
Bambang menjadi tertekan, dia kelihatan ingin memukul Aron!
Kurniawan yang melihat itu segera menghadang Bambang : “Bambang, Tuan Aron sedang mengobati istrimu, apa yang kamu lakukan?”
“Tenagn saja, istrimu ini hanya pingsan, dia tidak akan kenapa-kenapa!”
Aron berkata lalu duduk di sisi ranjang, satu tangannya memegangi nadi wanita tua itu, dan kemudian memindahkan sejumlah energi spiritual dari tubuhnya ke tubuh wanita itu!
Kalau wanita tua itu kesurupan, maka energi spiritual yang Aron pindahkan kedalam tubuhnya pasti akan memaksa setan itu keluar, tapi tidak peduli sebanyak apapun energi spiritual yang Aron pindahkan, wanita tua itu tidak bereaksi!
Aron mengernyitkan keningnya : “Lantas apakah saya salah?”
Sejak awal Aron mengira wanita tua ini kesurupan, dan dia perlu memaksa setan itu untuk keluar dari tubuh wanita tua lalu menyerap energinya dan memperbaikinya, tapi sekarang, kelihatannya wanita tua ini tidak kesurupan!
“Tuan Aron?” Kurniawan berteriak pelan pada Aron yang termenung, dengan raut wajahnya yang sedikit aneh!
Nuri juga memberanikan diri untuk berdiri disamping Aron, meskipun dia takut, tapi dia juga penasaran seperti apa rupa setan itu!
Tapi Aron tetap termenung, dan suasana di kamar itu menjadi canggung!
Aron menarik tangannya perlahan, keningnya terlihat mulai berkeringat!
Tadi dia mengerahkan terlalu banyak energi spiritual, dan membuatnya sedikit kelelahan!
“Dia bukan kesurupan, saya akan memeriksanya lagi…”
Setelah berkata, Aron mengambil jarum perak dan menusukkannya pada pergelangan tangan wanita tua itu lalu memutarnya dengan pelan!
Segera, jarum perak itu menusuk secara menyeluruh ke pergelangan tangan wanita tua.
Setelah beberapa saat, Aron menarik jarum perak itu dan pergelangan tangan wanita tua itu tiba-tiba meneteskan darah hitam!
Saat melihat tetesan darah hitam dari pergelangan tangan wanita tua, semua orang tercengang, terutama Bambang, wajahnya terlihat sangat panik, dia ingin mengatakan sesuatu tapi takut akan mengganggu Aron.
“Ini adalah gejala keracunan, sepertinya dia keracunan dan membuat kewarasannya terganggu, makanya dia menjadi seperti orang gila…”
Aron menjelaskan!
“Keracunan?” Kurniawan tercengang, dia menatap Bambang lalu berkata : “Bambang, sebelum sakit, apakah istrimu memakan sesuatu? Kenapa bisa keracunan?”
Bambang mengernyitkan keningnya dan memikirkannya kembali, lalu menggelengkan kepalanya : “Sepertinya dia tidak memakan apapun, setelah pulang dari berziarah, kami hanya makan seperti biasa, saya juga ikut makan, kenapa saya tidak keracunan?”
Seketika itu Kurniawan juga tidak tahu harus berkata apa, dia hanya menatap Aron!
“Coba ingat-ingat lagi, apakah istrimu memakan sesuatu setelah berziarah, meminum air, memakan buah-buahan atau tanaman liar, atau memegang sesuatu yang ada disekitar sana?”
Aron kembali bertanya kepada Bambang.
“Tidak….tidak ada, tidak memegang apapun….”
Hanya saja, saat menjawab, Bambang menghindari tatapan mata Aron.
Melihat Bambang yang bersikap seperti itu, Aron tahu kalau dia pasti sedang berbohong!
Karena mereka tidak berniat berkata jujur, maka tidak peduli betapa Aron mengasihani mereka, dia juga tidak bisa menyembuhkannya!
“Kalau begitu, kalian cari saja dokter lain, saya tidak bisa menyembuhkan..!Aron menyimpan kembali jarum perak dan hendak pergi!
Seketika itu Bambang menjadi panik, dan Kurniawan juga menyadari kalau Bambang sedang menyembunyikan sesuatu, lalu memarahi Bambang : “Bambang, saya meminta bantuan Tuan Aron untuk menyembuhkan istrimu, tapi kamu malah tidak mau berkata jujur, apa kamu berniat melihat istrimu mati begitu saja?”
Bambang tampak serba salah, dia melihat istrinya yang terbaring di ranjang, dan menggertakkan giginya dan berkata : “Kami memang melihat sesuatu saat berada di kuburan, lalu istriku mengambilnya dan membawanya sampai ke rumah….”
#Buat para Raider yang baik dan sangat pengertian, kalau suka dengan novel ini tolong tinggalkan jejak ya...! biar ada feedback untuk Author, biar semangat jangan sampe putus di tengah jalan...🙏🙏🙏