ARON

ARON
Junio Kena Batunya..!!



Junio menatap tatapan Aron yang penuh ejekan, dan entah kenapa sekujur tubuhnya gemetaran, dia berusaha keras menenangkan dirinya dan berkata : “Apa ada yang harus saya harapkan? Kalau kamu kembali ya kembali!”


“Aron, kamu kembali tidak tepat waktu, kami sudah selesai makan, kalau kamu ingin makan, disini masih ada sisa makanan, kamu bisa makan sisa makanan itu agar tidak boros….”


Billy menatap Aron dengan tatapan penghinaan!


Yang lainnya mulai tertawa, mereka menatap Aron dan menertawainya dengan penuh penghinaan!


“Kenapa? Mulutmu tidak sakit lagi?” Aron menatap Billy dengan sinis!


Billy tercengang, dia terkejut dan segera melangkah mundur, kedua tangannya memegangi wajahnya!


“Billy, jangan hiraukan dia, ayo kita pulang…..”Mona juga takut Aron akan bertindak lagi, jadi dia segera menarik Billy untuk pulang!


Semua orang keluar dari ruangan itu dan menyisakan Aron dan Yenni!


“Kak Aron, kalau kamu masih lapar, kita bisa makan di warung, jangan makan makanan sisa….”


Yenni berkata pada Aron.


“Kamu juga tidak kenyang?” Aron bertanya pada Yenni dengan bingung.


"Kamu dibawa pergi oleh mereka, saya merasa cemas, jadi……”


Yenni menundukkan kepalanya, dia sangat mencemaskan keselamatan Aron, jadi dia tidak selera makan!


Melihat Yenni seperti itu, Aron merasa sedikit bersalah dan tersenyum sambil berkata : “Ayo, kita makan di warung….”


Aron membawa Yenni meninggalkan tempat itu!


Sedangkan diluar Restoran Lima, Billy sedang membukakan pintu mobil dengan hormat untuk Junio : “Pak Junio, silahkan naik….”


Junio sudah menginjakkan satu kakinya kedalam mobil, lalu kembali melangkah mundur dan berkata : “Kalian pulang saja dulu, saya lupa saya masih ada sedikit urusan yang harus diselesaikan!”


Junio ingin bertanya pada Hercules apa yang sebenarnya terjadi, kalau Hercules tidak bisa menyelesaikan perkara ini, maka dia akan meminta kembali uangnya!


“Pak Junio masih ada urusan apa, saya bisa membantu mengurusnya….”


Seketika, Aron beserta Yenni berjalan keluar, wajahnya dipenuhi senyuman!


“Aron, kamu kira kamu siapa, urusan Pak Junio apa bisa kamu selesaikan…..” Billy mendegus, lalu berkata dengan hormat kepada Junio : “Pak Junio, ada masalah apa, saya bisa membantumu mengurusnya….”


“Masalah pribadi, kalian pulang saja dulu…..”


Setelah berkata, Junio melirik Aron dan berbalik kembali ke Restoran Lima!


“Aron, bukannya tadi kamu datang naik Bentley? Kalau begitu, sekarang kamu pulang apa ada Bentley yang menjemputmu juga? Saya belum pernah melihat Bentley, bisa tidak suruh temanmu datang agar saya bisa melihatnya….”


Ivanna tiba-tiba berkata dengan penuh penghinaan pada Aron.


“Benar, saya juga ingin melihat Bentley!”


“Saya juga ingin tahu, teman Aron itu terlihat seperti apa….”


“Jangan sampai datang naik Bentley pulangnya malah naik motor!”


Semua orang mulai menghina Aron!


“Atas dasar apa saya harus memperlihatkannya kepada kalian?” Aron tersenyum dingin!


“Kamu berlagak sajalah, kamu mana mungkin punya teman yang sanggup membeli Bentley!”


“Berlagak tidak membutuhkan modal, kalau berlagak itu melanggar hukum, dia pasti sudah ditangkap sejak awal!”


“Biarpun berlagak tidak melanggar hukum, tapi tidak pantas untuk membual..


Semua orang menghina Aron dengan penuh harmoni, mereka sengaja melawan Aron agar membuat kesan baik dimata Billy!


“Saya sudah tahu kok, setelah Aron Kembali, dia malah ditinggal nikah oleh pacarnya, dengan statusnya itu, apa yang mau dia pamerkan didepan kita?”


Billy melihat semua orang mulai menghina Aron, seketika lupa akan rasa sakit diwajahnya, dan mulai menghina Aron juga!


Raut wajah Aron seketika menjadi dingin, dan langsung mengangkat tangannya!


Melihat Aron hendak memukulinya lagi, Billy baru kembali merasa takut, dia terkejut dan segera memegangi wajahnya dan bersembunyi dibalik Mona!


“Aron, sedang apa kamu, kalau kamu berani memukulinya lagi saya tidak akan tinggal diam….”


