ARON

ARON
Aron Kembali



“Bawa dia pergi, asalkan wanita ini ada ditangan kita saya yakin Aron akan datang dengan sendirinya!”


Delfin menginstruksikan bawahannya untuk membawa Yumi naik ke atas mobil, lalu dua mobil itu melaju menjauh di depan Nuri dan yang lainnnya


"Yumi,Yumi…….”


“Kakak, kakak……..”


Melihat mobil yang melaju semakin jauh, Tedi dan Yuri berteriak sekuat tenaga!


Nuri seketika termenung dan terdiam di tempat, seperti orang bodoh.


Tidak lama setelah itu, ponsel Nuri berdering, ada panggilan dari Aron!


Saat itu di puncak gunung, ponsel Aron tidak mendapatkan sinyal sama sekali.


Dalam perjalanan ke Kota Namae, Aron menerima beberapa notifikasi di ponselnya yang menunjukkan bahwa Nuri telah meneleponnya beberapa kali, dia takut Nuri akan khawatir, jadi Aron menelpon kembali!


“Kak Nuri, ponsel….ponselmu berdering!”


Yuri mengayunkan Nuri dengan hati-hati!


Nurk baru tersadar dan segera mengambil ponselnya dan saat melihat panggilan dari Aron matanya memerah dan hampir menangis!


“Aron, kamu dimana? Kamu dimana? Kak Yumi ditangkap dan dibawa pergi, Jekson dipukuli hingga cedera dan banyak berdarah….”


Setelah panggilan tersambung Nuri berkata pada Aron sambil menangis.


Bam…………..


Aron yang sedang menyetir seketika tercengang saat mendengarnya, aura pembunuh kembali meruak dari tubuhnya dan raut wajahnya seketika menjadi dingin.


“Tunggu saya, saya akan segera sampai……”


Aron hanya mengucapkan satu kalimat dan mematikan panggilannya, dia tahu tidak ada gunanya banyak berbicara, semuanya harus menunggu dia sampai.


Aron menambah kecepatan mobilnya dan melaju pesat menuju Kota Namae!


Pada saat itu Nuri dan yang lainnya menatap Jekson yang sekarat dan bersimbah darah di lantai tanpa daya!


Yuri melihat Jekson yang terluka parah berkata dengan kaget.


“Saya akan menelpon ambulans…..”


Tedi mengangguk dan bersiap menghubungi 120.


“Tidak perlu…..” Jekson mengangkat tangannya dengan lemah untuk menghentikan Tedi, dan berkata dengan susah payah : “Tuan Aron akan segera kemari, biar dia saja yang menyembuhkanku!”


​Meskipun Jekson terluka parah tapi pikirannya masih jernih!


Dia tahu kalau dirinya dibawa kerumah sakit dia pasti akan dioperasi, lalu tulang-tulangnya akan disambung dan darahnya akan diambil, itu akan melukai vitalitasnya, orang yang berlatih bela diri paling tabu kalau tubuh mereka disentuh oleh pisau, kalau Aron datang dia pasti akan memikirkan cara untuk menyembuhkannya dan tidak perlu dioperasi!


“Dia? Apa Kak Aron memiliki keterampilan medis?” Yuri berkata dengan kaget.


“Dia bisa, saat kesehatan ayahku dalam bahaya, Aron-lah yang menyelamatkannya, dan itu bagaimana caranya kami kenal.”


Nuri menjelaskan kepada Yuri.


“Ini…..ini terlalu sempurna kan?”


Yuri merasa tidak percaya dan tidak menyangka kalau didunia ini ada pria sesempurna itu.


Kaya raya, bisa bertarung, memiliki keterampilan medis dan bahkan tampan, ini benar-benar langka, pria seperti ini tidak akan bisa ditemukan dimana pun namun malah ditemukan oleh Nuri, saat ini Yuri semakin iri pada Nuri!


Karena Jekson menolak pergi ke rumah sakit, Tedi mencari beberapa orang untuk membantu membawa Jekson kembali ke hotel dan menunggu Aron tiba!


Setelah setengah jam kemudian, suara rem berdecit terdengar dari luar hotel dan tidak lama kemudian Aron bergegas memasuki hotel!


“Saudara Aron, akhirnya kamu sampai juga…….”


Melihat Aron sudah kembali, Tedi segera menyambutnya!


“Dimana Nuri?” Aeon bertanya dengan panik.


“Nuri tidak apa-apa, dia dan Yuri sedang berada di dalam kamar, kamu cepat lihat Jekson, sepertinya kalau terlambat sedikit saja dia sudah akan kehilangan nyawa.”


Tedi menarik Aron dan bergegas masuk ke kamar Jekson!