
“Kak Aron, sudahlah…..”
Yenni mulai panik dan berbisik membujuk Aron!
Melihat Yenni yang seperti itu Verhaag tertawa, wajahnya meremehkan Aron dan berkata : “Hei bocah, kalau kamu menyesal sekarang juga masih sempat, dengan gayamu yang seperti ini apa bisa membayar puluhan juta? Masih mau minum Brendi, tidak ada orang yang berlagak sepertimu….”
“Menyesal?” Aron menyeringai : “Kenapa menyesal? Hanya beberapa botol Brendi saja, bukannya tidak pernah minum, kenapa harus menyesal? Kalau kamu yang menyesal, kamu boleh memanggil pelayan sekarang….”
“Hahaha, bercanda ya? Kenapa saya harus menyesal, hanya beberapa ratus juta tidak ada artinya bagiku….”
Verhaag tertawa keras, hanya saja dia memaki Aron dalam hatinya, dia ingin lihat sampai kapan Aron bisa berlagak, setelah anggur diantarkan Aron pasti akan mencari alasan untuk mengembalikan Segera, pelayan membawa 10 botol Brendi dan meletakkannya di meja, seluruh tatapan mereka melekat pada Brendi yang ada dihadapan mereka, mata mereka bersinar-sinar karena mereka belum pernah minum anggur seperti ini sebelumnya!
“Pak, apakah mau dibuka?” Seorang pelayan bertanya pada Verhaag!
Verhaag tercengang, lalu menatap kearah Aron : “Aron, mau dibuka? Kalau sudah dibuka, menyesal pun tidak ada gunanya lagi!”
Verhaag sedang mendesak Aron untuk berkompromi, dia tahu Aron hanya sedang berlagak, dia pasti tidak mau membuka botol-botol itu!
Verhaag juga tidak ingin membukanya, menghabiskan ratusan juta untuk makan, dia tidak punya uang sebanyak itu!
Aron tersenyum dingin dan berkata pada pelayan : “Tolong buka semuanya….”
“Baik Pak….” Pelayan itu segera membuka sebotol Brendi! Bam!
Saat itu Verhaag langsung tercengang, dia tidak menyangka Aron akan menyuruh pelayan untuk membuka botol itu.
Bam!
Satu botol Brendi dibuka lagi oleh pelayan!
Setiap satu botol terbuka, hati Verhaag seperti dihantam dengan palu oleh seseorang, membuatnya merasa sakit hati.
Segera, Verhaag berkeringat dingin dan berkata : “Aron, ini Hotel Sadewa, bisnis milik Keluarga Utomo, jangan berpikir kamu bisa menunggak disini, itu tidak mungkin!”
Verhaag mengancam Aron, dia berharap Aron menghentikan pelayan untuk membuka botol selanjutnya!
“Saya tidak berencana menunggak, kenapa? Apa kamu merasa tidak rela? Kalau begitu kamu bisa menyuruh pelayannya untuk berhenti membuka botol!”
Aron tersenyum sinis dan bertanya pada Verhaag.
“Kenapa saya harus merasa tidak rela? Pendapatanmu selama setahun tidak sebanding dengan uang jajanku selama sebulan….”
Verhaag tidak bisa menghentikannya saat ini, kalau dia menghentikan pelayan itu sama saja dengan menampari wajahnya sendiri, 10 botol Brendi itu merupakan pesanannya!
Tapi melihat sepuluh botol Brendi itu dibuka semuanya, Verhaag merasa hatinya berdarah!
“Memang anggur ini yang paling cocok denganku…..”
Aron meraih sebotol Brendi dan menuangkan satu gelas besar untuk dirinya sendiri, lalu meneguknya sampai habis!
Melihat Aron minum seperti itu, Verhaag merasa jijik lalu berkata pada yang lainnya : “Ayo semuanya minum, jangan sampai orang ini menghabiskannya sendiri, seperti tidak pernah minum saja…..”
Mereka yang mendengarnya langsung meraih botol dan menuangkan ke gelas masing-masing, bahkan Vanessa dan Aileen yang tidak minum juga menuangkan segelas besar untuk diri sendiri, perlu diketahui kaalau satu botol Brendi bernilai puluhan juta, kalau kali ini mereka tidak minum, mungkin seumur hidup tidak akan punya kesempatan untuk minum lagi!
Yenni tidak minum, dia masih menghibur Christine yang sedari tadi tidak berbicara, sepertinya pukulan tadi terlalu telak untuk Christine!
