
Hanya saja Yenni tidak tahu tentang perasaan Aron, dia juga tidak bisa menebaknya!
“Sudah selarut ini, apa yang kalian obrolkan didepan?”
Pada saat itu, Aron pulang dengan senyuman sungmirah diwajahnya!
“Kak Aron…….”
Melihat Adon pulang, Yenni bergegas menghampirinya dan memeriksanya dengan khawatir, tapi dia menyadari kalau Aron tidak terluka!
Lissa dan Wahyu yang melihat Yenni menghampiri Aron seperti itu hanya tersenyum!
Hanya Sheli yang menghela nafasnya : “Akan sangat baik apabila saya bisa melihat mereka menikah dengan mataku sendiri…..”
Aron yang mendengarnya awalnya ingin menjelaskan pada orang tuanya kalau dia hanya menganggap Yenni sebagai adiknya,
hanya saja melihat tatapan hangat dari mereka membuatnya tidak bisa berkata apapun!
“Ibu, tenanglah, saya pasti akan mencari cara untuk menyembuhkan matamu…..”
Aron tidak menjelaskan, dia hanya mengatakan yang dia bisa!
“Saya sudah terbiasa, jangan pedulikan saya, kalian bekerja lah dengan baik, setelah berhasil mengumpulkan uang, beli rumah pengantin, lalu beli mobil, saya dan ayahmu sepertinya sudah tidak bisa membantumu lagi!”
Sheli berkata dengan nada penyesalan!
Meskipun Aron belum menikah , mereka sebagai orang tua sudah tidak bisa membantu apapun lagi, dia merasa sedikit bersalah!
“Sheli, jangan seperti itu, yang penting mereka bisa melewati hari dengan baik saja, keluarga kami juga tidak akan menuntut apapun….”
Lissa menepuk-nepuk pundak Sheli!
Aron yang mendengarnya merasakan ketidak nyamanan dalam hatinya, hanya saja dia benar-benar tidak bisa membuka mulut!
“Kak Aron, Paman Wahyu membelikanmu mobil, besok kita bisa mengendarainya ke perusahaan….”
Yenni berkata pada Aron, dia berkata seperti itu untuk mengubah topik pembicaraan para orang tuanya, bagaimana pun hubungannya dan Aron belum resmi, membahas masalah pernikahan saat ini terlalu awal!
“Aron, ayahmu sudah berkeliling seharian untuk membelikanmu mobil ini, biarpun bukan mobil mewah, tapi bisa membuat kalian berangkat kerja dengan nyaman…..”
Lissa berkata pada Aron!
Mereka berjalan kelantai bawah, Aron dan Yenni melihat sebuah mobil sedan Accord berwarna perak yang terparkir di parkiran bawah, jelas tidak terlihat seperti mobil baru!
“Aron, ini adalah sebuah accord bekas, meskipun bekas tapi kilometernya masih lumayan rendah, ini adalah mobil tangan pertama, kondisinya juga masih bagus, harganya hanya empat puluh jutaan, saya membelikannya untukmu, jangan salahkan Ayahmu yang tidak berkemampuan ini…..”
Wahyi berkata dengan rasa bersalah pada Aron!
Aron yang mendengar perkataan Wahyu merasa matanya menjadi lembab : “Ayah, mobil ini sudah sangat bagus, sekarang saya sudah menghasilkan uang sendiri, kalian tidak perlu mengkhawatirkanku lagi….”
“Hm, bisa melihatmu bekerja dengan baik, saya juga sudah tenang, bekerjalah dengan baik, kamu akan memiliki segalanya dikemudian hari!”
Wahyu mengangguk dan menyemangati Aron!
Aron yang awalnya hanya ingin bekerja selama beberapa hari dan mencari alasan untuk berhenti karena akan mengganggu jadwal latihannya, tidak berani berhenti lagi karena harus membuat kedua orang tuanya berhenti khawatir, dia hanya bisa terus bekerja untuk sementara!
...****************...
Keesokan harinya, Aron mengendarai Accord bekasnya menuju perusahaan, biarpun mendapatkan hinaan dari sekelompok orang, Aron sama sekali tidak peduli!
Begitu juga dengan Yenni yang memilih untuk tidak mendengarkan hinaan itu, dia saat ini merasa sangat senang karena bisa berangkat kerja bersama dengan Aron setiap harinya!
“Aron, kamu harus berhasil menagih hutang hari ini, kalau tidak berhasil, enyahlah…”
Baru mulai bekerja belum lama, Billy sudah menemukan cara untuk memerintah Aron!
Masalah kemarin membuat Billy merasa sangat membenci Aron, memukuli dirinya dan mempermalukannya didepan umum, Billy tidak mungkin membiarkannya begitu saja!
Aron menatap Billy dengan dingin dan tidak memperdulikannya, Yenni yang merasa gelisah.
“Pak Billy, hutangnya banyak sekali, bagaimana mungkin bisa ditagih dalam sehari? Kalau seperti ini bukankah Anda sedang mempersulit Kak Aron?”
