
“Hm, Ketua Mafia dari Kota Sanur juga tidak ada apa-apanya!” Delfin mendengus!
Jekson tergeletak di lantai, rasa sakit yang parah membuat wajahnya muram, dia ingin bangun, tetapi dia tidak bisa menggunakan kekuatannya sama sekali.
“Kamu Aron?”
Setelah memukuli Jekson, Delfin berjalan ke arah Tedi dan bertanya.
Tedi sudah tercengang dari tadi, dia tahu jelas kekuatan Jekson, sekarang hanya satu tinju saja berhasil membuatnya tersungkur, bahkan tidak bisa berdiri, bagaimana mungkin Tedi tidak kaget.
Melihat Tedi yang kaget, Delfin mengernyitkan keningnya, dia sudah mendengar dari Erick kalau kekuatan Aron sangat kuat, bagaimana mungkin dia bisa kaget sampai seperti ini?
Kalau sepengecut ini, sepertinya juga tidak perlu dia sendiri yang turun tangan, dan pengurus rumah Keluarga Wisono, Paman Joni juga tidak akan mati!
“Kamu bukan Aron?” Delfin kembali bertanya dengan bingung.
“Bu….bukan…..” Tedi menggelengkan kepalanya sekuat tenaga!
“Lalu dimana Aron?” Delfin kembali melangkah mendekati Tedi, dan kedua wajah mereka sudah hampir menempel.
Delfin menatap Tedi dengan tatapannya yang dipenuhi keinginan membunuh, dan membuat Tedi ketakutan setengah mati, dia sama sekali tidak berani menatap Delfin.
“Saya…..saya tidak tahu, dia….dia sudah pergi dari Kota Namae!”
Tedi gemetar hebat dan berkata dengan terbata-bata.
“Sudah pergi?” Delfin mengernyitkan keningnya lalu melihat ke arah Nuri dan dua wanita lainnya lalu bertanya dengan dingin : “Di antara kalian bertiga, siapa yang namanya Nuri?”
Tiga wanita itu seketika ketakutan dan tidak ada yang berani berbicara!
Mereka tahu jelas apa alasan Delfin mencari Nuri!
“Tidak mau bicara ya? Kalau tidak mau bicara, saya akan menelanjangi kalian bertiga dan melemparkan kalian ke jalanan agar semua orang melihat kalian……..”
Mata Delfin melebar, tubuhnya dipenuhi api amarah!
Ketiga wanita itu berpelukan erat, ingin mengandalkan satu sama lain untuk memberi rasa aman kepada diri mereka sendiri, tapi saat ini mereka bertiga tidak lagi bisa memberi rasa aman kepada satu sama lain
"Seorang pria dewasa, beraninya menggertak wanita, kalau punya keberanian, lawan saya….”
Delfin tidak memperdulikan Jekson, dia memberi isyarat kepada beberapa bawahannya, dan beberapa bawahannya berjalan ke hadapan Jekson lalu mulai meninju dan menendang Jekson!
Melihat Jekson dipukuli hingga separah itu, tiga wanita itu menjadi lebih pucat lagi!
“Saya tanyakan lagi, siapa di antara kalian yang bernama Nuri, sekarang saya beri kalian waktu tiga detik untuk memikirkannya, atau saya akan membawa kalian semua pergi!”
Delfin menakuti Nuri dan yang lainnya dengan tatapan ganas, dan mulai menghitung mundur!
“Tiga!”
“Dua!”
“Satu!”
Pada saat itu, Nuri menggertakkan giginya dan hendak melangkah maju, dia tidak ingin Yuri dan Yumi terjerat dalam masalahnya!
Namun saat Nuri belum membuka mulut, Yumi mengambil langkah maju.
“Saya, saya Nuri…..”
Yumi masih terlihat takut, tapi tatapan matanya begitu tegas!
“Kak……..”
Nuri tidak menyangka Yumi akan membelanya!
Delfin melirik Yumi sekilas dan mencibir : “Pantas saja Erick tertarik padamu, penampilanmu lumayan!”
Pada saat ini Tedi melihat Yumi yang melangkah maju, seketika membeku dan pucat, dia membuka mulut ingin memanggil Yumi, tapi dihentikan oleh tatapan Yumi!
Pada saat seperti ini, sifat egois manusia pasti akan muncul, Tedi tidak ingin Yumi mengambil resiko, Yumi adalah pacarnya, kalau dia dibawa pergi oleh mereka, membayangkan dengan jari kakinya saja dia sudah tahu apa yang akan terjadi!
Namun saat melihat tatapan mata Yumi, Tedi ragu, dan pada akhirnya dia tidak bisa membuka mulut!
#yang suka baca novel ini jangan lupa tinggal kan jejak ya, Mohon bantuan Vote bintang 5, like komen... gratis kok🙏