“Kak Aron, sudahlah….” Yenni menarik lengan baju Aron dengan erat!


Aron melihat Mona yang sudah seperti itu akhirnya menurunkan tangannya.


Kalau dia dan Mona sampai bersitegang, pada saat Denny dan orang tuanya bertemu dan membahasnya pasti akan membuat orang tuanya merasa khawatir!


Melihat Aron menurunkan tangannya, Billy seketika menegakkan punggungnya, tapi dia tidak berani mengatakan apapun lagi!


Dan pada saat itu, sebuah mobil Bentley melaju kearah mereka dan berhenti didepan semua orang!


Saat mereka melihat mobil Bentley itu, mereka seketika tercengang!


Aron juga sedikit bingung, dia tidak menyangka kalau Jekson akan menunggunya daritadi!


Sedangkan Yenni saat melihat mobil Bentley itu langsung berteriak dengan semangat : “Ini dia mobilnya, tadi Kak Aron datang dengan mobil ini….”


Dan saat mobil Bentley itu berhenti, seorang pria muda yang mengenakan jas turun dan berjalan kehadapan Aron lalu berkata dengan sangat sungkan : “Pak Aron, silahkan naik ke mobil….”


Aron tersenyum, dia tidak menyangka Jekson akan mengutus seseorang untuk datang menjemputnya, sepertinya dia takut kalau hubungan diantara mereka berdua akan terbongkar, karena bagaimanapun reputasi Jekson di Kota Sanur terbilang jelek!


“Yenni, ayo naik ke mobil, kita ke warung….”


Aron berkata pada Yenni dengan santai!


Mata Yenni langsung bercahaya, dia mengangguk dengan bahagia, dia tidak pernah naik mobil Bentley sebelumnya!


Setelah masuk kedalam mobil, Aron sengaja menurunkan jendela dengan bangga, dia menatap sekelompok orang itu dengan tatapan mengejek : “Saya duluan ya….”


Segera, mobil Bentley itu melaju pergi, meninggalkan Billy dan sekelompok orang itu dalam kebingungan!


“Wah, bajingan itu benar-benar naik Bentley, pamer sekali…”


“Apa mobil Bentley itu benar-benar milik temannya?”


Semua orang merasa tercengang!


“Hm, pamer apanya, palingan itu hanya Bentley sewaan, cih…”


Billy meludah dengan kasar, lalu naik ke mobilnya dan melaju pergi!


Semua orang yang melihat itu hanya bisa bubar dan pulang ke rumah masing-masing!


Dan saat itu, didalam ruangan kantor di Restoran Lima, Junio yang terlihat sangat kesal sedang menemui Hercules!


“Kak Hercules, seingatku Geng Serigala Api punya aturan yang sangat ketat, dan tidak pernah gagal dalam melakukan suatu hal, kenapa hari ini Aron masih hidup? Bahkan dia tidak terluka sedikitpun!


Junio bertanya pada Hercules. Mendengar pertanyaan Junio, Hercules bangkit berdiri dan menghampiri Junio, dan saat dihadapannya, dia langsung melayangkan sebuah tamparan pada pipi Junio, dan membuatnya terhuyung ke lantai!


Junio yang baru saja mendarat di lantai langsung ditodong dengan pisau oleh keempat bawahan Hercules, membuat Junio merasa semakin takut lagi!


“Sialan, saya hampir mati karenamu, berani sekali datang kemari untuk menanyaiku, kalau bukan karena uang 1 miliarmu saya pasti sudah melemparkanmu ke sungai untuk menjadi makanan ikan….”


Hercules berteriak marah pada Junio!


Seketika itu Junio menjadi kebingungan, dia tidak mengerti apa yang terjadi pada Hercules, kenapa dia tiba-tiba semarah ini padanya.


“Kak Hercules, saya….saya tidak berani tidak percaya padamu, hanya saja masalah ini tidak berhasil diselesaikan, apa 1 miliar itu bisa dikembalikan kepadaku….”


Junio belum sempat menyelesaikan perkataannya, tiba-tiba seorang pria kekar itu


menggoreskan pisau itu dengan kuat di leher Junio, dan membuat lehernya seketika berdarah!


“Bagaimana caramu bicara pada Pak Hercules? Apakah kamu tidak tahu aturannya kami? Uang yang sudah kami terima tidak bisa diretur kembali!


Segera pria kekar itu berteriak padanya!


Ini sudah mengagetkan Junio, dia merasa dilehernya sedang ada sebuah pisau yang dingin, dan tidak berani bicara lagi, hanya uang tidak sebeberapa!


“Enyahlah, masalah hari ini, kalau sampai terdengar di telinga orang lain, maka saya akan mencabut nyawamu…..”


Hercules mengancam Junio!


Karena meskipun bisnis mereka tidaklah besar, tapi integritas mereka sebagai pebisnis juga harus dipertahankan, kalau sampai kedengaran oleh orang lain, apa lagi yang harus mereka perbuat