ARON

ARON
Judi Batu



“Apa yang sedang mereka lakukan? Ayo kita lihat-lihat….”


Nuri menarik Aron pergi dengan penasaran.


“Itu perjudian batu giok, setiap hari selalu seperti itu, saya tidak mengerti dengan para pria ini, kenapa setiap hari selalu berteriak pada tumpukan batu pecah!”


Lina berkata dengan bingung.


Aron awalnya tidak penasaran, tapi setelah mendengar Lina mengatakan mereka sedang judi batu giok, dia langsung tertarik, mungkin dia bisa memilih beberapa batu giok dari antara batu-batu itu dan membuatkan perhiasan untuk Nuri.


“Di mata para pria ini, tumpukan batu itu sama seperti barang kosmetik kelas atas di mata kalian para wanita….”


Aron tersenyum ringan, lalu berjalan menghampiri!


“Wah, Giok Zamrud, Giok Zamrud muncul…..”


Aron dan yang lainnya bahkan belum sampai, dan sudah mendengar tepuk tangan meriah dari kerumunan!


​Hahaha, saya akan kaya raya, kaya raya…..”


Setelah itu, terdengar seseorang yang tertawa terbahak-bahak, jelas kalau dia adalah orang yang membeli batu itu.


Tapi setelah mendengar suara itu, Aron mengernyitkan keningnya, suara itu terdengar familiar!


Sedangkan raut wajah Lina yang ada di samping seketika menjadi dingin : “Evan, bajingan ini, ternyata datang untuk judi batu giok…”


Setelah berkata, Lina bergegas menuju kerumunan dengan marah!


Aron dan yang lainnya baru tiba di depan, dan sudah melihat Evan yang memeluk sebongkah batu, dan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila, dia melompat kegirangan dan sangat bahagia!


“Tuan Evan, saya minta maaf, tapi kamu tidak bisa membawa pergi batu ini!”


Pada saat ini, ada seorang pria paruh baya yang berjalan menghampiri dan hendak mengambil batu di tangan Evan!


Evan mana mungkin memberikan batu itu kepadanya, dia segera memeluk batu itu : “Kenapa bukan milikku? Saya sudah membelinya, lantas kalian hendak mengambilnya kembali karena ini Giok Zamrud?”


Pria paruh baya itu tersenyum ringan dan berkata : “Tuan Evan, kalau batu itu sudah kamu beli, apa kamu sudah membayarnya?”


“Saya sudah memberi uang kepada kalian, saya sudah membayar uang muka sebesar 100 juta!” Evan berteriak.


“Hahaha, siapa yang tidak tahu aturan dalam dunia perjudian batu giok, ada uang ada barang, kamu membayar uang muka, lalu batu itu menjadi milikmu? Bukankah kamu bermimpi!” wajah pria paruh baya itu terlihat penuh penghinaan


"Bos Farrel, kenapa kamu berkata seperti itu? Beberapa kali sebelumnya, saya juga selalu membayar uang muka dulu lalu membuka batu, dan semua batu itu adalah sampah, kamu tidak pernah mengatakan ada uang ada barang, dan setelah itu saya juga melunasi sisa pembayaran untukmu.”


Evan menjadi panik, dan bertanya dengan marah : “Kali ini, yang muncul adalah batu Giok Zamrud, kamu mengatakan padaku ada uang ada barang, bukankah ini jelas sedang melakukan kecurangan padaku?”


“Mencurangimu? Ini adalah aturan dalam dunia perjudian batu giok, dari segi mana saya mencurangimu? Serahkan batu ini, atau tidak kamu tidak akan bisa pergi dari sini!”


Setelah Bos Farrel berkata, seketika ada tiga pria berbadan kekar yang mengepung Evan!


Evan penakut, dia seketika kaget hingga memucat, namun menghadapi harga Giok Zamrud yang tidak ternilai, dia masih tidak berniat menyerahkannya, dan memeluk batu itu dengan erat sambil berkata : “Bos Farrel, kakakku adalah anggota dari Detasemen Perlindungan Hukum, kalau kalian berani menyentuhku, kakakku tidak akan melepaskan kalian!”


“Lalu kenapa kalau dia anggota Detasemen Perlindungan Hukum? Anggota Detasemen Perlindungan Hukum juga harus mematuhi aturan…”