
Didepan pintu Restoran Lima, Jekson memberhentikan mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Aron!
“Penguasa, saya akan menunggumu disini, kalau terjadi apa-apa, bisa langsung saya urus….”
Jekson berkata pada Aron.
Aron mengibaskan tangannya : “Tidak usah, kamu pulang saja….”
Jekson mengangguk, dia kembali ke mobil nya dan meninggalkan tempat itu!
Dan saat Jelson melajukan mobilnya meninggalkan Restoran Lima, sebuah BMW berwarna merah sampai disana, yang menyetir adalah Mona, dan Yenni juga ada didalamnya.
Karena Mona berangkat duluan, maka dia terlebih dulu sampai dibandingkan dengan yang lain!
“Aron, barusan kamu turun dari mobil Bentley itu?”
Mona terkejut dan bertanya pada Aron.
Barusan dia melihat Aron turun dari mobil Bentley dan merasa tidak percaya, lalu saat dia melihat Aron, dia tidak bisa tidak percaya!
Aron mengangguk!
“Kak Aron, kamu naik mobil Bentley? Kalau tahu seperti itu saya akan ikut denganmu saja, saya belum pernah naik mobil Bentley….”
Yenni yang mengetahui kalau Aron datang dengan mobil Bentley seketika bersemangat.
Namun setelah mengatakannya, dia merasa ada yang salah lalu menatap Mona dengan tatapan bersalah dan berkata dengan wajah tersenyum : “Kak Mona, saya tidak punya maksud lain, naik mobilmu juga sangat bagus….”
“Tidak masalah!” Mona tidak memperdulikan hal itu, dia tahu kalau Yenni tidak memiliki maksud jahat!
Hanya saja tatapan Mona melekat pada Aron, dia tidak mengerti kenapa Aron bisa naik mobil Bentley?
“Aron, mobil Bentley itu punya siapa?” Mona meneruskan pertanyaannya.
“Punya seorang teman!” Aron menjawab dengan tenang.
“Kamu punya teman yang sanggup membeli Bentley?” seketika Mona menjadi sedikit tidak tenang!
Mobil Bentley yang paling murah juga berkisar beberapa miliar, di kota kecil seperti Kota Sanur, orang yang bisa membeli mobil berharga miliaran tidak banyak!
Belum sempat Aron menjawab, Billy dan yang lainnya juga sudah tiba, tujuh-delapan mobil itu berhenti di tempat parkir, lalu mereka semua menatap Restoran Lima yang ada dihadapan mereka dengan perasaan yang terkagum-kagum.
“Rico, parkir mobil bututmu ditempat lain, jangan parkir disini, memalukan kami saja….”
Billy yang baru sampai berteriak pada Rico
Rico pasrah dan hanya bisa memindahkan mobilnya, dan Billy serta yang lainnya melangkah masuk dengan tatapan acuh tak acuh.
Baru sampai didepan pintu, mereka melihat Mona dan juga Aron, lalu terkejut!
“Aron? Kamu….”
Billy menatap Aron dengan tatapan tidak percaya, dia tidak menyangka kalau Aron benar-benar sampai terlebih dahulu dibandingkan dengannya!
“Saya sudah bilang kan, saya pasti akan sampai terlebih dulu dibandingkan denganmu…”
Aron menatap Billy sambil menyeringai!
Yang lainnya juga menatap Aron dan menghela nafas!
“Aron, kamu terbang kemari ya?”
“Bajingan, apa kamu mengambil jalan pintas? Kenapa kamu bisa cepat sekali!”
“Ini benar-benar mencengangkan, bagaimana dia bisa sampai terlebih dulu dibandingkan dengan kita?”
Mereka semua menatap Aron dengan tatapan tidak percaya dan bertanya padanya.
“Kak Aron datang kemari dengan mobil Bentley…..”
Yenni mengatakan kalimat itu dengan rasa bangga.
Saat mereka mendengar kalau Aron naik Bentley untuk kemari, tentu saja mereka tidak percaya, Billy juga mendengus : “Apa dia pantas untuk menaiki mobil Bentley? Saya rasa dia saja tidak tahu bentuk mobil Bentley itu seperti apa, pasti dia menyewa taksi dan mengambil jalan pintas, hal seperti itu saja berlagak sekali!”
“Kak Aron benar-benar naik Bentley kemari, saya dan Kak Mona melihatnya….”
Namun Aron masih terlihat tenang, dia tidak mengatakan apapun, orang-orang seperti ini tidak mempercayai apa yang tidak mereka lihat, jadi Aron juga tidak berniat menceritakan!
Melihat Yenni mambawa nama Mona, mereka juga menjatuhkan pandangan pada Mona lalu bertanya : “Mona, benarkah seperti itu? Aron benar-benar datang naik Bentley?”
Mona mengangguk : “Saya melihatnya turun dari mobil Bentley!”
