ARON

ARON
cahaya kunang-kuang berani melawan cahaya rembulan



Semua Hawa Yin itu diserap dari tubuh Wenny, dan saat ini dikeluarkan untuk membungkus Aron!


Aron hanya tersenyum tipis, dia memfokuskan Seni Konsentrasi Jiwanya dan mulai memurnikan Hawa Yin yang masuk kedalam tubuhnya!


Sekarang Aron sudah berada di tingkat enam, kecepatan memurnikan energinya juga terlihat bertambah pesat!


Dan saat seluruh Hawa Yin yang ada di Papan Tujuh Bintang habis diserap, Aron juga tidak membeku lagi, sebaliknya, kekuatannya kembali meningkat drastis.


“Papan Tujuh Bintang ini benar-benar benda yang bagus, hari ini saya pasti harus mendapatkannya!”


Aron tidak segan-segan menunjukkan tatapan serakahnya pada Papan Tujuh Bintang yang ada di tangan Riko!


Dengan adanya Papan Tujuh Bintang maka latihan Aron juga akan mendapatkan hasil dua kali lipat dengan usaha yang sama!


Riko terlihat sedikit panik, bagaimana Aron bisa menyerap begitu banyak Hawa Yin dan tidak mengalami apapun?


Lantas orang ini juga memiliki benda pusaka di tubuhnya?


Riko curiga kalau Aron memiliki benda pusaka di tubuhnya, kalau tidak dia tidak mungkin mempunyai kekuatan seperti itu hanya dengan mengandalkan tubuhnya, siapapun tidak akan berani menyerap begitu banyak Hawa Yin, bahkan Gurunya, Pemimpin Baka pun tidak bisa melakukannya!


“Bajingan, kamu juga mengandalkan benda pusaka kan, kalau tidak kamu tidak mungkin bisa menerima begitu banyak Hawa Yin.”


Riko menatap Aron dengan penuh kecurigaan.


Dia ingin menemukan benda pusaka yang disembunyikan oleh Aron, namun setelah dia melihat sesaat, dia tidak tahu dimana Aron menyembunyikan benda pusaka itu!


​Mendengar ucapan Riko, Aron tersenyum sinis : “Saya sudah bilang, saya sendiri adalah benda pusaka, kalau kamu punya kemampuan, silahkan keluarkan saja!”


“Bajingan, jangan mengira dirimu paling hebat karena bisa menerima begitu banyak Hawa Yin dan tidak mati, hari ini saya akan menunjukkan padamu kehebatanku!”


Riko berkata lalu tiba-tiba memindahkan posisi tujuh bintang yang ada di Papan Tujuh Bintang itu!


Hanya menggerakkan sedikit posisi tujuh bintang, Riko seketika berkeringat deras, seolah dia akan pingan.


Suara tajam terdengar, dan seketika kabut hitam keluar dari Papan Tujuh Bintang itu dan kabut hitam itu langsung menuju kearah Aron.


​“Roh Yin, itu adalah Roh Yin, Tuan Aron berhati-hatilah!”


Pemimpin Bu Xu tiba-tiba berteriak, dan bergegas mengangkat jarinya lalu mulai membacakan mantra!


Pemimpin Wu Wei juga meletakkan tangannya di bahu Pemimpin Bu Xu, karena sekarang Pemimpin Bu Xu sedang terluka berat, kekuatannya tidak akan cukup untuk mengusir roh-roh halus ini, jadi dia harus membantu Pemimpin Bu Xu mengerahkan tenaganya.


Hanya saja tidak peduli bagaimana Pemimpin Bu Xu melafalkan mantra pengusir roh, roh-roh halus itu tidak takut sedikit pun!


Segera, kabut hitam itu memenuhi seluruh ruangan, dan mulai terdengar suara tangisan, teriakan dan raungan yang sangat menakutkan!


Saat ini kabut hitam itu mulai mengembun dan berubah menjadi sosok monster bertaring dan memiliki cakar yang langsung bergerak menghampiri Aron.


“Hanya Roh Yin, berani melukaiku…..”


​Aron menyeringai dan senyuman penghinaan terlihat diwajahnya.


Saat ini kekuatannya sudah mencapai tingkat enam, dia adalah seorang kultivator, bagaimana bisa dia takut pada roh-roh kecil seperti ini?


Aron menjentikkan jarinya dan beberapa cahaya keemasan muncul lalu menghantam kabut hitam itu dan membuat kabut hitam itu menghilang seketika.


Riko yang melihat kejadian itu tiba-tiba mengigit jari tengahnya sampai berdarah, lalu menitikkan darah itu kedalam Papan Tujuh Bintang, dan dalam sekejap Papan Tujuh Bintang itu tidak berhenti mengeluarkan kabut hitam yang sekilas terlihat berwarna merah darah.


“Sepertinya kalau tidak memusnahkan kalian, kalian itu tidak tahu apa artinya cahaya kunang-kunang yang berani merebut kemuliaan cahaya rembulan!”


Menghadapi kabut hitam yang terlihat berwarna merah darah, Aron tiba-tiba mengulurkan telapak tangannya kedepan.


​Dan ditengah telapak tangannya sebuah cahaya keemasan kembali terlihat.


Kemudian cahaya itu menjadi semakin terang, dan terangnya tampak seperti matahari yang menyilaukan.