ARON

ARON
Tamu Mencurigakan Walikota



“Nyonya Tiara, tidak perlu mempedulikan kami!”


Jhonatan tersenyum lalu duduk di sofa dengan Aron!


Aron melirik sekelilingnya yang dipenuhi dengan perabotan lama, tidak ada yang bernilai, ini tidak terlihat seperti rumah seorang pejabat, dan Tiara, sebagai istri orang nomor satu di Kota Sanur, namun wataknya begitu ramah, Aron tidak mengerti bagaimana seorang ibu seperti Tiara bisa mendidik seorang seperti Brad.


Tidak lama setelah Jhonatan dan Aron duduk, pintu ruang baca terbuka, empat orang keluar!


Salah satu diantara mereka adalah Willy, pria paruh baya berusia 40 tahunan yang mengenakan kacamata, pakaiannya terlihat sangat biasa, namun aura berwibawanya menyelimuti sekujur tubuhnya!


Dan tiga orang lainnya adalah investor dari Futuwa, dan salah satu diantara mereka bertubuh kecil dan kurus, dia berjanggut dan matanya terlihat cerah, Aron merasakan gelombang energi spiritual dari orang ini!


“Lantas apakah dia juga seorang cultivator?”


Aron tidak tahan untuk tidak melihatnya!


“Walikota Aston, saya berharap kamu akan mempertimbangkannya dengan baik, investasi kami akan memperkuat perekonomian di Kota Sanur, asalkan Anda membagi bagian selatan dari kota kepada kami, dalam tiga tahun kami pasti akan membangun kembali sebuah kota!”


Kata pria berjanggut itu.


“Maaf, tapi saya tidak akan membiarkan anak cucu saya menusuk saya dari belakang hanya demi uang, jadi saya juga tidak akan merugikan kepentingan khalayak umum, kalau ingin menjadi pejabat yang berprestasi tidak hanya mengandalkan uang, tapi juga mengandalkan dukungan dari para masyarakat, masalah ini tidak perlu dibahas lagi, saya tidak akan pernah setuju!”


Willy berkata dengan dingin dan tegas!


Bisa dilihat kalau Willy tidak terlalu senang berdiskusi dengan beberapa investor dari Futuwa ini!


“Karena Walikota Aston bersikeras, maka tidak ada lagi yang bisa kita diskusikan, pamit!”


Investor berjanggut itu mengulurkan tangannya pada Willy.


Meskipun diskusi mereka tidak membuahkan hasil, namun tata krama harus tetap ada, Willy juga menjabat tangan investor itu!


Namun, adegan itu dilihat oleh Aron, Aron mengernyitkan keningnya dan menatap pria berjanggut itu!


Seolah merasakan sesuatu, pria berjanggut itu juga melirik kearah Aron, namun baru melirik sekilas dia langsung menoleh kembali!


Setelah tiga investor itu pergi, Willy baru duduk disofa dengan kesal, lalu minum teh buatan Tiara dan wajahnya terlihat muram!


“Willy, Jhonatan sudah menunggumu cukup lama!


Tiara berkata dan mengingatkan Willy!


Willy baru teringat dan bergegas menyapa Jhonatan : “Jhonatan, cepat kemari, duduk disini, saya sudah kesal hingga hampir pingsan, sampai-sampai melupakanmu!”


Willy bangkit berdiri dan menatap Jhonatan dengan tatapan bersalah.


“Walikota Aston, jangan sungkan, kamu selalu bekerja keras siang dan malam demi Kota Sanur, kali ini datang mengganggumu, sungguh minta maaf ya!”


Jhonatan berjalan kearahnya dan Aron juga mengikuti di belakang!


“Jhonatan, Kota Sanur bisa berkembang menjadi seperti ini juga tidak luput dari bantuanmu, kalau kamu tidak membantu, sekuat apapun saya berusaha juga tidak ada gunanya!” Willy tersenyum : “Mengenai masalah lahan di wilayah barat Keluarga Utomo, Brad sudah memberitahuku, saya sudah mengutus orang untuk memulai proses persetujuan, asalkan tidak melanggar hukum, kamu bisa langsung datang dan mencariku, untuk apa menyampaikan pesan melalui Brad!


“Lalu, Tuan Kurniawan juga menelponku, katanya kamu ingin datang meminta maaf kepadaku, apa yang terjadi?”


Jhonatan segera menjawab : “Walikota Aston, semalam saat dirumahku, sempat ada kesalah-pahaman kecil antara Aron dan Brad, mereka berdua terbawa emosi dan Aron bersikap gegabah lalu main tangan pada Brad, karena itu hari ini saya datang membawanya untuk meminta maaf kepada Walikota Aston!”


Willy menatap Aron sekilas lalu tersenyum : “Anak muda kalau punya sedikit tempramen juga wajar, kalau sudah dipukuli ya sudah, kamu tidak perlu sampai meminta bantuan Tuan Kurniawan, saya kira kamu melakukan hal ilegal apa, kalau sudah seperti itu siapapun yang menelpon akan sulit diurus!”