ARON

ARON
Keluar dari jurang kegelapan



Aron adalah pemuda tampan rendah hati, Hidup sederhana dengan Orang tua angkat yang sangat menyayangi nya..


Dengan keadaan ekonomi yang pas-pasan membuat Aron sering diremehkan dimanapun berada..


Dikhianati oleh tunangan bersama selingkuhannya, dipukuli nyaris mati dan di buang kedalam jurang dalam yang sangat angker..


...****************...


Saat ini dibibir jurang kegelapan..


“Akhirnya Aku kembali…….”


Aron menghirup udara segar dan menghembuskannya kembali!


Dibelakang Aron Jurang Lembah Kegelapan, tempat dia di latih dan ditempa ilmu beladiri dan pengobatan kuno selama tiga tahun, dan hari ini akhirnya dia berhasil menguasai semua ilmu yang di turunkan oleh Liu khang berakhir, Liu khang adalah orang yang menyelamatkan saat di buang kedalam jurang oleh tunangan bersama pacar selingkuhan nya.


“Bagaimana kabar orang tua ku sekarang?”


Aron menenteng tas kain yang sudah robek, dan bergegas menuju jalan pulang ke rumahnya, selama 3 tahun orang tua nya tak pernah tau di mana keberadaan Aron, sekarang Aron merasa sangat mengkhawatirkan mereka.


Dalam perjalanan pulang, Aron terus memperhatikan cincin perunggu yang ada ditangannya!


Ukiran naga yang ada di cincin itu terlihat sangat hidup, bahkan di atas kepala naga itu terukir sebuah aksara mandarin yang berarti Sang Penguasa!


Cincin itu diberikan kepadanya hari ini saat dia telah menguasai semua ilmu yang sudah di turun oleh Liu khang.


Liu khang selalu mengatakan kalau dirinya adalah penguasa Pulau Naga, yang mengetahui rahasia langit dan bumi, juga seorang ahli forensik yang bisa menghidupkan kembali orang mati!


Setiap hari Liu Khang menceritakan beberapa hal aneh kepada Aron, tentang Pulau Naga, semua cerita itu tidak pernah Aron ketahui sebelumnya!


Dan hari ini, tepat hari ini Aron sudah menguasai semua ilmu yang di ajarkan Liu khang, dan saat ini juga Aron harus kembali pada kehidupannya, Liu khang mememberikan cincin itu kepada Aron dan memberitahukan kepada Aron, kalau di tahun ini, tepat pada hari ke lima belas bulan Purnama, Aron harus pergi ke pulau Naga, dan sesampainya di pulau itu, dia harus menunjukkan cincin itu, akan ada orang yang datang menjemputnya, dan saat itu Aron akan mendapatkan peluang yang besar.


Karena sudah banyak hal yang dia pelajari dari Liu khang, membuat Aron sangat mempercayai kata-kata Liu khang, dan berjanji akan melakukan sesuai pesan Liu Khang, tapi tanggal 15 bulan Purnama, masih berselang beberapa bulan lagi.


Sebelum menyadarinya, Aron sudah sampai didepan pintu rumahnya, melihat rumah bobrok yang ada dihadapannya membuat ekspresi Aron terlihat rumit, dia tidak tahu bagaimana keadaan orang tuanya selama tiga tahun ini, karena sikap impulsif nya membuat orang tuanya ikut menerima tekanan besar!


Mengingat kejadian tiga tahun lalu membuat mata Aron dipenuhi dengan amarah!


Tiga tahun lalu, Aron dan pacarnya, Shanti, sudah membahas tentang pernikahan Mereka, mereka berdua merupakan teman satu Kampus, dan sudah berpacaran selama dua tahun!


Tapi suatu hari saat dia datang kerumah Shanti, ternyata Shanti sedang bermesraan dengan Ronal!


Ronal adalah konglomerat generasi kedua yang terkenal di Kota Sanur, dia sudah melakukan berbagai macam kejahatan!


Dan saat itu Ronal Sibuk mencumbui Shanti.


