ARON

ARON
Adanya Pesaing Cinta



“Sekarang saya akan memberitahumu beberapa bahan obat yang umum, tidak mahal, tolong bantu saya membelinya, saya akan membuat beberapa Pil Peremajaan untuk kamu jual, mau dijual dengan harga berapa, kamu sendiri yang memutuskan!”


Setelah mendengar perkataan Aron, Jekson langsung menyuruh seseorang membawakan pulpen dan kertas agar dia bisa mencatat!


“Bunga kacapiring, bunga kala lili, biji leci, sijiqing, buka kacubuang, bunga taik ayam, bunga bank……”


Aron menyebutkan belasan bahan obat dan semuanya merupakan bahan obat yang umum dan bisa dibeli dengan mudah juga tidak mahal!


“Sudah kamu catat semuanya?” tanya Aron pada Jekson.


“Penguasa, sudah saya catat, semua ini adalah bahan obat yang sering ditemui, di toko obat tradisional di kota Sanur juga ada, hanya saja tidak banyak, saya akan mengutus seseorang untuk pergi ke Kota Namae, disana adalah lahannya bahan obat, bahan obat seperti apapun ada, dan sangat murah jadi kita bisa menghemat cukup banyak uang!”


Jekson yang mengetahui Aron memerlukan bayak uang, langsung memikirkan cara untuk berhemat dan tidak berani boros!


“Kota Namae?” Aron tiba-tiba teringat kalau beberapa ratus mil dari barat daya Kota Sanur, ada Kota Namae yang merupakan ladangnya bahan-bahan obat di Negara Arunika.


Bahkan bisa dibilang sebagian besar bahan obat yang beredar di Arunika berasal dan didistribusikan dari Kota Namae, bahkan Kota Namae sampai dijuluki dengan Kota Obat!


“Entah di Kota Obat ini ada bahan obat yang saya butuhkan tidak ya!”


Bahan obat yang diperlukan oleh Aron merupakan bahan obat yang berharga, untuk membuat Pil Penambah Energi, dia memerlukan ginseng gunung, jamur Lingzhi dan sejenisnya, yang harus berusia paling tidak diatas tiga ratus tahun, bahkan yang berusia 100 tahun pun tidak boleh!


Karena ginseng gunung dan jamur Lingzhi yang berusia diatas tiga ratus tahun pasti berasal dari pegunungan tandus dan tidak berpenghuni, jadi tidak banyak yang bisa di petik, dan selain itu, untuk memberikan efek maksimal pada Pil Penambah Energi, masih ada satu bahan pendukung yang dia perlukan, yaitu Teratai Salju Tianshan.


Untuk mendapatkan Teratai Salju Tianshan, tingkat kesulitannya berkali-kali lipat, oleh karena itu Aron juga tidak bisa mendesak, dia hanya bisa mengumpulkan uangnya terlebih dulu, lalu memberikan imbalan besar untuk membeli barang-barang itu, bagaimanapun koneksinya cukup banyak!


“Penguasa, di Kota Namae ada sebuah acara lelang, yang khusus melelang barang-barang langka yang dikumpulkan dari seluruh dunia, dan banyak diantara barang-barang itu merupakan bahan obat berharga, saya akan mengutus seseorang untuk menetap disana, dan kalau ada bahan yang Penguasa butuhkan, saya akan langsung menghubungimu!”


Jekson berbisik.


“Baik, hanya bisa seperti itu dulu!”


Aron juga tidak berlama-lama di Restoran Daffa, setelah berpesan pada Jekson, dia segera menuju kediaman Keluarga Utomo!


Pil obat untuk Juan sudah selesai diramu, Aron akan mengantarkannya kepada Jhonatan!


Meskipun dia dan Nuri tidak memiliki hubungan resmi, namun Jhonatan sudah pasti menjadi ayah mertuanya, itu sudah hal yang pasti!


Aron tentu tidak boleh menganggap enteng urusan ayah mertuanya!


Jekson yang mengantar Aron menuju kediaman Keluarga Utomo!


Dan baru sampai didepan pintu vila, dua orang itu melihat Audi hitam dengan plat SR A00001, sangat menarik perhatian!


“Astaga, bukankah ini mobil orang nomor satu di Kota Surau? Kenapa bisa ada disini?”


Jekson berseru kaget setelah melihat plat mobil itu!


​Aron juga sedikit bingung, kenapa mobil pemimpin Kota Sanur bisa ada di Vila Keluarga Utomo? Namun setelah dipikir-pikir, mungkin pemimpin datang mencari Jhonatan untuk membahas sesuatu, karena bagaimanapun Jhonatan adalah orang paling kaya di Kota Sanur, jadi itu bisa saja terjadi!


Aron ragu-ragu sejenak, berpikir apakah dia harus masuk atau tidak, namun pada akhirnya dia tetap turun dari mobil dan berjalan masuk, ini adalah rumah calon ayah mertuanya sendiri, jadi dia tidak perlu menahan diri, lagipula mengenal lebih banyak orang seperti ini mungkin akan bermanfaat suatu hari nanti!


Baru saja melangkah masuk, Aron melihat Nuri sedang bersama dengan seorang pemuda asing di halaman, mereka seperti sedang membicarakan sesuatu, namun raut wajah Nuri kelihatannya tidak terlalu senang!


“Brad, lain kali jangan datang kerumah ku lagi, orang yang tidak tahu akan mengira saya punya hubungan apa denganmu!”


Nuri mengernyitkan keningnya dan berkata pada pemuda itu.