada kultivator abadi, dan dalam situasi pertempuran antara kedua orang itu, kalau mereka bukan kultivator abadi, lalu apa?”


Basri menjelaskan.


Mars berhenti bicara dan merenung sejenak : “Saya tidak tahu apakah Aron itu kultivator atau bukan, tapi liontin giok itu memang benda pusaka, saat saya dan Roy hendak merebut liontin giok itu dari seorang wanita, sebuah sinar merah memancar dan membuat kami berdua terhempas.”


Mata Basri bersinar : “Kalau begitu tidak diragukan lagi Aron memang seorang kultivator, liontin giok itu belum diaktifkan selama beberapa dekade di Keluarga Tomo, tapi sesampainya di tangan Aron dia langsung diaktifkan, Aron sepertinya tahu rahasia dari liontin giok itu!”


“Belum diaktifkan selama beberapa dekade?” Mars bertanya dengan heran.