
Aron maju ke depan dan menjambak rambut Santi, dengan wajah penuh nafsu pembunuhan: “Dimana Nuri Utomo?”
Santi mendelikkan matanya menatap Aron dengan pandangan penuh amarah: “Aron, kamu berani memukul saya, Tuan Muda Erick tidak akan melepaskanmu!”
Piak!
Piak!
Piak!
Aron memberikan tamparan berturut- turut ke wajahnya, sekarang wajah Santi telah merah membengkak, giginya juga rontok tinggal beberapa biji saja!
“Sekali lagi saya bertanya, dimana Nuri?”
Melihat tampang Aron yang beringas, akhirnya Santi mulai merasa takut: “Saya….saya tidak tahu, bagaimana saya bisa tahu keberadaan Nuri?”
Aron mengerutkan keningnya, dia tidak menyangka Santi begitu keras kepala!
“Jekson, pukul sampai dia mengatakannya!”
Aron melepaskan Santi, langsung memerintah Jekson untuk memukulnya!
Jekson menganggukkan kepalanya, dia maju dan melancarkan sebuah tendangan yang menyebabkan Santi langsung terjerembab diatas tanah, kemudian dilanjutkan dengan pukulan tinju dan tendangan yang bertubi-tubi, menyebabkan wajah Santi langsung berubah bentuk.
“Saya akan katakan, saya akan katakan…..”
Santi telah dipukul sampai setengah mati, kaki tangannya telah patah dan seluruh tubuhnya penuh luka.
Dengan perlahan Aron berjongkok dan menatap Santi yang terluka dan tergeletak di depannya, di dalam matanya tidak ada sedikitpun rasa kasihan!
“Saya hanya tahu Nuri dibawa pergi oleh Ronal, benar saya yang telah menelepon Nuri dan memancingnya keluar, penghasut di belakang peristiwa ini adalah Erick, tetapi saya benar benar tidak tahu kemana mereka membawa Nuri!”
Santi menyampaikannya dengan lemas tak bertenaga, pandangan matanya penuh ketakutan!
Karena dia menyadari jika tetap tidak mau mengatakannya, Aron benar benar akan memukulnya sampai mati!
Aron mengerutkan keningnya dengan ketat, dia tidak berani berpikir lagi apa akibat yang akan dialami oleh Nuri yang sekarang telah jatuh ke tangan Ronal dan orang yang disebut sebagai Erick, nasibnya sulit diprediksi!
“Ronal, saya telah mengampunimu sekali, kamu yang mencari jalan kematian kali ini!”
“Tuan Aron, apa tindakan kita selanjutnya?”
Jekson bertanya.
“Kerahkan orang untuk mengepung Kediaman Jhonson, tidak ada seorangpun yang boleh meninggalkan rumah itu!”
Aron berkata dengan nada suara yang dingin, hawa nafsu pembunuhan semakin kentara!
“Baik!” Jekson menganggukkan kepala tanda mengerti, dia segera menelpon anak buahnya untuk mengepung kediaman Jhonson dan jangan membiarkan seorangpun lolos dari sana!
“Lebih baik doakan tidak terjadi apa apa dengan Nuri, kalau tidak saya akan membuat kalian semua ikut dikubur bersamanya!”
Setelah melepaskan kata kata ancaman, Aron naik ke mobil dan meninggalkan tempat itu menuju kediaman Jhonson!
…………
Di dalam sebuah bangunan pabrik yang terbengkalai di luar Kota Sanur!
Erick duduk di sebuah kursi, sambil menghisap sebatang rokok, dia menikmati Nuri yang sedang berbaring tidak sadarkan diri!
“Erick Wisono?” Nuri merasa terkejut: “Kamu…untuk apa kamu menangkap saya?”
“Tidak, kamu salah sangka, Ronal yang menangkapmu, sedangkan saya kemari untuk menolongmu.”
Sambil berbicara, dia maju untuk melepaskan tali yang mengikat Nuri!
Melihat Erick membantunya melepaskan tali ikatan, hati Nuri yang gelisah seketika merasa lega, raut wajahnya juga kelihatan membaik!
“Sebenarnya apa yang sedang terjadi?” Nuri bertanya sambil menggerak-gerakkan pergelangan tangannya.
“Ronal sangat membenci Aron, jadi dia menangkapmu untuk memancing Aron kemari agar bisa membunuhnya!”
Erick memberi penjelasan kepada Nuri.
Mendengar perkataannya, Nuri seketika menjadi panik: “Erick, berikan ponselku, saya akan menelpon Aron, jangan sampai dia terjebak!”
Didalam mata Erick terlintas perasaan cemburu melihat tampang Nuri yang mengkhawatirkan keselamatan Aron: “Dia hanyalah seorang Pria biasanya dimata Erick, mengapa kamu sangat peduli terhadapnya?”