Sebagai seorang konglomerat generasi kedua yang terkenal, Ronal bahkan tidak menganggap Aron ada!


Aron yang melihat pacarnya sendiri Bercumbu dengan pria lain, langsung menggila!


Dia mengangkat tinjunya dan langsung menghantamkannya kepada Ronal!


Akhirnya, seperti yang sudah dibayangkan….


Ronal yang berkuasa tidak terima dirinya dipukuli, dia langsung memangil pengawalnya menangkap dan memukuli Aron, Aron di buang kedalam jurang!


Setelah berdiri cukup lama dalam keraguan, akhirnya Aron mengetuk pintu itu dengan pelan!


“Siapa?”


Pintu itu terbuka, dan sesosok wanita tua yang bungkuk dan beruban menjulurkan kepalanya, satu tangannya tidak berhenti meraba-raba yang ada didepannya : “Siapa, siapa yang mengetuk pintu?”


Mata wanita tua itu terpejam rapat, jelas-jelas dia tidak bisa melihat, ternyata dia buta!


Saat Aron melihat wanita tua yang ada dihadapannya, sekujur tubuhnya membeku, matanya membelalak dan tubuhnya tidak berhenti gemetaran.


Dia tidak berani mempercayai,kalau wanita tua yang beruban dan penuh keriput yang ada dihadapannya ini adalah ibunya sendiri, Sheli!


Hanya dalam waktu tiga tahun yang singkat, bagaimana ibunya bisa menjadi seperti ini?


“Ibu, ini saya, saya Aron!”


Aron melangkah maju dan memapah ibunya, dia berteriak dengan semangat.


“Aron? Benarkah itu kamu?”


Sheli mengulurkan tangannya dan meraba-raba wajah Aron, air matanya tidak terbendung!


“Ibu, ini saya, ini saya…..”


Mata Aron memerah : “Ibu, apa yang terjadi padamu? Apa yang sebenarnya terjadi?”


Aron tidak mengerti, saat dia pergi ibunya masih baik-baik saja, kenapa dalam kurun waktu tiga tahun dia berubah menjadi seperti ini!


“Aduh, kalau diceritakan panjang sekali, ayo masuk dulu!”


Sheli menarik Aron masuk kedalam rumah!


Melihat rumah bobroknya yang hampir tidak berisi apapun, Aron tercengang!


​Walaupun mereka bukan orang kaya, tapi ayahnya merupakan seorang Pegawai pemerintahan walau pun kelas rendah, jadi kehidupan mereka masih termasuk sejahtera, tapi sekarang, kenapa rumah mereka jadi semiskin ini!


“Ibu, apa yang sebenarnya terjadi dirumah?”


Aron yang melihat keluarganya menjadi miskin, bertanya kepada ibunya.


“Aduh!” Sheli menghela nafas : “Setelah kamu pergi…………”


Sheli menceritakan kembali kejadian-kejadian yang terjadi setelah Aron pergi, ternyata Keluarga Jhonson tidak hanya membuang Aron ke jurang, mereka juga meminta ganti rugi sebesar 1 miliar.


Karena tidak ada solusi lain, ayah Aron, menjual rumah pernikahan Aron dan meminjam uang dalam jumlah besar, itu pun masih belum cukup, mereka akhirnya mencicil 500 juta sisanya kepada Keluarga Jhonson!


Karena masalah ini, ayah Aron kehilangan pekerjaannya, dan hanya bisa mencari nafkah dengan menyapu jalanan, sedangkan ibunya terus menangis setiap hari, sampai matanya Pun buta!.


Mendengar ucapan ibunya, Aron mengepalkan tinjunya dengan kuat, keinginan membunuh terlihat sangat jelas dimatanya!


Dia tidak menyangka Keluarga Jhonson akan sekejam itu, dan mengupayakan cara untuk membasmi keluarganya!


