ARON

ARON
Menuju Pertemuan Seni Beladiri



Lina menyeka air matanya, lalu menceritakan kembali dengan perlahan!


Ternyata saat Kurniawan masih menjabat sebagai pejabat di Kota Taka, dia memiliki hubungan yang baik dengan Keluarga Bara dari Kota Dama, saat itu Keluarga Bara hanyalah keluarga kecil dan setelah terkoneksi dengan Indrawan, Keluarga Bara perlahan-lahan menjadi semakin besar.


Saat Lina lulus dari universitas, dia bertunangan dengan Roy dari Keluarga Bara atas bantuan Kurniawan, saat itu Lina merasa Roy sangat kuat dan tampan, jadi dia sangat menyukainya!


Namun masa-masa indah itu tidak berlangsung lama, setelah Kurniawan pensiun, Roy membatalkan pernikahan dengan Lina, saat itu dia melamar Merry Darminto, dari Keluarga Darminto di Kota Dama, di depan umum, dan ini memberikan pukulan besar untuk Lina, dan Keluarga Prata, lalu hubungan antar dua keluarga juga terputus!


“Roy ini jelas-jelas lebih rendah daripada binatang!” Nuri menggertakkan giginya dengan marah setelah mendengar itu.


Aron yang mengemudi hanya bisa menghela nafasnya, seperti yang dikatakan pepatah, orang pergi lebih cepat daripada teh menjadi dingin, dan Keluarga Bara membuktikan pepatah ini dengan nyata, tapi di dalam masyarakat jaman sekarang, orang seperti ini banyak ditemukan!


Setelah makan seadanya, Aron dan yang lainnya kembali, Nuri tidur bersama Lina untuk menghiburnya, dan Aron menggunakan malam itu untuk membuat Pil Peremajaan!


Keesokan harinya, Victor dari Keluarga Filan muncul.


“Tuan Aron, kalau ingin berpartisipasi dalam Pertemuam Seni Bela Diri, kita harus berangkat hari ini, kalau terlambat, kita tidak akan menemukan tempat untuk menginap!”


Victor berkata pada Aron dengan sopan.


“Baik, kamu tunggu sebentar, saya akan berpesan sebentar!”


​Aron mengangguk, dan berpesan kepada Jekson dan Lyla untuk menjaga Nuri dengan baik, lalu ikut dengan Victor pergi ke Kota Tawil!


Kota Tawil dulunya adalah kota yang tandus, namun karena pembangunan Istana Raja Obat, ditambah lagi dengan Pertemuan Seni Beladiri yang diselenggarakan setiap tahunnya, membuat Kota Tawil menjadi makmur!


Rumah sakit, hotel, dan lalu lintas terlihat di mana-mana, dan terlihat ramai, jauh lebih makmur dibandingkan dengan kota kecil tingkat tiga dan empat lainnya!


Victor dan Aeon berhenti di depan sebuah hotel kecil.


“Tidak masalah!” Aron tidak menuntut harus tinggal di mana, dia juga tidak punya banyak permintaan!


Aron memasuki hotel dengan Victor, dan melirik sekeliling dengan santai, dia menemukan di tengah aula utama hotel, ada banyak Ahli Kekuatan Batin, dan termasuk beberapa Master Kekuatan Batin.


Ketika Victor melewati aula utama, banyak orang yang menyapanya, dan menunjukkan Victor punya kenalan yang cukup banyak.


Sampai di lantai tiga, Victor membawa Aron ke kamar yang paling dekat dengan koridor dan berkata : “Tuan Aron, ini adalah kamar terbaik di hotel ini, saya harap kamu memakluminya!”


Aron masuk ke dalam kamar, kamar itu tidak besar, hanya belasan meter persegi, dengan sebuah tempat tidur, dan kamar mandi, meskipun tidak luas, tapi kebersihannya sangat bersih, lingkungannya juga bagus, saat melihat keluar jendela, jalan satu-satunya di kota Tawil terlihat dengan jelas!


“Adik seperguruan Victor, apa kamarnya sudah selesai dipesan?”


Saat itu, beberapa orang berjalan menuju arah Aron dan Victor.


Yang berjalan di depan adalah seorang lelaki tua yang tampaknya sudah berusia 70 hingga 80-an tahun, tubuhnya kurus, dan urat-urat biru tampak di tubuhnya seperti mayat kering, hanya saja sepasang matanya sangat jernih, dan gerakannya sangat bersemangat.


Di belakangnya, ada dua pemuda, yang satu tinggi besar, sangat jantan, sedangkan yang satu lagi tampak kurus dan lemah, tapi matanya menawan, aura di tubuhnya juga sangat terasa, seperti seekor ayam jago yang siap bertarung kapan saja, penuh dengan kesombongan!


Pria yang berbicara dengan Victor adalah pemuda yang tinggi besar, dia menatap Victor dengan senyuman di wajahnya!