Verhaag melihat semua orang yang minum merasa lega, dia sudah memikirkannya sejak tadi, saat tagihan datang dia tidak akan mengeluarkan uangnya sendirian, dia boleh saja membayar tagihan makan, tapi karena mereka semua ikut minum, maka mereka harus patungan untuk memmembayar!.
Dia tidak akan bodoh dan membayar tagihan ratusan juta itu sendirian!
Tapi mereka tidak tahu tentang pemikiran Verhaag, mereka malah terus menyanjungnya!
“Kalau bukan karena Kak Verhaag hari ini, saya rasa seumur hidup pun saya tidak akan bisa meminum anggur sebaik ini!”
“Tentu saja, Kak Verhaag memang luar biasa, untuk sekali makan saja sampai ratusan juta, berkedip pun tidak!”
Aron juga tidak memperdulikan hinaan mereka, karena dia tahu mereka akan menangis sebentar lagi!
Segera, sepuluh botol Brendi itu sudah habis diminum, mereka sudah kenyang makan dan minum, beberapa diantara mereka bahkan sudah sedikit mabuk
“Kita sudah makan, dan minum, sekarang ayo pulang….”
Aron berkata pada Yenni.
Yenni mengangguk dan memapah Christine keluar dari ruangan VIP!
Verhaag yang melihat situasi itu langsung mengejar dengan yang lainnya, dia ingin lihat bagaimana Aron akan membayar, jangan sampai dia tidak membayar!
“Berapa total tagihan kami?”
Verhaag bertanya pada staf kasir.
“Pak, total tagihan kalian seluruhnya dua ratus sepuluh juta!”
Staf kasir itu berkata dengan cepat!
Verhaag mengangguk, dan mengeluarkan ponselnya untuk menghitung lalu berkata pada Aron : “Aron, kita semua berjumlah 14 orang, setelah dibagi satu orang dikenakan 15 juta, kalian bertiga totalnya 45 juta…”
“45 juta, tidak banyak….” Aron tersenyum!
“Aron, sudah sampai tahan ini kamu masih berlagak apa, 45 juta tidak banyak? Kalau begitu cepat keluarkan, tunggu apa lagi?”
Aileen tersenyum sinis!
“Saya rasa menjualnya pun tidak akan laku, masih menganggap dirinya kaya!”
Vanessa juga langsung menghina Aron!
Mereka juga menatap Aron sebagai olokan, mereka ingin melihat bagaimana Aron akan membayar 45 juta, hanya seorang karyawan biasa, bekerja 10 tahun pun belum tentu menghasilkan 45 juta!
Pada saat ini Yenni menatap Aron dengan gelisah, dia tidak membawa uang, bagaimana mereka bisa membayar 45 juta?
Dan Christine yang sejak tadi menundukkan kepalanya berkata : “Saya punya 20 juta, saya bisa memberikannya kepadamu….”
Bagaimanapun Christine juga ambil bagian dalam acara kali ini, dia tidak boleh membiarkan Aron yang membayar, lagipula dia yang bersikeras mengajak Yenni kemari, hasilnya malah jadi seperti ini!
Dia juga tahu kalau Aron tidak punya uang,
“Kamu tidak perlu khawatir, saya punya solusinya, kamu cepat antar Christine pulang.....”
Aron berkata dengan penuh keyakinan!
Yenni melihat Aron lalu melihat Christine yang pingsan, lalu memutuskan untuk mengantarkannya pulang…
“Aron, kamu membiarkan mereka pulang duluan, apakah kamu sudah tak berdaya dan berniat menunggak?”
Verhaag bertanya pada Aron.
“Menunggak?” Aron tersenyum : “Saya tidak mempunyai tagihan untuk ditunggak kok.”
“Tagihan makanmu yang berjumlah 45 juta itu belum kamu bayarkan, apa maksudmu tidak ada tagihan? Kamu kira kalau kamu tidak memberikannya kepadaku, pihak hotel akan membiarkanmu pergi?”
Verhaag mendegus.
“Saya tidak perlu membayar kalau makan disini, kenapa bisa ada tagihan? Apa kamu salah?” Aron mengernyitkan keningnya.
“Jangan berlagak bodoh, banyak yang melihatmu, dan semua pegawai hotel juga ada disini,apa kamu ingin melarikan diri setelah makan? Jangan kira karena kamu baru baru bekerja, kamu merasa dirimu sangat hebat, ini adalah bisnis milik Keluarga Utomo, kalau kamu berniat melarikan diri, maka itu adalah kesalahan besar!”
Verhaag mengira Aron ingin melarikan diri setelah makan!