ARON

ARON
Menunggu Orang panggilan



“Hm, pria bayaran sepertimu juga pantas mengenal Tuan Jekson, walau kamu adalah bos dari Perusahaan Utomo, Tuan Jekson juga tidak akan memperdulikanmu!”


Yudas mendengus dingin!


Aron tidak memperdulikannya, dan langsung menelpon Jekson!


“Tuan Aron….” Jekson yang sedang berada di Kota Taka langsung mengangkat telepon!


“Di Kota Tuba ada seseorang bernama Yudas, katanya dia mengenalmu, dan dia bawahanmu, apa kamu mengenalnya?”


Aron bertanya.


“Kota Tuba?” Jekson berpikir sejenak : “Saya tidak kenal, tempat di bawah Kota Sanur semuanya saya yang mengurusnya!”


“Coba tanyakan pada bawahanmu, siapa yang mengenal Yudas, sekarang bocah ini sedang menggunakan nama Geng Sanur untuk menghasilkan banyak uang!”


Aron berkata dengan dingin.


“Baik, saya akan segera memeriksanya….”


Setelah berkata, Jekson mematikan teleponnya dan bergegas memeriksanya.


Segera, Jekson kembali menelpon : “Tuan Aron, saya sudah bertanya, Benny mengatakan kalau dia kenal dengan seseorang di Kota Tuba yang bernama Yudas, tapi tidak terlalu akrab!”


“Benny?” Aron mengingat kembali, Benny ini adalah kakak sepupunya Benhard, teman sekelasnya dulu, dia juga mematahkan satu tangannya waktu itu!


“Saya akan mengirimkan alamatku padamu, suruh dia datang untuk membereskannya sendiri!”


Setelah berkata, Aron langsung mengirimkan lokasinya kepada Jekson!


“Aron, bajingan, apa kamu sudah selesai berlagak? Saya beritahu, orangku akan segera tiba, saat itu kamu tinggal tunggu mati!”


Yudas berkata dengan kejam.


​Aron mengabaikannya, dan berkata kepada bibi keduanya serta orang tuanya seniri : “Ayo makan, jangan hiraukan dia!”


Tapi di saat seperti ini siapa lagi yang masih selera makan.


“Aron, ayo kita pergi saja!” Bibi kedua Aron berkata dengan ketakutan.


“Pergi, kalian siapapun tidak boleh pergi!” Yudas berdiri di depan pintu dan berteriak keras!


“Tidak usah pergi, ayo makan saja, bibi kedua tidak usah takut!”


Tapi bagaimanapun Aron membujuk, tidak ada satu orang yang selera makan!


Dua puluh menit berlalu, dari lantai bawah tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang bergegas naik ke atas!


“Orang-orang ku sudah tiba, kalian tunggu saja!” Yudas berkata dengan bangga!


Saat ini, raut wajah bibi kedua Aron dan keluarganya, serta Celine dan Wahyu seketika berubah!


Segera, belasan orang bergegas masuk dengan membawa tongkat, mereka semua bertato dan terlihat mengintimidasi.


“Kak Yudas, siapa yang berani menyinggungmu?”


Salah satu diantara mereka bertanya pada Yudas.


“Lihat baik-baik semua orang ini, satu pun tidak boleh pergi, hari ini saya akan membunuh mereka semua!”


Yudas memasang ekspresi muram lalu berkata pada Nuri : “Nona Nuri, sebaiknya kamu menyingkir, jangan sampai darah memercik tubuhmu nanti, jangan ikut campur dalam masalah ini, saya yakin Keluarga Utomo tidak ingin menjadi musuh Tuan Jeks kan?”


“Saya tidak peduli!” Nuri menggelengkan kepalanya!


Shella menatap Nuri dengan kaget : “Kakak ipar, kamu….kamu kenapa tidak peduli, kalau kamu tidak peduli kakakku akan kehilangan nyawanya!”


“Tenang saja, kakakmu berumur panjang!” Nuri tersenyum!


Saat ini, Shella kebingungan, kalau Nuri tidak memperdulikan Aron, maka Aron punya dukungan apa!


Bibi kedua Aron juga tidak tahu harus bagaimana, dia hanya bisa berkata pada Yudas : “Yudas, saya mewakili Aron meminta maaf padamu, kamu jangan……”


“Enyah!” Yudas mendorong bibi kedua Aron ke samping!


Aron bergegas memapah bibi keduanya, dan berkata dengan dingin kepada Yudas : “Kamu sudah kehilangan kesempatan terakhirmu untuk tetap hidup, berjuanglah!”


“Tidak usah menakutiku, bajingan, saya tumbuh dengan ditakut-takuti!” Yudas tidak peduli dan berteriak keras : “Bukankah kamu juga berlagak bisa memanggil orang? Dimana orangmu?”


“Orangku akan segera sampai!” Aron berkata dengan tenang.


“Baik, saya akan memberimu waktu sepuluh menit lagi, saya akan menunggu orang mu datang, saya mau lihat di Kota Tuba ini siapa yang berani melawanku!”


Yudas memindahkan sebuah kursi dan duduk, lalu mendengus!