
“Yenni, Aron itu kenal atau tidak dengan Bu Direktur? Kalau tidak mengenalnya, untuk apa Bu Direktur mencarinya?”
Mona bertanya dengan penasaran kepada Yenni.
Bagaimanapun Yenni dan Aron sudah kenal sejak kecil, bisa saja Yenni mengetahui beberapa hal tentang Aron!
Tapi Yenni mengelengkan kepalanya : “Saya juga tidak tahu, hanya saja Kak Aron baru muncul belum lama ini, sepertinya dia tidak mungkin kenal dengan orang penting seperti Bu Direktur!”
Mona juga berpikir demikian, Aron telah Menghilang selama tiga tahun, bagaimana mungkin dia mengenal Nona Nuri dari Keluarga Utomo.
“Semoga saja si brengsek itu tidak berkata yang tidak-tidak didalam, jangan sampai menyusahkan kita semua…..”
Mona berkata dengan cemas, entah kenapa dia selalu merasa Aron adalah orang yang tidak bisa diandalkan!
“Kak Aron tidak akan berbicara sembarangan!”
Yenni malah sangat percaya pada Aron.
Pada saat itu di dalam ruangan kantor, Aron membuka pintu dan melangkah masuk kedalam dengan canggung!
Aron tersenyum saat melihat Nuri yang sedang duduk di kursi!
“Bukankah kamu bilang kamu sedang dirumah?”
Nuri bertanya dengan wajah dingin.
“Ah…Saya memang dirumah, sekarang saya sudah menganggap kantor seperti rumahku….”
Aron berkata sambil memutar matanya.
“Siapa Yenni?” Nuri langsung bertanya pada intinya.
“Kalau saya bilang dia adalah adik perempuanku, apa kamu akan percaya?.
Aron menatap Nuri dan balik bertanya.
Nuri berkata dengan dingin : “Kamu rasa saya akan percaya?”
Aron tersenyum canggung, lalu menjelaskan tentang hubungannya dan Yenni kepada Nuri : “Saya dan Yenni adalah tetangga lama, dan kami tidak mempunyai hubungan seperti yang kamu pikirkan….”
Setelah mendengar penjelasan Aron, Nuri merasa jauh lebih lega, sebenarnya dia masih sangat percaya pada Aron, hanya saja dia ingin mendengar penjelasan dari mulut Aron langsung!
“Memangnya hubungan seperti apa yang saya pikirkan? Kalian mempunyai hubungan seperti apapun tidak ada hubungannya denganku, tidak usah banyak berharap…”
Nuri memutar bola matanya, namun dalam hatinya dia sudah merasa sangat senang!
Aron juga menyadari kalau Nuri sudah tidak marah lagi, dan bertanya : “Bagaimana kamu tahu saya ada disini? Lalu bagaimana kamu tahu tentang Yenni?”
Aron sangat penasaran, bagaimana bisa Nuri tahu kalau dia bekerja di perusahaan!
Karena bagaimanapun Aron hanyalah karyawan biasa, dan kabar tentangnya bekerja di perusahaan tidak mungkin terdengar sampai telinga seorang direktur, kalau pekerjaannya sampai pada tahap itu, dia pasti sudah mati kelelahan!
“Bukan urusanmu!” Nuri berdiri : “Kalau kamu mau bekerja kenapa tidak memberitahuku saja, saya bisa langsung menyerahkan jabatan Direktur kepadamu, untuk apa kamu menjadi staf pemasaran, lagipula, kamu juga tidak kekurangan uang kan?”
“Saya tidak mau menjadi Direktur, atau apapun itu, saya tidak punya waktu, saya bekerja disini hanya karena permintaan orang tuaku, mereka selalu mengkhawatirkanku, saya juga sangat sibuk, saya tidak bisa lama-lama bekerja disini!”
Aron segera mengibaskan tangannya, dia tidak ingin terjerat dalam perusahaan!
“Oh iya, kenapa Paman dan Bibi tidak tinggal di vila Perumahan Bumi Sejuk lagi? Bukankah lingkungan disana cukup baik?" Nuri tiba-tiba teringat kalau ayah dan ibunya Aron bersikeras meninggalkan vila Bumi Sejuk langsung menanyakannya.
“Saya juga tidak tahu!” Aron menggelengkan kepalanya, Aron sampai sekarang tidak tahu kenapa orang tuanya bersikeras meninggalkan Perumahan Bumi Nuri dan mengatakan hal-hal itu kepadanya.
“Hanya saja saya rasa ada orang yang mengatakan sesuatu pada mereka, makanya mereka memutuskan untuk pergi!”
Setelah mendengar penjelasan Aron, Nuri seketika menyadari sesuatu : “Saya sudah tahu, pasti ini ulah Junio, keterlaluan sekali, dia kira dengan melakukan hal ini akan membuatku suka padanya, dia sudah melewati batasnya!”
