
Aron membawa Nuri dan yang lainnya kembali ke Kota Taka, Aron yang sudah memasuki Tahap Pembangunan Fondasi membutuhkan semakin banyak energi spiritual, tapi peningkatan kekuatannya juga semakin cepat dan ini membuat dia bersemangat!
Hari ini dia membunuh beberapa orang master dengan mudah, kalau masih berada di tahap Pelatihan Qi, dia tidak akan bisa melakukannya, termasuk saat dia bertarung dengan Doddy waktu itu, Aron harus berusaha keras.
Kalau dia melawan Doddy hari ini, maka Aron bisa dengan mudah membunuhnya dan tidak memberi dia kesempatan sedikitpun untuk melawan!
“Tuan Aron, bagaimana kalau kita mengutus seseorang untuk memantau gerak-gerik Serikat Raja Obat, saya rasa mereka tidak akan menyerahkan bahan obat dengan mudah!”
Lyla bergegas datang saat Aron sudah pulang!
Jekson memberitahukan kepada Lyla apa yang terjadi di Kota Tawil, dan Lyla sangat kaget, karena kekuatan Aron benar-benar tidak berdasar, dan kecepatannya tidak bisa dilihat dengan mata telanjang!
“Tidak perlu, saya malah berharap mereka tidak menyerahkan bahan obatnya, dengan begitu sampai waktunya yang saya inginkan bukan lagi bahan obat tapi seluruh Serikat Raja Obat!”
Aron tersenyum dingin, dan ada keserakahan tak berujung di matanya
Kalau ingin meningkatkan kekuatannya maka Aron memerlukan bahan obat dalam jumlah banyak, Serikat Raja Obat yang merupakan pengumpul bahan-bahan obat ini memang cukup membantu bagi Aron, tapi itu terbatas, Aron menginginkan seluruh Serikat Raja Obat agar kedepannya Serikat Raja Obat hanya akan memberikan bahan obat hanya untuk dirinya!
Tapi bahan obat spiritual berusia ratusan tahun itu terbatas, dan tidak mungkin tidak bisa habis, suatu hari bahan obat itu akan habis dan semakin tinggi kekuatan Aron semakin besar kebutuhannya atas energi spiritual, oleh karena itu Aron harus mencari pengganti lain selain bahan-bahan obat ini!
“Sepertinya sudah harus pergi ke Gunung Hoju, untuk melihat disana ada Batu Spiritual atau tidak.”
Aron berpikir dalam hati.
Jika ada Batu Spiritual di Gunung Hoju, maka Aron bisa tinggal di Gunung Hoju untuk berkultivasi!
Saat malam tiba, semua orang sudah memasuki alam mimpi, dan dikarenakan oleh kecelakaan yang terjadi di Pertemuan Seni Bela Diri, semua orang juga meninggalkan kota Tawil dan membuat suasana menjadi sepi!
Di jalanan di Kota Tawil, empat orang lelaki tua berjubah hitam dan berjanggut putih sedang berjalan dengan tenang, keempat orang itu berjalan dengan lambat, tapi setiap langkahnya mengambil jarak yang jauh, dalam sekejap jalanan berjarak ratusan meter itu dilewati oleh empat lelaki tua ini, dan empat lelaki tua ini adalah empat tetua dari Lembah Ilusi!
Empat lelaki tua ini langsung berjalan ke atas ring, lalu membagi pekerjaan mereka dan bekerja sama, seperti detektif yang menyelidiki sebuah kasus, dan terus menerus memeriksa jejak kaki yang ada di tanah, serta lubang besar berbentuk manusia di atas ring, yang dihancurkan oleh Dennis!
Salah seorang tetua mengeluarkan tas kainnya lalu memasukkan tangannya dan mengeluarkan segenggam bubuk berwarna perak dan melemparkannya ke udara!
Dalam sekejap, cahaya perak menyala dan bayangan manusia bergerak-gerak di udara, seperti film 3D, setiap karakternya terlihat sangat nyata!
Setelah dilihat lebih dekat, ternyata itu adalah adegan saat Aron dan beberapa orang master bertarung, hanya saja gambar itu sangat pendek, dan menghilang hanya dalam beberapa detik, dan suasana di tempat kejadian kembali menjadi gelap!
“Kakak pertama, apa kamu bisa melihat kekuatan macam apa yang dimiliki oleh anak ini?”
Tetua yang melemparkan bubuk perak itu bertanya.
Tetua pertama menggelengkan kepalanya : “Saya tidak bisa melihat menembusnya, kalau bisa membunuh Master Kekuatan Batin dengan mudah, maka bocah ini sepertinya sudah mencapai puncak Master Kekuatan Batin, atau kekuatan Grand Master Kekuatan Batin, tapi saya tidak bisa merasakan aura dari seorang grand master di sini!”
“Kakak pertama, dinilai dari lubang besar di atas ring ini, sepertinya anak ini sudah mencapai kekuatan seorang Grand Master, kalau tidak Dennis tidak mungkin mati setragis ini!”
Tetua yang sedang menyelidiki di atas ring juga bersuara.