
Tidak peduli apapun status Aron, kalau bisa makan gratis di Hotel Sadewa, pasti statusnya tidak rendah, kalau mau pergi dari sana, dia hanya bisa memohon pada Aron!
Mereka yang melihat situasi itu juga segera menghampiri Aron.
“Kamu katakanlah sesuatu yang baik tentang kami, bagaimanapun kami ini temannya Yenni!”
“Tadi itu salah kami, kami ditipu oleh Verhaag dan Aileen yang licik itu!”
“Verhaag itu orang yang sok suci, dan munafik, sepertinya dia benar-benar menipu uang Yenni, pantas saja Yenni putus dengannya!”
“Aron, kumohon padamu, bantulah kami….”
Semua orang mulai memohon pada Aron!
Aron berdiri lalu menatap sekelompok orang itu dan menyeringai : “Kalian juga pantas menyebut diri kalian temannya Yenni? Yenni benar-benar sial punya teman seperti kalian, satu kalimatku bisa melepaskan kalian tapi saya tidak akan mengatakan apapun, kalian pantas mendapatkan akhir seperti ini….”
Perkataan Arom membuat wajah semua orang itu terasa panas, mereka merasa malu!
“Bawa mereka semua pergi….”
Staf kasir yang melihat itu langsung memerintahkan kepada petugas keamanan!
“Ah….jangan, saya tidak mau….”
“Tolong, tolong….”
“Huhuhu……”
Menyadari kalau mereka akan segera dibawa pergi, ada yang mulai menangis, mereka ketakutan setengah mati, ada yang bahkan mengompol karena ketakutan!
“Jangan sentuh saya, saya….saya sangat akrab dengan putri bos kalian, kalian kalau berani menyentuhku akan kupastikan kalian dipecat….”
Verhaag berteriak.!
Mendengar perkataan Verhaag, petugas keamanan seketika berhenti, staf kasir juga seketika merasa bingung!
Verhaag melihat gertakannya berhasil, seketika merasa lega, dia segera berkata dengan nada tinggi : “Saya sangat akrab dengan Nona Nuri, awalnya saya hanya ingin makan disini dan tidak ingin mengganggunya dengan masalah kecil seperti ini, tapi kalian malah berani menyentuhku, satu panggilan telponku akan membuat kalian dipecat, sekarang sebaiknya kalian biarkan saya pergi, dan saya akan menganggap masalah ini tidak pernah terjadi!”
Seketika, staf kasir menatap Aron, karena mereka tahu hubungan Aron dan Nuri, sekarang Verhaag mengaku kalau dia juga akrab dengan Nuri, hal itu membuat mereka tidak tahu apakah yang dia katakan benar atau tidak!
Arin mengernyitkan keningnya, dan saat dia ingin bertanya balik pada Verhaag, sebuah suara tiba-tiba terdengar : “Kamu mengenal Nona dari Keluarga Utomo?”
Seketika, suara seorang gadis terdengar dari pintu masuk, Aron menoleh dan mendapati Nuri sedang berjalan masuk!
Verhaag melihat Nuri yang berjalan masuk dan mengangguk : “Benar, saya sangat akrab dengan Nona Nuri dari Keluarga Utomo, kami juga pernah makan bersama!”
Setelah Verhaag selesai berkata, Nuri terkekeh, Aron juga tidak bisa menahan tawanya!
Ternyata Verhaag hanya sedang membual, Aron hampir saja mempercayainya!
Seluruh karyawan di hotel juga mulai tertawa, Nuri ada dihadapannya, dan Verhaag tidak mengenalinya, malah berani mengaku kalau dia akrab dengan Nona Muda Keluarga Utomo!
“Sinting, apakah kamu tahu siapa yang sedang berdiri dihadapanmu ini?” Aron bertanya dengan tatapan menghina pada Verhaag.
Pertanyaan Aron seketika membuat Verhaag mengerang dalam hati, rasanya ada yang salah, dan tentu saja, Aron melanjutkan pertanyaannya : “Yang berdiri dihadapanmu ini adalah Nona Muda Keluarga Utomo, coba kamu lihat apakah kamu kenal?”
Para karyawan disekitar juga tidak bisa menahan tawa mereka, sedangkan Verhaag sudah merasa sangat malu sampai dia ingin bersembunyi didalam lubang!
“Sudah selarut ini, untuk apa kamu kemari?”
“Menurutmu kenapa saya kemari? Saya datang kemari untuk melihatmu setelah mendengar kalau kamu makan disini, sekarang kamu ditemani gadis cantik, sepertinya hari-harimu sangat menyenangkan ya!”
Nuri memelototi Aron, nada bicaranya penuh dengan kecemburuan..!
