
“Adi, bagaimana? Kapan Master Aring akan membuat pil obat?”
Melihat Adi sudah kembali, Doddy bergegas bertanya.
“Tuan Besar, Master Aring berkata, setelah bahan obat untuk Lembah Palem disiapkan, dia baru membuat pil obat!”
Jawab Adi.
“Sialan, orang-orang ini benar-benar waspada!” Doddy tidak bisa menahan diri untuk tidak mengumpat, lalu berkata pada Adi : “Bagaimana persiapan bahan obat?”
“Tuan Besar, yang diinginkan oleh Lembah Palem adalah bahan obat yang berusia di atas ratusan tahun, harganya sangat mahal, saya sudah berulang kali bernegosiasi dengan Istana Raja Obat, tapi harganya tidak bisa ditawar lagi, saya khawatir seluruh bahan obat ini akan menelan biaya puluhan triliun!”
Adi berkata dengan serba salah.
Doddy mengernyitkan keningnya, lalu berpikir sejenak : “Kumpulkan semua dana, lalu jual semua bisnis milik Keluarga Wisono, pastikan untuk menyiapkan bahan obat untuk Lembah Palem!.
"Baik!” Adi mengangguk!
Doddy berusaha keras demi memperpanjang usianya, uang adalah harta duniawi, kalau sudah habis bisa dicari lagi!
“Tuan besar, Tuan besar, gawat…..”
Saat ini, seorang bawahan berlari terburu-buru.
“Sudah malam begini masih teriak-teriak, ada apa? Katakan pelan-pelan!”
Adi menceramahi bawahan itu.
Bawahan itu kaget dan gemetaran lalu segera berkata : “Tuan besar, dua orang pengawal kita mati di depan pintu, cepat kalian lihat!”
Doddy yang mendengarnya seketika marah besar, Keluarga Rangga sudah berdiri selama ratusan tahun di Kota Taka, dan belum pernah ada kejadian seperti ini, ternyata ada orang yang berani membunuh orang keluarga Rangga di depan pintu kediaman Keluarga Rangga!
Doddy ditemani oleh pengurus rumah bergegas menuju ke depan pintu!
Pada saat ini, sudah ada banyak pengawal Keluarga Rangga yang mengelilingi pintu, mengawasi pergerakan di sekitar mereka dengan waspada!
Saat Doddy tiba dan melihat dua orang pengawal Keluarga Rangga yang terbaring di lantai, kepala keduanya sudah hancur dipukuli, dan identitasnya tidak bisa dikenali lagi, serta kaki dan tangan mereka bengkok dengan aneh, jelas sudah dipatahkan!
“Apa? Siapa yang melakukannya? Lantas ini perbuatan Lina?”
Kemarahan Doddy meningkat, berani membunuh orangnya di depan pintunya sendiri jelas-jelas sedang memprovokasi Keluarga Rangga!
“Tuan besar, kita punya rekaman kamera pengawas, setelah dilihat akan ketahuan!”
“Ayo, pergi ke ruangan pengawas!” Doddy memerintah!
Sesampainya di ruang pengawas, dan melihat monitor, tatapan Doddy dipenuhi dengan kemarahan!
Dia melihat sebuah mobil yang berhenti di depan pintu kediaman keluarga Rangga, dan Aron berjalan keluar dari mobil, setelah turun dia sengaja melirik ke arah kamera pengawas dan menunjukkan seringaiannya!
Setelah itu Aron membuka bagasi mobil dan mengangkat dua pengawal Keluarga Rangga keluar, jelas kalau kaki dan tangan keduanya sudah patah!
Aron mengangkat pengawal keluarga Rangga, dan berjalan ke bawah kamera pengawas, setelah menunduk dan melihat sekilas, dia melayangkan pukulannya ke arah kepala pengawal itu!
Pfff……….
Kepala pengawal itu bagaikan semangka yang dipukuli hingga pecah, darah segar berceceran dimana-mana!
Bahkan orang yang ada di belakang monitor yang melihat adegan ini juga tidak bisa menahan diri untuk tidak bergidik ngeri dan merinding!
Aron menggunakan cara yang sama dan menghantam kepala pengawal Keluarga Rangga yang satu lagi, dan setelah membunuh dua pengawal keluarga Rangga, Aron membuat gerakan menebas leher di depan kamera pengawas, benar-benar penuh provokasi!
Setelah itu Aron melaju pergi dengan mobil, dan mayat kedua pengawal Keluarga Rangga ditinggalkan begitu saja di depan pintu kediaman Keluarga Rangga!
“Ah……...”
Doddy marah dan meninju monitor dengan keras!
“Saya pasti akan membunuhnya, pasti akan membunuhnya…….”
Doddy kesal dan hampir menggila, ini sudah jelas sedang memprovokasinya, keluarga Rangga sudah berdiri ratusan tahun dan belum pernah diprovokasi seperti ini!