“mm, jangan dibahas lagi, Keluarga Lendra tidak ingin ikut campur, bahkan saat saya meminta kembali mahar yang kita berikan, mereka tidak bersedia mengembalikannya, katanya pernikahan ini batal bukan kesalahan dari pihak mereka, tapi karena kamu tidak pulang-pulang, jadi mahar tidak akan dikembalikan!.


"ayahmu mendatangi mereka untuk berdiskusi, malah di pukuli dan di usir oleh mereka".


​hati Sheli semakin perih, dan pada akhirnya tidak dapat menahan air mata.


“Apakah Keluarga Lendra benar-benar seperti itu?” Aron mengernyitkan keningnya, dia tidak menyangka Santi akan melakukan hal seperti itu, juga menyakiti Orang tuanya.


Tapi pada saat ini, pintu rumah mereka digedor dengan kuat, sangat kuat, sampai pintu itu pun sudah hampir hancur!


Mendengar suara pintu digedor dengan kuat, wajah Sheli memucat, dia kelihatan sangat takut!


“Ibu, siapa itu?”


Aron kebingungan melihat ekspresi wajah Sheli.


“Tidak usah kamu pedulikan, cepat masuk kedalam kamar, dan jangan keluar!”


Pintu baru saja terbuka, sesosok pria botak yang membawa 4-5 bawahannya yang terlihat sangar melangkah masuk.


“Mana uangnya?”


Doddy melihat Sheli dan langsung bertanya.


“Pak Doddy, sudah saya siapkan, sudah disiapkan…”


Sheli terus mengangguk, dan meraba-raba kantongan yang ada disudut!


Saat ini banyak tetangga yang sedang berkumpul dan menyaksikan, melihat Doddy dan bawahannya mereka tidak berani dekat-dekat.


“Beberapa bajingan ini terus datang setiap bulannya untuk menagih, benar-benar memaksa orang untuk mati!”


“Iya, sama sekali tidak berprikemanusiaan!”


“Hei, kecilkan suara kalian, mereka itu orang-orang yang diutus Keluarga Jhonson untuk ​menagih ganti rugi.”


Beberapa tetangga berkumpul dan berkata dengan marah, namun tidak ada satupun yang berani ikut campur!


Saat itu, Doddy mengambil kantongan yang ada di tangan Sheli, dan membukanya.


“Sialan, apa-apaan ini?” Doddy mengernyitkan keningnya, lalu membalikkan kantongan itu, didalamnya ada beberapa lembar uang kertas yang kusut dan tua, ada lembaran seratus ribu, lima puluh ribu, dan ada beberapa lembar uang seribu , dua ribu, bahkan ada uang logam seratusan!


“Apa sampah-sampah ini bernilai sepuluh juta?”


Doddy bertanya dan berteriak pada Sheli.


“Pak Doddy, jumlahnya pas sepuluh juta, kami sudah menghitungnya, kalau Pak Doddy tidak percaya boleh dihitung.”


Sheli berkata dengan tersenyum, dia bahkan mengangguk dan membungkukkan badannya.


“Omong kosong!” Doddy mengangkat kakinya dan menendang perut Sheli, membuatnya langsung terjatuh ke tanah : “Menyuruhku menghitung? Saya tidak punya waktu, segera ganti semua ini menjadi pecahan seratus ribu!”


“Ibu!” Aron langsung terbang keluar dari dalam rumah, bergegas memapah Sheli!


Dia melirik Doddy dan beberapa bawahannya dengan dingin!


Doddy dan beberapa bawahannya tercengang, tatapan dingin Aron membuat mereka bergidik!


“Aron, siapa yang menyuruhmu keluar, cepat kembali kedalam, kamu tidak usah ikut campur!”


Sheli mencoba mendorong Aron kembali kedalam rumah sekuat tenaga!


“Ibu, karena saya sudah disini, masalah ini biar saya yang urus, ibu duduk saja!”


Aron memapah Sheli ke bangku dan mendudukkannya, lalu membalikkan badannya dan menatap Doddy dengan dingin.