Aron tidak berkata apapun, hanya Yenni yang mengutarakan ketidakadilan terhadap Aron!
“Kenapa? Kamu juga ingin menagih hutang bersamanya? Kalau begitu, kamu dan dia jadi satu tim, kalau hari ini tidak berhasil menagih, jangan bekerja lagi disini….”
“Pak Billy, saya memilih ganti tim…..”
Seketika, Rico sibuk mengangkat tangannya.
Dia menyadari kalau Billy sedang menargetkan Aron, karena sikap Aron yang tidak menghormati Junio semalam, dia merasa berada dalam satu tim yang sama dengan Aron hanya akan membuatnya ikut sial!
“Baik, kalau begitu kamu dan Yenni akan berganti tim!”
Billy mengangguk!
Kali ini Mona hanya melihat dan tidak membantu Yenni berbicara, karena bagaimanapun Aron memukuli Billy
semalam dan itu membuat dia merasa tidak senang, apalagi Aron berani menyinggung Junio kali ini, itu sama saja dengan cari mati!
Billy kembali ke ruangannya, dan Rico segera membereskan barang-barangnya dan berpindah tempat!
Melihat Rico yang seperti itu, Aron hanya tersenyum sinis, awalnya dia merasa Rico adalah anak yang lumayan, dan berniat untuk mempekerjakannya kembali dimasa depan, lagipula masalah mempekerjakan siapa hanya butuh satu kalimat dari Aron, Nuri tidak akan peduli soal itu!
Hanya saja saat ini, pemikiran Aron langsung sirna, mungkin inilah yang disebut dunia kerja, kalau menghadapi konflik, kamu pasti akan menyelamatkan diri sendiri terlebih dulu!
“Kak Aron, bagai….bagaimana sekarang?”
Yenni menatap Aron dengan pasrah!
Mereka baru mendapatkan pekerjaan sebaik ini dan membuat orang tuanya merasa senang, kalau sampai dipecat, bagaimana mereka akan menyampaikannya kepada orang tua mereka?.
“Tenang lah, semua hutang ini akan dibayarkan langsung ke rekening perusahaan sebentar lagi…”
Aron menghibur Yenni!
Tentu saja, Yenni tidak akan percaya begitu saja, itu semua adalah piutang tak tertagih, bagaimana mungkin dibayarkan begitu saja saat ini, kecuali para bos itu tiba-tiba mengalami kerusakan otak!
“Yenni, kenapa kamu harus menyusahkan dirimu sendiri, habislah sudah, kamu juga akan ikut dipecat bersamanya, dengan persyaratanmu kamu bisa mencari pacar yang jauh lebih baik daripada Aron, putus saja dengan Aron, kakak akan memperkenalkanmu pada anak-anak konglomerat….”
Ivanna menghampiri dan berkata pada Yenni.
Yenni tidak mengatakan apapun, dia hanya menggelengkan kepalanya, meskipun harus dipecat dia tidak ingin dipisahkan dari Aron!
“Anak ini….” Ivanna yang melihat itu hanya bisa tersenyum tanpa daya.
Mona awalnya juga ingin membujuk Yenni, tapi melihat kejadian itu dia merasa sudah tidak ada gunanya lagi, dia tahu hari ini akan menjadi hari terakhir Aron dan Yenni bekerja!
“Baru datang dua hari, sudah akan dipecat, sepertinya ini akan menjadi kejadian pertama di perusahaan!”
“Tentu saja, saya belum pernah bertemu dengan karyawan segila itu, bahkan berani memukuli manajer!”
“Dia pantas mendapatkan itu, pamer apanya, kalau sudah hebat kenapa masih bekerja?”
Seketika semua karyawan departemen pemasaran sedang membicarakan Aron!
Dan pada saat itu, tiba-tiba seorang karyawan bagian keuangan datang menghampiri!
“Windy, kenapa kamu datang kemari? Apakah ada pembukuan yang salah?”
Melihat ada karyawan dari bagian keuangan yang datang, Mona menghampiri dan bertanya.
“Kak Mona, departemen kalian hebat sekali, sepagi ini, semua piutang tak tertagih sudah dibayarkan ke rekening perusahaan, sekarang tidak ada satu perusahaan pun yang berhutang pada kita, siapa yang bertanggung jawab atas semua piutang ini? hebat sekali….”
Windy dari departemen keuangan bergegas menceritakan pada Mona!
“Apa? Semua piutang tak tertagih sudah dibayarkan?” Mona seketika tercengang!
Seketika seluruh karyawan di departemen pemasaran langsung berdiri dan menatap Windy dengan tatapan tak percaya!
“Windy, kamu tidak salah? Piutang sebanyak itu, semuanya sudah dibayarkan?”
Ivanna bertanya dengan ragu.
“Untuk apa saya membohongi kalian, lantas kalian tidak tahu? Semua piutang ini selalu kalian yang mengurusnya, siapa yang berhasil menagihnya kalian benar-benar tidak tahu?”
Windy menatap Mona dan Ivanna dengan penasaran..