
Dan tentu saja setelah melihat kemesraan Yenni dan Aron, banyak pria yang berkecil hati, bahkan Billy juga menatap Aron dengan tatapan cemburu!
Aron memperkenalkan satu per satu rekannya kepada Yenni, dan saat memperkenalkan Mona, Aron berkata : “Ini adalah putrinya Paman Denny, Mona, ayahnya dan ayahku adalah teman seperjuangan saat militer…”
Yenni yang mendengarnya langsung mengerti, saat itu Wahyu meminta bantuan orang untuk mencarikan pekerjaan, orang itu kemungkinan besar adalah ayahnya Mona!
Jadi Yenni melangkah maju dan meraih tangan Mona dengan antusias : “Kak Mona cantik sekali, sejak awal saya sudah mendengar tentang kalian dari Kak Aron dan Paman Wahyu, hanya saja belum pernah bertemu…”
Keramahan Yenni membuat Mona juga tersenyum : “Dik Yenni kamu juga cantik sekali…”
“Lalu, yang ini Rico, teman satu timku!. Aron berkata sambil menunjuk Rico yang mengenakan kacamata dan duduk di pojok ruangan.
“Halo…” Yenni tersenyum dan mengulurkan tangannya!
“Halo, halo…” Wajah Rico seketika memerah, dan dia menjabat tangan Yenni dengan lembut.
Melihat ekspresi Rico, seketira semua orang langsung menertawainya!
Segera, mereka semua menjadi akrab dan mulai bernyanyi sambil minum, dan ada beberapa orang yang mulai beraksi untuk membuat Aron mabuk, satu per satu dari mereka mulai bersulang padanya!
Melihat situasi ini, Yenni sigap dan menghadang didepan Aron : “Kalau kalian terus bersulang padanya, Kak Aron pasti akan mabuk, saya akan mewakilinya….”
Yenni mengangkat segelas bir dan meminumnya!
Sekelompok pria itu tidak bisa menolak melihat Yenni yang mewakili Aron minum, dalam persepsi mereka, Yenni hanya akan bertahan tidak lebih dari dua botol bir!
Tapi segera, persepsi mereka dipatahkan, dan kenyataannya terlalu jauh dari persepsi mereka!
Melihat Yenni yang minum dengan mereka dan tidak menunjukkan dirinya mulai mabuk, bahkan wajahnya pun tidak menunjukkan perubahan sama sekali!
Seketika mereka semua menjadi bingung, bahkan Aron sendiri menatap Yenni dengan tatapan tidak percaya!
Tidak akan ada orang yang menyangka, seorang gadis yang terlihat begitu lemah ternyata begitu kuat minum, dan seketika dibawah Yenni sudah tersusun lebih dari tiga puluh botol bir kosong!
Yenni tidak kenapa-kenapa, malah orang-orang itu yang mulai menunjukkan wajah memerah, dan ada yang mulai terhuyung-huyung.
“Sudahlah, ayo menyanyi, jangan minum terus…”
Billy yang melihat situasi ini hanya bisa menyuruh mereka untuk tidak minum lagi, kalau diteruskan lagi, Yenni tidak akan kenapa-kenapa, tapi merekalah yang akan mabuk!
“Dik Yenni, kamu terlalu kuat minum…”
Mona berkata kepada Yenni dengan rasa iri dan terkejut di matanya.
Yenni tersenyum : “Saya ini tidak punya kelebihan lain, hanya kuat minum…”
“Adik, kamu hebat sekali, kalau saya punya kemampuan minum seperti kamu, pasti tidak ada orang yang berani menantangku minum lagi…”
Ivanna juga duduk bersama Yenni, dan berkata dengan kagum.
“Kak Ivanna, tingkat toleran itu bisa dilatih kok, besok-besok saya akan mengajarimu, nama kita saja sudah mirip, kita pasti berjodoh…”
Yenni berkata sambil tersenyum.
Bisa dibilang kemampuan sosialisasi Yenni sangat baik, tidak perlu waktu lama bagi mereka bertiga untuk akrab dan mulai mengobrol layaknya tiga sekawan! “Adik, lihatlah kamu begitu cantik, tempramenmu juga bagus, kenapa malah tertarik pada orang seperti Aron? Saya melihat Aron bagaikan melihat si buruk rupa, menyebalkan sekali…”
Ivanna juga sudah mulai mabuk, dan berbicara pada Yenni tanpa ragu-ragu.
Aron yang duduk disamping tidak menyanyi dan tidak minum, dia kemudian berbincang dengan Rico, yang terlihat tidak berada di zona nyamannya!
“Kak Ivanna, sebenarnya Kak Aron itu orangnya lumayan baik loh, kami sudah berteman sejak kecil, mungkin kalian belum terlalu mengenalnya…”
Mendengar penjelasan Yvonne, Ivanna pun tidak mencibir Aron lagi, dia mengambil mikrofon kemudian berkata : “Ayo kita bernyanyi..!
Yenni tidak hanya cantik, tapi dia juga pandai bernyanyi, suaranya tidak jauh berbeda dengan suara penyanyi aslinya!
