ARON

ARON
Semua Orang orang kuat kota Sanur membela Aron



Pada saat Kurniawan Prata merasa sangat tidak berdaya dan suasana di lokasi sedang genting, tiba tiba pintu kamar di dorong orang sampai terbuka, seorang pria setengah baya berpakaian jas berjalan masuk!


Dia adalah orang nomor satu di Kota Sanur Willy Aston, begitu mendengar kabar Arka Wisono telah sampai di Kota Sanir, dengan cepat dia sudah menyusul kemari!


“Tuan Arka, tempat ini adalah Kota Sanur, bukan Kota Taka, kamu sembarangan melukai orang di wilayahku, bukankah tidak menghargaiku?”


Willy Aston bertanya dengan dingin sambil menatap para pengawal Keluarga Utomo yang tergeletak.


Kedatangan Willy Aston, menyebabkan Arka merasa terkejut, dia tidak menyangka Keluarga Utomo bisa mengerahkan orang nomor satu Willy Aston, walaupun Keluarga Utomo termasuk orang kaya di Kota Sanur tetapi seharusnya belum cukup kemampuan untuk menggerakkan seorang walikota!


Dia tidak tahu kedatangan Willy Aston bukan karena Keluarga Utomo, melainkan karena Aron!


“Pak Walikota, untuk masalah ini saya harap Anda tidak turut campur, baik baik kerjakan tugas Anda, kita tidak saling mengganggu!”


Arka merasa terkejut dengan kedatangan Willy tetapi dia sama sekali tidak takut, seorang walikota di Kota Sanur yang kecil ini, dia sama sekali tidak menganggapnya sama sekali, para pejabat di Kota Taka yang mengenalnya semuanya mempunyai jabatan yang lebih tinggi dari seorang Willy Aston!


“Disini adalah wilayah kekuasaan saya, saya bertanggung jawab untuk melindungi keselamatan warga Kota Sanur, kamu melukai orang di sini, saya bisa langsung menyuruh orang menangkapmu, jika tidak ingin masalah bertambah besar, bawalah orang orangmu pergi dari sini, dan hal ini akan saya anggap selesai!”


Willy Aston sangat marah dengan sikap Arka!


“Ha Ha Ha, sungguh lucu!” tiba tiba Arka tertawa: “Saya hanya duduk duduk di sini, kalau sanggup suruh orangmu menangkap saya, sampai waktunya kalau kamu tidak mengantar saya dengan hormat, maka saya Arka akan mengikuti margamu!”


Arka sama sekali tidak menghargai Willy Aston, memang semula mereka sudah ada konflik dimana Arka hendak mendirikan kantor cabang di Kota Sanur tetapi dihalang-halangi oleh Willy sehingga belum berhasil juga sampai saat ini, hal ini menyebabkan Arka tidak puas, sekarang mana mungkin dia menghargai Willy.


“Kamu………” air muka Willy sudah berubah menjadi merah, dia menggertakkan giginya karena marah!


Arka bersikap sangat arogan, dia sama sekali tidak memandang Keluarga Utomo dari Kota Sanur, Walikota Surau Willy Aston dan Kurniawan Prata, karena dia merasa dirinya cukup layak untuk bersikap arogan!


Sekali lagi suasana berubah menjadi tegang, semua orang bungkam, seluruh ruangan penuh hawa nafsu membunuh!


Dung Dung Dung………


Tiba tiba, terdengar suara langkah kaki yang mendekat, Jekson bersama puluhan orang telah masuk ke dalam kamar, melihat Jhonatan Utomo dikepung oleh puluhan orang jagoan, mukanya seketika berubah menjadi dingin, dia membawa puluhan anak buahnya langsung berkonfrontasi dengan jagoan Keluarga Wisono, dan berhasil melindungi Jhonatan di belakang tubuhnya!


Jhonatan Utomo adalah calon ayah mertua dari Aron, Jekson sama sekali tidak berani membiarkan dia terluka.


Melihat Jekson datang membawa bala bantuan, Arka sama sekali tidak merasa terkejut, dia malah tertawa terbahak-bahak: “Ha Ha Ha, makin lama makin berkesan, bahkan raja mafia Kota Sanur, Jekson Herlambang juga telah hadir disini, hari ini hadirin disini, merupakan kekuatan inti di Kota Sanur?”


“Arka, sehebat apapun pendatang tidak akan bisa mengalahkan tuan rumah, kalau kamu berani membuat keributan di Kota Sanur, saya jamin kamu tidak akan bisa pulang dengan selamat!”


Jekson menatap Arka dengan marah, pandangan matanya sama sekali tidak merasa takut.


Setelah minum Pil Penambah Energi, kekuatan Jekson telah bertambah, keberaniannya juga bertambah, apalagi belakangan ini dia sering mengikuti Aron dan melihat kemampuan Aron yang hebat, dia menjadi semakin berani!


Kalau ini terjadi di masa lalu, dia pasti tidak berani berbicara seperti itu kepada kepala keluarga Wisono, mereka berdua sama sekali bukan berasal dari tingkatan yang sama!