ARON

ARON
Ke Aroganan Calon Sepupu



Setelah turun dari mobil, Yudas menunjuk ke restoran dan berkata : “Ini adalah restoran terbesar di seluruh Kota Tuba, saya punya saham!”


Saat Yudas berbicara, wajahnya tampak dipenuhi dengan kebanggaan.


Nuri melirik hotel itu lalu menutup mulutnya dan diam-diam tersenyum, dia berbisik pada Aron : “Tidak lebih besar dari hotel milik keluargaku, untuk apa dipamerkan!”


Aron juga tersenyum dan tidak berbicara, dia ingin melihat Yudas bisa sesombong apa!


Beberapa orang itu berjalan memasuki lobi restoran dan saat seorang kasir melihat Yudas, dia langsung berlari menghampiri dan berkata dengan nada menyanjung : “Kak Yudas sudah datang!”


“Ali, siapkan ruangan VIP nomor 1 untukku, kami mau makan!”


Yudas berkata dengan angkuh.


Kasir itu seketika serba salah : “Kak Yudas, sedang ada orang yang makan di ruangan VIP nomor 1, kamu kalau memberitahukan lebih dulu, kami tidak akan membiarkan orang masuk!”


Piak!


Yudas langsung menampar kasir itu, dan memelototinya : “Saya makan perlu memberitahu lebih dulu? Usir orang yang ada di ruangan VIP nomor 1, hal sepele seperti ini juga harus saya ajarkan padamu? Apa kamu tidak ingin bekerja lagi?”


Kasir yang ditampari itu seketika menangis sedih, satu tangannya memegangi wajahnya yang bengkak dan tatapannya penuh kengerian!


“Yudas, kita bisa makan di ruangan lain…..”


Shella merasa tidak tega saat melihat kasir itu, lalu berkata pada Yudas.


“Mana bisa, saya membawa calon mertuaku datang untuk makan, harus makan di ruangan VIP nomor 1!” Yudas ingin pamer di depan Aron dan yang lainnya!


​“Kak Yudas, tamu….tamu ruangan VIP nomor 1 tidak bisa diusir!”


Kasir itu berkata dengan pelan.


“Sialan? Siapa orangnya sampai tidak bisa diusir? Apa harus saya yang turun tangan baru bisa mengusir mereka?”


Yudas memelototi kasir itu, dia mengulurkan tangannya dan ingin memukulnya lagi, tapi Shella menahannya!


Kasir itu kaget dan terus mundur, lalu berkata dengan gemetaran : “Kak Yudas, yang sedang minum di ruangan VIP nomor 1 adalah Manajer Wendy…..”


Perkataan kasir itu membuat Yudas sedikit gemetar dan ekspresi wajahnya jelas berubah!


Terlihat jelas kalau Yudas sangat takut pada Manajer Wendy!


​Kasir itu mengangguk lalu mengutus pelayan untuk mengusir tamu di ruangan VIP nomor 2!


Segera, sumpah serapah dari orang yang sedang turun ke bawah terdengar, mereka terlihat besar dan gemuk.


“Sialan, restoran macam apa ini, kita belum selesai makan sudah diusir, apa mereka tidak ingin berbisnis lagi?”


“Benar, saya akan menghancurkan restoran kalian!”


“Hari ini saya ingin lihat siapa bajingan yang begitu sombong itu!”


Beberapa pria gemuk itu terlihat merona merah, mereka berjalan sambil memaki, dan pelayan yang mengikuti mereka hanya bisa tersenyum!


Namun pada saat sampai di lobi, beberapa orang itu tercengang saat melihat Yudas, dan raut wajahnya berubah, lalu memanggil Yudas : “Kak Yudas!”


“Sialan, saya adalah orang yang sok hebat itu, dan saya ingin kalian keluar dari sini, boleh kan?”


Yudas melangkah maju dan mengutuk mereka, lalu menendang beberapa dari mereka, dan membuat mereka menundukkan kepalanya dan tidak berani bicara!


Melihat beberapa orang itu sudah patuh, Yudas mengibaskan tangannya : “Enyah dari sini!”


Beberapa orang yang mendapatkan pengampunan segera melarikan diri!


Pelayan itu membawa Yudas dan Aron serta yang lainnya ke lantai atas!


Setelah duduk, Yudas meletakkan menu di atas meja : “Hari ini saya yang traktir, kalian boleh memesan apa saja yang kalian mau!”


“Kak Aron, Kakak ipar, kalian baru pertama kali datang, coba lihat ingin makan apa, pesan saja!”


Shella meletakkan menu ke hadapan Aron dan Nuri.


“Benar, Aron, kalian pesanlah lebih banyak, tidak perlu menghemat uangku, kamu sudah cukup menderita di penjara selama tiga tahun, sekarang kamu bisa memperbaiki gizi…..”


Yudas berkata sambil mengguncang arloji emasnya yang besar.