“Junio?” Aron tercengang : “Manajer umum itu?”
Aron sekarang juga paham, kenapa saat dia sedang wawancara, Junio tiba-tiba muncul dan memutuskan untuk menerimanya, ternyata dia sudah mengetahui identitasnya, tahu hubungannya dengan Nuri.
“Sudahlah, ayah dan ibuku juga baik-baik saja sekarang, mereka juga sering mengobrol dengan para tetangga lama, lain kali saja….”
Aron berencana untuk membahas masalah ini setelah beberapa waktu.
Nuri mengangguk, dia mengambil tasnya dan hendak pergi, dan saat dia sampai didepan pintu, dia berbalik menoleh : “Kalau ada yang mengganggumu, jangan segan-segan untuk memberitahuku, kalau sudah tidak ada cara lain, saya akan memecat Junio…”
“Kamu rasa ada orang yang bisa menggangguku?” Aron tersenyum santai!
Nuri juga tersenyum, lalu membuka pintu dan berjalan keluar, Aron saja berani memukuli Roney, dia begitu ahli bagaimana mungkin di kantor ini ada yang bisa mengganggunya!
Setelah Nuri berjalan keluar, Billy langsung menerobos kedalam ruangan dan bertanya pada Aron : “Aron, apa yang dibicarakan Bu Direktur denganmu?”
Aron berkata dengan dingin sambil melirik Billy : “Saya tidak mau memberitahumu…”
Selesai berkata, Aron langsung berjalan keluar dari ruangan dan membuat Billy sangat jengkel!
“Wah, Aron, jangan kira karena kamu berhasil menagih hutang kamu bisa meremehkan statusku sebagai manajermu, saya pasti akan menunjukkannya padamu…”
Billy berteriak!
Saat Aron berjalan keluar dari ruangan, seluruh orang menatapnya dan bertanya ini itu kepadanya, mereka ingin tahu apa yang dibicarakan Nuri dengan Aron, hanya saja Aron tidak menghiraukan mereka!
Di sore harinya, Aron sedang memilah daftar piutang dan mengirimkan semuanya kepada Jekson, dan meminta Jekson untuk menagih semua hutang-hutang itu!
Saat mendekati jam pulang kerja, Junio tiba-tiba muncul di departemen pemasaran dan membuat seluruh karyawan departemen pemasaran menjadi gugup, mereka takut kalau Junior akan membuat mereka lembur!
“Pak Junio…”
Billy yang melihat Junio datang bergegas menyambutnya!
Junio menyapu seisi ruangan dengan matanya, lalu tatapannya jatuh pada Aron cukup lama kemudian berkata pada Billy : “Billy, belakangan ini kinerja departemen pemasaran cukup baik, saya berencana mentraktir kalian untuk makan malam bersama, kalian semua harus ikut, tidak boleh kurang satu orang pun, tempatnya di Restoran Lima!”
Setelah selesai berkata Junio langsung berbalik pergi, meninggalkan Billy yang masih terdiam dalam kebingungan!
“Billy, saya tidak salah dengar kan? Pak Junio mau mentraktir kita semua untuk makan?
Dan dia juga mengatakan kalau kinerja departemen pemasaran cukup baik?”
Mona yang melihat situasi itu segera menghampiri Billy dan bertanya padanya.
Billy mengangguk dengan wajah kebingungan : “Apa yang terjadi pada Pak Junio hari ini? Dia salah makan obat ya?”
Perlu diketahui kalau Junio tidak pernah sekalipun mentraktir mereka makan, dan karena masalah piutang Billy selalu dimarahi setiap rapat, membuat dia merasa tidak tahu harus berbuat apa!
“Pak Billy, Pak Junio mau mentraktir kita makan adalah hal yang baik, kenapa Bapak malah tercengang, cepat buat pengumuman!”
Ivanna berkata pada Billy dengan semangat.
“Oh, benar benar…”
Billy segera tersadar dan bergegas mengumumkan kepada semua orang, dia takut kalau sudah jam pulang kerja, mereka akan langsung pulang.
Junio sudah berpesan, tidak boleh kurang satu orang pun!
“Semuanya, tadi Pak Junio datang dan memuji kinerja kita, jadi dia berencana mentraktir kita semua untuk makan di Restoram Lima, semuanya harus ikut, tidak boleh absen…”
Baru saja Billy menyelesaikan perkataannya, langsung disambut oleh teriakan meriah dari para karyawan!
“Wah, Restoran Lima, luar biasa….”
“Itu restoran terbaik di Kota Sanur, sudah setara dengan Hotel Sadewa…”
“Apa yang terjadi pada Pak Junio hari ini? Dia tiba-tiba berhati nurani?”
“Saya akan segera berdandan, tidak akan membuat Pak Junio malu!”
Seketika seluruh karyawan bagian pemasaran langsung bersiap-siap, terutama para karyawan wanita, mereka langsung berlari ke kamar mandi untuk berdandan..