Seketika, para pria-pria disana menjadi lebih cemburu lagi terhadap Aron, bahkan tatapan Billy kepada Yenni pun semakin memanas, tapi karena ada Mona, dia tidak boleh terlalu antusias!
Ditemani suara merdu Yenni, suasana di ruangan VIP hampir mencapai puncaknya, mereka sudah mabuk dan mulai menari sambil melompat.
Rico yang dituangkan beberapa gelas juga mulai minum dan wajahnya seketika menjadi merah padam, dia juga mulai menari nari!
Hanya Aron seorang yang duduk dipojok ruangan dan mengamati dalam diam.
Pada saat mereka semua mulai menikmati suasana dengan bahagiannya, tiba-tiba pintu ruangan mereka dibuka, seorang pria paruh baya yang botak berjalan masuk dengan gelas anggur ditangannya dan diikuti oleh dua orang pengawal yang mengenakan setelan jas!
Melihat ada orang yang tiba-tiba masuk, mereka semua berhenti dan terlihat kebingungan, Yenni juga meletakkan mikrofon yang ada ditangannya!
Tatapan pria paruh baya itu sudah sedikit kabur, wajahnya juga merah, jelas terlihat sudah mabuk dan terlalu banyak minum, setelah menerobos masuk, dia menyapu seisi ruangan dengan matanya dan menyeringai : “Ternyata sekumpulan bocah ingusan ya, siapa yang tadi menyanyi, suaranya lumayan juga, ayo nyanyikan dua-tiga lagu di ruanganku…”
Perkataan pria paruh baya itu membuat semua orang yang ada diruangan saling bertatapan, tidak ada yang berani mengeluarkan suara, karena terlihat jelas kalau pria paruh baya ini bukan orang biasa, sedangkan mereka hanyalah karyawan, tidak ada satu orang pun yang berani memperkeruh suasana!
Melihat tidak ada yang menjawab, pria paruh baya itu menjatuhkan tatapannya pada Yenni, Ivanna dan Mona, karena hanya mereka bertiga yang memegang mikrofon!
“Tiga gadis ini lumayan juga, cepat bawa mereka bertiga keruanganku…”
Pria paruh baya itu berkata sambil mengeluarkan setumpuk uang dari kantongnya dan melemparkannya kepada tiga gadis itu, dan dengan segera, kedua pengawalnya bergerak menghampiri!
Hal itu mengagetkan mereka bertiga dan membuat mereka terus melangkah mundur, raut wajah Billy juga langsung menjadi masam dan berjalan menghadang didepan mereka!
Pada saat ini hanya dia satu-satunya yang memiliki jabatan tinggi, kalau dia tidak melakukan sesuatu maka orang-orang akan mengoloknya, dan bagaimanapun Mona adalah pacarnya!
Dia tidak mungkin membiarkan pacarnya sendiri dibawa pergi oleh orang lain, dan tidak memperdulikannya kan!
“Tuan, Anda siapa ya? Kami datang kesini untuk bernyanyi dan bersenang-senang, mereka bertiga adalah teman kami, bukan wanita penghibur!”
Billy berkata pada pria paruh baya itu.
“Kenapa memangnya kalau bukan wanita penghibur? Saya memberi kalian uang, kalian datang kemari dan hanya memesan bir, apa tidak malu? Biarkan tiga gadis ini bernyanyi untukku dan saya akan memesankan beberapa botol Lafite untuk kalian…”
Pria paruh baya itu maju dan menepuk-nepuk pipi Billy.
Gerakan pria paruh baya itu tidak melukainya tapi itu sangat mempermalukannya, ini membuat Billy terlihat seperti seorang bocah!
Billy menjadi marah, dan mendorong pria paruh baya itu hingga hampir jatuh!
Saat sudah mendorongnya, Billy menyesal, karena dia belum tahu siapa status orang itu, kalau sampai menjadi masalah, akan sulit untuk diselesaikan!
“Sialan, berani mendorongku?” Pria paruh baya itu mengamuk : “Pukuli dia…”
Selesai berkata, kedua pengawal itu langsung melangkah kearah Billy dan membuatnya ketakutan setengah mati!
Melihat lawan mereka mulai bergerak, karyawan lain pun langsung mengambil botol dan berdiri bersama Billy, meskipun mereka juga takut, tapi bagaimanapun Billy adalah manajer mereka, ini juga kesempatan mereka untuk menunjukkan ketulusan mereka!
Lawan mereka juga hanya bertiga, sedangkan mereka begitu ramai, pasti bisa menang melawan mereka!
Melihat situasi ini, kedua pengawal menjadi kaget, mereka tidak menyangka anak-anak muda ini begitu kompak dan membuat mereka berdua seketika tidak berani turun tangan!
Pada saat itu Billy menjadi angkuh, melihat kedua pengawal itu tidak berani turun tangan, dia malah maju dengan berlagak dan menendang salah satu diantara mereka : “Enyah dari sini sekarang dan saya akan menganggap ini tidak pernah terjadi.