ARON

ARON
Sepupu



Saat memasuki ruangan, Shelu menyapa Nuri dan membuat Nuri sedikit banyak menahan diri, sedangkan Aron berkeliling beberapa ruangan dan dipenuhi dengan kenangan!


“Aron, sebentar lagi rumah ini akan segera dirobohkan, ada baiknya kamu melihat-lihat, setelah dirobohkan, seluruh desa ini tidak tahu harus pergi ke mana!”


Sheli menghela nafas saat dia melihat Dave berkeliling kamar.


“Ibu, bukankah pembongkaran itu menyediakan rumah untuk pemukiman kembali?”


Aron terkejut dan bertanya pada Sheli.


“Siapa yang mengaturnya untukmu? Jangan bermimpi, bahkan subsidi untuk sewa rumah saja tidak ada, leluhur dan nenek moyang kita sudah tinggal beberapa generasi disini, sekarang akan dibongkar, satu keluarga hanya diberikan dana ratusan juta untuk pembongkaran, bahkan desa lain lebih sedikit, tapi juga tidak ada tempat untuk kita berbicara secara logika, saya dan ayahmu baru saja menghabiskan banyak uang untuk membenahi rumah ini, tidak disangka akan dirobohkan secepat ini!”


Raut wajah Sheli terlihat sangat kesepian!


“Ibu, kalau rumah ini sudah dirobohkan, kamu dan ayah bisa kembali ke Kota Sanur dan menetap disana, lagipula villa di Perumahan Bumi Sejuk juga kosong, saya tidak punya waktu untuk tinggal disana!”


Aron menghibur Sheli.


Shelu melirik Aron dan berkata : “Aron, saya beritahu padamu, meskipun keluarga Nuri sangat kaya dan bisa meminjamkan rumah sebesar itu untukmu, kamu juga tidak boleh tidak melakukan apa-apa, kalau sampai saatnya Nuri sudah bersama denganmu, kamu juga tidak bisa terus menerus menghamburkan uang orang lain kan? Kamu ini seorang pria!”


“Bibi, kamu salah paham, sebenarnya…………….”


“Ibu, saya tahu, saya pasti akan bekerja dengan baik!” Aron langsung memotong perkataan Nuri, dan tidak membiarkannya melanjutkan.


“Nuri juga tidak meremehkan keluarga kita, kamu harus bersikap baik padanya, kalau saya sampai mendengar kamu melakukan hal-hal yang bersalah pada Nuri, maka saya tidak mau mengenalmu sebagai anakku lagi!” Sheli sangat suka pada Nuri, dan menasihati Aron!


Dia adalah nona dari keluarga kaya, tidak meremehkan keluarga mereka yang miskin, kepribadiannya juga begitu baik, wanita seperti ini benar-benar sulit ditemukan!


“Bibi, Aron sangat baik padaku, kalau dia berbuat salah padaku, saya akan menjewer telinganya!”


Nuri tersenyum dan berkata pada Sheli.


“Benar, jewer saja dia dengan kuat, sampai saatnya kamu beritahukan pada bibi, bibi akan membantumu menjewernya!”


Sheli juga berkata sambil tersenyum.


​Aron terdiam sesaat tapi dalam hatinya dia merasa sangat senang!


“Hahaha……..”


Melihat Aron seperti itu, Nuri tertawa lepas!


“Kak Aron, kak Aron……..”


Saat ini, ada seorang wanita yang memanggil Aron dari luar!


Aron yang mendengar suaranya langsung tahu itu Shella, jadi dia berlari keluar!


Shella lebih muda beberapa tahun dibandingkan dengan Aron, dan keduanya berasal dari desa yang sama, jadi sejak kecil Shella sudah mengikuti Aron seperti seorang pengikut, dan demi melindungi Shella, Aron juga tidak jarang berkelahi dengan orang lain, hubungan antara kakak beradik ini juga sangat baik!


Dan setelah bertahun-tahun tidak bertemu, Aron sangat merindukan adik sepupunya ini!


Saat Aron berlari keluar, dia melihat seorang gadis yang tingginya hampir mencapai 1,7m di hadapannya, dengan kuncir kuda di kepalanya, dan dua lesung pipitnya yang dangkal saat dia tersenyum!


“Shella?” Aron memanggil dengan ragu-ragu!


“Kak Aron, kamu tidak mengenaliku lagi?”


Shella tersenyum.


“Saya benar-benar tidak berani mengenalimu, kamu tumbuh terlalu cepat, sekarang kamu sudah setinggi saya!”


Aron mengitari Shella dengan takjub, lalu membandingkan tinggi mereka!


Keduanya sudah hampir tidak bertemu selama empat atau lima tahun, waktu itu Shella masih seorang gadis berusia empat lima belas tahun, dan sekarang sudah menjadi seorang gadis!


“Kamu yang tumbuh terlalu lambat, mungkin dua tahun lagi saya sudah akan lebih tinggi daripada kamu!” Shella mengangkat kepalanya dan berkata : “Saya tadi mendengar bibi ketiga mengatakan kamu datang, kamu yang membeli mobil Mercedes Benz di luar itu?”


“Itu punya teman!” Aron berkata dan tersenyum!