ARON

ARON
Kali Berhadapan Dengan Orang Orang Keluarga Wisono



Setelah berberes, Aron keluar dari kamarnya dan menemukan Jekson yang sudah menunggu di depan kamarnya sejak lama!


“Tuan Aron, Tedi sudah sampai dan bahan obatnya juga sudah dia antarkan kemari, dan sedang menunggumu untuk makan malam bersama!


Jekson melihat Aron berjalan keluar dan segera memberitahukannya.


“Oh, ayo pergi!”


Aron tidak menyangka Tedi akan menyelesaikannya dengan begitu cepat, dia bisa mendapatkan begitu banyak bahan obat hanya dalam waktu setengah hari, perlu diketahui bahan obat itu bisa untuk membuat 100 butir Pil Peremajaan.


Setelah berjalan ke lobi hotel, Aron melihat Tedi sedang menginstruksikan orang untuk menurunkan dan memindahkan bahan obat yang memenuhi seluruh mobil.


“Saudara Aron, bahan obatnya sudah saya siapkan, dan saya sudah memesan dua kamar lagi pada lantai yang sama dengan kamar kalian saat ini untuk menyimpan bahan-bahan obat ini.”


Melihat Aron sudah berada di bawah, Tedi bergegas menghampiri dan memberitahukannya.


“Oh, tidak butuh waktu yang lama kok, seratus butir Pil Peremajaan ini sepertinya hanya membutuhkan waktu satu hari bagi saya untuk membuatnya!”


Aron mengangguk.


“Ayo, kita pergi makan malam, kali ini saya akan membawamu mencicipi makanan ringan yang terkenal di Kota Namae, Yuri dan yang lainnya sudah berangkat terlebih dulu!”


Tedi berkata sambil tersenyum.


Saat ini, Tedi sudah tidak terlihat takut lagi pada Aron maupun Jekson!


“Ayo!” Aron tersenyum!


Karena jalanan yang menjual makanan ringan tidak berada jauh dari hotel, Aron, Jekson dan Tedi berjalan kaki kesana!


Namun, belum berjalan jauh, raut wajah Aron tiba-tiba berubah dan keningnya mengernyit.


“Tuan Aron, apa kamu merasakan sesuatu?”


Jekson berkata dengan suara rendah.


“Iya, di belakang ada yang sedang mengikuti kita!”


Aron mengangguk.


“Ada orang? Siapa yang membuntuti kita?”


Tedi terkejut dan hendak berbalik untuk melihat!


“Jangan menoleh ke belakang!” Aron menahan bahu Tedi dan menghalanginya berbalik!


Aura pembunuh mulai terlihat di mata Jekson!


​“Orang yang ada di belakang memiliki kekuatan yang besar, sepertinya kamu tidak bisa melawannya, jangan hiraukan mereka, ayo jalan….”


Setelah selesai berbicara, Aron kembali melangkahkan kakinya, namun dia tidak berjalan ke arah jalanan yang menjual makanan ringan melainkan menuju sebuah gang yang lebih gelap!


Dan saat Aron dan yang lainnya berjalan masuk ke gang, lima orang yang ada di belakang mereka adalah orang dari Keluarga Wisono, dan yang memimpin adalah Paman Joni!


Saat itu Paman Joni sedikit membungkukkan badannya dan matanya menatap erat pada gang gelap itu!


“Paman Joni, apa kita ikut masuk juga?”


Seorang ahli dari keluarga Wisono bertanya.


“Iya, ikut masuk, sepertinya mereka sudah menyadari keberadaan kita dan sengaja membawa kita kemari!”


Paman Joni dipenuhi dengan niat membunuh : “Saya ingin melihat kemampuan apa yang dimiliki orang-orang ini sampai-sampai harus memaksaku datang sendiri!”


Setelah berbicara, Paman Joni membawa empat ahli dari Keluarga Wisono memasuki gang gelap itu!


Baru melangkah masuk ke dalam gang, dia sudah melihat Aron, Jekson dan Tedi yang sedang berdiri dan melihat mereka masuk ke dalam gang!


“Kalian dari Keluarga Wisono?”


Aron melihat Paman Joni dan yang lainnya berjalan masuk, dan bertanya dengan santai.


“Bocah, sudah tahu kami orang dari keluarga Wisono, malah tidak kabur, sepertinya nyalimu besar juga!” Paman Joni tersenyum sinis : “Namun kamu sudah membuat kaki Tuan Muda kami cacat, jadi kali ini meskipun kamu bernyali besar juga tidak akan bisa menyelamatkan nyawamu!”


“Keluarga Wisono? Keluarga Wisono dari Kota Taka?” raut wajah Tedi berubah!


“Benar!” Aron menganggukkan kepalanya!


Bam…….


Tedi terhuyung ketakutan dan hampir jatuh.


Di seluruh Provinsi Canna, tidak ada orang yang tidak tahu Keluarga Wisono dari Kota Taka, Keluarga Wisono memiliki banyak kekuatan baik di lingkaran politik maupun bisnis di Kota Taka!


Tedi tidak mengerti siapa yang memberi Aron nyali hingga berani membuat kaki Tuan Muda Keluarga Wisono menjadi cacat!


Meskipun Jekson sangat kuat, dan bisa berkuasa di Kota Sanur, tapi kalau berhadapan dengan Keluarga Wisono sepertinya belum sebanding!


Melihat Tedi yang terkejut, Paman Joni tertawa puas : “Hari ini saya diperintahkan oleh kepala keluarga untuk membawa pulang bocah ini, siapa pun yang berani melawan akan dibunuh, dan yang tidak berkepentingan, tidak perlu ikut campur dan segera enyah dari sini!”