ARON

ARON
Gunung Sahara



Sampai di rumah keluarga Utomo, Aron yang melihat Kurniawan segera bertanya : “Tuan Kurniawan, apakah Pemimpin Bu Xu sudah pulang?”


Kurniawan menganggukkan kepala : “Benar, pemimpin sudah pulang!


“Kalau begitu Tuan Kurniawan, tolong segera bawa saya kesana!” Aron sedikit tidak sabaran!


“Tuan Aron, pemimpin memang sudah pulang, hanya saja….”


Raut wajah Kurniawan terlihat jelek!


“Tuan Kurniawan, kalau ada masalah katakan saja langsung, kalau mengenai uang, saya bisa membayarnya!”


Kata Aron.


“Tuan Kurniawan, berapapun harganya katakan saja, Kuas Spiritual dan Batu Sinabar itu akan digunakan untuk menyembuhkan mata Bibi, kedua benda itu sangat dibutuhkan!”


Nuri juga membuka suara!


Dia tahu tujuan Aron menginginkan kedua benda itu, saat Aron memberikan daftar bahan obat kepadanya, dia juga mencantumkan kedua benda itu, Nuri juga mencarinya dengan sepenuh hati, dia bahkan memberikan imbalan tinggi namun benda ini sangat jarang ditemui, benar-benar langka!


Kurniawan menggelengkan kepalanya : “Tuan Aron, Nona Nuri, pemimpin itu tidak memerlukan uang, bagi mereka yang sudah mendapatkan pencerahan, uang hanyalah hal duniawi, hanya saja, pemimpin memiliki seorang putri, dan sekarang sedang sakit parah, bahkan dokter-dokter terkenal pun tidak bisa menyembuhkannya, jadi dia berharap bisa meminta bantuan Tuan Aron menggunakan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar untuk menyembuhkan putrinya!”


Aron yang mendengarnya langsung mengerti kalau Indrawan pasti memberitahu pemimpin tentang keahlian pengobatan dirinya makanya pemimpin baru meminta bantuan atas hal ini, hanya saja, asalkan itu bukan kerusakan organ atau orang tua yang sudah sekarat, Aron pasti punya cara untuk menyembuhkannya!


“Tuan Kurniawan, apa penyakit putrinya pemimpin itu?”


​Tanya Aron.


“Saya juga tidak tahu secara jelasnya, hanya saja pemimpin pernah berkata kalau putrinya sudah lemah sejak kecil dan sering sakit, tubuhnya juga dingin seperti dibekukan dalam gua es, sebelum tidur mereka akan menyelimutinya dengan banyak selimut, namun itu juga tidak membantu dan ini sudah terjadi selama bertahun-tahun, mereka juga sudah mencari dokter kesana kemari, kali ini mereka juga sudah pergi menemui seorang dokter yang berada sangat jauh, namun hasilnya nihil!”


“Pemimpin Bu Xu juga sudah mencari dokter kemana-mana demi menyembuhkan putrinya, dia juga sering bersedekah untuk mengumpulkan pahala, agar putrinya bisa segera sembuh, namun sudah bertahun-tahun, sepertinya tidak membuahkan hasil apapun!”


Kurniawan menjelaskan.


“Tubuhnya seperti dibekukan dalam gua es?”


Aron tidak ingin menunggu, dia ingin segera mendapatkan Kuas Spiritual dan Batu Sinabar untuk menyembuhkan mata ibunya sendiri!


“Baik, kalau begitu kita berangkat sekarang!”


Kurniawan menganggukkan kepalanya.


Dua mobil berangkat dari Hotel Sadewa menuju Yayasan Sahara!


Yayasan Sahara berada diatas puncak gunung Sahara, Gunung Sahara adalah gunung terbesar di Kota Canna, gunung Sahara dipenuhi dengan hehutanan yang lebat, dan sangat curam, namun ada rumor yang mengatakan kalau ada titisan dewa yang muncul di Gunugn Sahara, dan menyelamatkan banyak orang yang tersesat di gunung itu, jadi banyak orang yang menggalang dana untuk membangun Yayasan Sahara yang ada diatas Gunung Sahara.


Untuk menuju ke Yayasan Sahara hanya ada satu jalan yang berkelok-kelok, jalannya tidak terlalu mudah dilewati, namun karena Yayasan Sahara lumayan terkenal, setiap harinya ada banyak turis yang datang untuk berdoa.!


“Tuan Aron, kita hanya bisa berjalan menuju keatas!”


Sesampainya di kaki gunung Sahara, Kurniawan berkata.


“Ayo!” Aron menganggukkan kepalanya!


Sebenarnya Aron juga sudah tahu tentang Yayasan Sahara sejak awal, hanya saja dia tidak pernah datang kemari sekalipun!


Niko tetap dibawah untuk menjaga mobil, Aron, Kurniawan, Jekson, lalu Jhonatan dan Nuri berjalan menuju keatas gunung!


Karena ada Aron, Kurniawan merasa kalau keselamatannya tidak akan terancam, maka dia tidak memerlukan Niko untuk melindunginya!


Nuri yang melihat banyak pepohonan hijau dan jalan pegunungan merasa sangat bersemangat, dia tidak berhenti berlari kesana kemari lalu berteriak beberapa kali!


“Nuri, kalau terus seperti ini, kamu tidak akan bisa mencapai puncak gunung, atau kamu akan kelelahan saat turun nanti!”


Jhonatan memperingatkan Nuri.


​Mendaki gunung itu kalau penuh semangat di awal tidak akan merasa lelah, tapi nanti akan merasa lelah dan tidak sanggup mendaki lagi setelah beberapa saat, karena itu, energi harus di pertahankan sejak awal!


“Saya tidak masalah!” Nuri tidak mendengarkan ucapan Jhonatan dan membuat Jhonatan tidak punya cara lain!