Melihat Mona juga berkata demikian, semua orang tidak bisa tidak percaya, Billy teringat pada mobil Bentley yang melaju melewatinya tadi!
“Aron, karena mau berlagak dan mendahuluiku, kamu sengaja menyewa sebuah mobil Bentley? Itu namanya menghabiskan uang, apa setimpal?”
Billy berkata dengan wajah murung.
Ekspresi wajah itu menunjukkan meskipun kamu datang dengan mobil Bentley, dan tiba lebih dulu daripada saya, tapi saya juga tetap meremehkan kamu!
“Mobil Bentley itu bukan mobil sewaan, itu mobil temannya Kak Aron…”
Yenni berusaha membela Aron, dia tidak ingin Aron diremehkan oleh orang-orang itu!
“Hm, dia punya teman yang sanggup membeli Bentley? Kamu jangan polos sekali, tidak ada yang mempercayainya kecuali kamu.” Billy mencibir, dan bertanya kepada semua orang : “Apa kalian percaya?”
“Tidak percaya, burung dan ikan tidak berteman, orang miskin seperti Aron tidak mungkin punya teman yang sanggup membeli Bentley….”
“Berlagak saja terus, siapa yang tidak bisa? Saya juga punya teman yang mempunyai pesawat pribadi!”
“Berlagak tapi tidak lihat-lihat status sendiri, beraninya mengatakan punya teman yang sanggup membeli Bentley!”
Seluruh orang mulai menghina Aron!
Bahkan Mona pun tidak percaya kalau Bentley tadi adalah milik temannya Aron, hanya Yenni yang tidak meragukan Aron sedikitpun!
Melihat Aron tidak mengatakan apapun, Billy mengira kalau Aron sudah ciut, dan berkata dengan wajah sungmirah : “Ayo kita masuk, Pak Junio sudah menunggu, saya akan berterus terang dengan kalian disini, siapa yang berani membuat Pak Juniortidak senang, maka saya akan menghabisi kalian…”
Mereka segera menganggukkan kepala, dengan Billy saja mereka tidak berani, apalagi dengan Pak Junio.
Billy membawa mereka masuk dan menuju keruangan VIP yang dipesan Junio, mereka segera menata pakaian mereka dan menarik nafas sebelum akhirnya melangkah masuk.
Dan saat mereka semua sedang mengatur nafas, Aron malah membuka pintu dan langsung masuk kedalam, membuat Billy seketika menjadi marah!
Mereka juga ikut masuk, dan menemukan kalau Junio tidak berada didalam ruangan, barulah mereka merasa lega!
“Aron, dasar bajingan gila, kenapa langsung masuk begitu saja? Untung Pak Junio sedang tidak ditempat, kalau tidak dia pasti marah!”
Billy memaki dan berteriak pada Aron!
Karyawan lain juga mulai menghujat Aron, mereka takut kelakuan Aron akan membuat mereka ikut terlibat!
Aron mencibir setelah melihat wajah kesal Billy dan yang lainnya : “Kenapa? Tidak langsung membuka pintu dan masuk, lantas harus menyembah-nyembah dulu didepan pintu? Apa leluhur kalian semuanya budak?”
Perkataan Aron membuat mereka semua seketika menjadi sangat marah, bahkan wajah Billy sudah merah seperti tomat!
“Aron, apa kamu merasa sangat hebat? Kalau sangat hebat, untuk apa bekerja, hanya seorang budak saja berani berlagak, satu kata dariku sudah bisa membuatmu enyah.”
Billy berteriak marah!
Karyawan lain juga menghujat Aron, dan meminta agar Billy memecat Aron!
Bahkan Mona juga menatap Aron dengan tatapan muram, Aron seperti anak yang sedang memaki ibunya, benar-benar membuat dia kesal!
Hanya Yenni yang terus membela Aron : “Kak Aron tidak bermaksud seperti itu, Pak Billy jangan marah…”
Yenni takut Aron akan kehilangan pekerjaannya, karena untuk mencari pekerjaan sebagus ini sangat sulit, lagipula fasilitasnya juga lumayan bagus!
“Kamu belum punya hak untuk memecatku….”
Aron menatap Billy dan berkata dengan muram!
Aron tahu kalau Junio tidak menyetujui Billy untuk memecatnya, karena Junio memutuskan untuk mempertahankannya, dia pasti tidak akan memecatnya begitu saja!
“Apa katamu? Saya ini manajer departemen pemasaran, di departemen pemasaran hanya kata-kataku yang berlaku, kenapa saya tidak bisa memecat karyawan kecil sepertimu? Kamu kira karena Pak Junio ingin mempertahankanmu, lalu saya tidak bisa memecatmu? Saya ingin memecatmu, saya pasti akan melakukannya, di departemen pemasaran saya adalah rajanya….”
Billy berteriak dengan marah kepada Aron!