Doddy menatap Aron dan menilainya, lalu tertawa sambil berkata : “Loh, bukannya ini bocah yang di lemparkan Tuan Muda Ronal Ke dalam Jurang tiga tahun lalu? Tidak disangka Belum Mati ya!”


“Tepat sekali hari ini kamu Muncul, sebagai mantan pacar kamu tidak menghadiri pernikahan pacarmu dan Tuan Muda Ronal hari ini?”


“Pria idiot ini diselingkuhi….”


“Hahahaha……”


Doddy dan beberapa bawahannya tertawa terbahak-bahak!


“Apa katamu?”


Aron mengernyitkan keningnya, matanya penuh ketidakpercayaan.


“Saya bilang, wanita yang kamu cintai dulu, hari ini akan menikah dengan Tuan Muda Ronal pernikahannya akan dilangsungkan di Hotel Sadewa, sangat mewah, apa kamu tidak mau pergi melihatnya?”


Doddy menatap Aron sambil tersenyum mengejek.


Alis Aron berkerut, kedua tangannya mengepal dengan erat.


Raut wajah Sheli yang ada dibelakangnya pun ikut berubah, dia terlihat marah sampai badannya pun gemetar.


Bagaimanapun putranya Aron Sangat mencintai Santi, tidak disangka wanita itu malah berpaling dan menikahi musuh.


“Berlutut, dan minta maaf pada ibuku, dengan begitu saya akan membiarkan kalian hidup.”


Kilau dingin melintas di mata Aron, tubuhnya dipenuhi dengan aura pembunuh.


Suhu disekitar mereka seolah turun beberapa derajat, membuat tawa di wajah Doddy dan yang lainnya sirna!


Setelah sesaat, Doddy akhirnya tersadar, dia langsung berkata dengan murka : “Apa katamu? Kamu mau aku berlutut dan meminta maaf?”


Sambil berkata, Doddy melayangkan sebuah tinju kearah Aron.


Dengan tubuh kurus kerempengnya Aron, tinju itu akan membuatnya terkapar di tanah!


Bam…..


Tapi siapa yang menyangka, saat Doddy baru saja melayangkan tinjunya, tendangan Aron sudah menghampirinya!


Doddy terkapar di tanah, sambil memegangi selangkangannya dan berteriak kesakitan, dia langsung berkeringat dingin dan tidak berhenti meraung!


“Aron, kamu jangan berkelahi lagi…..”


Mendengar raungan Doddy, Sheli segera membujuk Aron untuk tenang.


“Habisi dia, bunuh dia….”


Doddy berteriak marah, dia menatap Aron dengan penuh kemarahan dan kekejaman!


Beberapa bawahan Doddy langsung menyerang kearah Aron.


Aron menoleh kearah ibunya, lalu mengepalkan tangannya dan melemparkan serangannya yang secepat kilat, seketika para bawahan itu merasa kalau kaki mereka sudah mati rasa, mereka semua tersujud di tanah!


Dan saat itu, Doddy yang melihatnya langsung tercengang, dia menatap Aron dengan tatapan tidak percaya, aura dingin menyelimuti hatinya!


Bahkan para tetangga yang sedang menyaksikan kejadian itu juga ikut membelalak tidak percaya!


“Minta maaf pada ibuku!”


Suara dingin Aron kembali terdengar!


Doddy ragu-ragu sesaat, tapi saat dia melihat tatapan mata Aron yang dingin, mau tidak mau dia berlutut.


“Maaf…..”


Doddy dan beberapa bawahannya meminta maaf!


​“Enyah dari sini!” Aron mengibaskan tangannya!


Dia tidak ingin membunuh orang didepan tetangganya, dan ibunya sendiri, dengan kemampuannya, membunuh preman kecil seperti mereka hanya semudah menjentikkan jari.


Doddy yang dipapah oleh bawahannya menatap Aron dengan penuh kebencian, dia tertatih-tatih dan merasa sangat tidak puas, tapi Aron sama sekali tidak takut pada pembalasan dendam Doddy.