Saat mereka melihat Nuri dan Aron yang seperti itu, mereka semua tercengang, terutama Verhaag, dia menatap Aron dengan tatapan tak percaya, dan seketika mengerti kenapa Aron tidak perlu membayar saat makan disini!
Aron tersenyum : “Kamu cemburu ya?”
“Tidak usah terlalu percaya diri, hantu yang cemburu!” Nuri memutar matanya, dan melanjutkan perkataannya : “Ayahku selalu membicarakanmu dan ingin mengajakmu untuk makan dirumah!”
“Beberapa hari ini saya agak sibuk, dua hari lagi ya….”
Aron menghindar!
Para pria yang ada disekitar menatap Aron dengan tatapan kagum dan iri, Nona Muda Keluarga Utomo mengajaknya makan, dan Aron malah menolak?
Kalau saja dia mengajak salah satu diantara mereka, walaupun mereka harus pergi dengan merangkak mereka pasti tidak akan ragu-ragu!
Aron malah menolak kesempatan seperti ini!
“Hm, apa kesibukanmu? Apa perlu saya mengangkatmu menjadi Direktur perusahaan, agar tidak ada lagi yang bisa kamu sibukkan!”
Nuri melihat Aron menolaknya seketika merasa tidak senang!
“Jangan, saya benar-benar tidak punya waktu untuk mengurus perusahaanmu….” Aron melambaikan tangannya!
Semua orang yang mendengar perkataan Aron kembali merasa dipukul dengan keras!
Apalagi Verhaag dan orang orang yang tadi makan bersama dengannya, mereka awalnya sangat meremehkan Aron, tapi tidak disangka, didepan Aron, mereka itu hanya seperti badut!
“Besok kamu harus hadir, ayahku mengatakan sepertinya Kurniawan juga mencarimu, sepertinya ada yang ingin dia bicarakan padamu…”
Nuro berkata tanpa nada bertanya.. Aron yang mendengar Indrawan mencarinya, mungkin ada hubungannya dengan masalah Kuas Spiritual, dia mengangguk : “Baiklah, besok siang saya akan kesana….”
“Begini masih lumayan…” Nuri tersenyum lalu menoleh kearah Verhaag dan yang lainnya!
Mereka yang ditatap oleh Nuri seketika menundukkan kepalanya, dihadapan Nuri mereka bagaikan semut!
“Kurung mereka, kalau mereka tidak bisa membayar keseluruhan tagihannya, tidak ada satupun yang boleh pergi…”
Seketika, Verhaag dan yang lainnya dibawa kebelakang oleh petugas keamanan untuk dikurung!
Seketika itu banyak diantara mereka yang mulai menyesal, kalau mereka tidak menghina Yenni sejak awal, mereka tidak akan berakhir seperti sekarang, bagaimanapun mereka tidak memiliki dendam pribadi pada Yenni, itu semua karena ulah Verhaag dan Aileen!
Tapi di dunia ini tidak ada obat untuk penyesalan, mereka menyesal pun tidak ada gunanya, mereka menatap Verhaaq dan Aileen, kalau bukan karena mereka berdua, mereka tidak mungkin menyinggung Yenni dan Aron, memikirkan sampai disitu saja mereka sudah tidak bisa menahan emosi mereka dan mulai memukuli Verhaag dan Aileen!
Di sisi lain, Nuri sebenarnya berniat mengantar Aron pulang, tapi Aron tidak menyetujuinya, mobil mewah Nuri itu akan menarik perhatian di area perumahan Aron, melihat Aron pulang dengan accord tuanya, Nuri hanya bisa menghela nafas dengan pasrah.
Sesampainya dirumah, Aron menelpon Yenni untuk memberitahukan kabarnya, sedangkan Yenni menginap di rumah Christine, dia takut kalau Christine akan berpikiran pendek, jadi dia menemani dan menghiburnya!
Aron melihat kedua orang tuanya yang sudah tidur, duduk bersila dikamarnya dan mulai melatih Seni Konsentrasi Jiwanya untuk menyerap energi spiritual disekitarnya!
Karena Seni Konsentrasi Jiwanya, energi spiritual disekitar Aron mulai bergerak menuju arah kamar Aron, hanya saja energi spiritual yang ada terlalu sedikit, benar-benar tidak sebanding dengan yang ada di Perumahan Bumi Sejuk, setelah berlatih semalaman, Aron merasa kekuatannya tidak bertambah banyak, hanya saja dia merasa energi spiritualnya seperti baru di isi ulang!
“Sepertinya harus ke Perumahan Bumi Sejuk untuk latihan, energi spiritual yang ada disini tidak akan mencukupi walau dilatih sampai lebaran monyet….”
Aron merasa hasil latihannya selama semalam sama sekali tidak efeektif