
Saat matahari tenggelam dan langit menjadi gelap, Aron bangun dan merapikan pakaiannya lalu bersiap untuk pergi ke perjamuan!
Tapi Nuri masih tidur dengan pulas, Aron memanggilnya dua kali, dan Nuri malah menggelengkan kepalanya : “Kamu pergi saja sendiri, saya tidak ikut lagi, saya masih mengantuk, mau tidur!”
Aron menatap Nuri lalu akhirnya berbalik, Nuri memiliki Liontin Giok kalau ada bahaya, Aron akan langsung tahu.
Di dalam Hotel Sadewa!
Hampir semua orang terkemuka di Kota Sanur sudah tiba, dan status Jhonatan di Kota Sanur sekarang bertambah tinggi karena hubungannya dengan Aron, saat ini bahkan Kurniawan dan Willy juga bersikap sangat hormat kepada Jhonatan!
Orang-orang dari keluarga lain sangat ingin terhubung dengan Jhonatan, mereka semua terlihat sangat cemburu karena Jhonatan memiliki seorang putri yang baik!
“Tuan Aron sudah sampai…..”
Seseorang berteriak, dan Aron terlihat mendorong pintu dan berjalan masuk, semua orang berdiri di kedua sisi untuk menyambut Aron!
Aron mengangguk kecil sebagai sapaan terhadap semua orang, lalu duduk di samping Jhonatan!
Semua orang juga kembali ke tempat duduk, wajah mereka terlihat sangat bersemangat, bisa duduk dan makan bersama dengan Aron adalah hal yang dinanti-nantikan oleh banyak keluarga konglomerat!
“Tuan Aron, saya dengar kalau Ketua Detasemen Rudi mengundangmu untuk menjadi bagian dari Detasemen Perlindungan Hukum, dan memberikan posisi Ketua Detasemen kepada Anda tapi Anda menolaknya?”
Kurniawan terlebih dahulu membuka mulut dan bertanya pada Aron.
Aron tersenyum ringan : “Saya masih memiliki banyak urusan, tidak sanggup menerima tanggung jawab itu!”
Semua orang yang mendengarnya menghela nafas mereka, posisi Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Taka ditolak, sangat luar biasa, mereka akhirnya tahu sehebat apa kekuatan Aron.
Perlu diketahui, itu adalah Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Taka, kalau dibandingkan dengan Walikota Willy, itu jauh lebih besar, ini adalah jabatan yang diimpikan oleh banyak orang!
“Hari ini mari kita minum dengan baik, jangan membicarakan masalah lain……”
Jhonatan tahu Aron paling tidak suka orang lain mencari tahu tentang urusannya, jadi dia mengangkat gelasnya dan menyuarakan pendapatnya!
“Benar benar benar, ayo minum, jangan membahas apa pun…..”
Kurniawan menganggukkan kepalanya.
Segera, perjamuan itu dimulai, dan semua orang mengobrol, namun dalam hati Aron mulai mengkhawatirkan Nuri!
Kedua orang itu melewati pos petugas keamanan begitu saja, tapi para petugas keamanan itu sepertinya tidak melihatnya.
Perlu diketahui, di area perumahan elit seperti ini, orang asing tidak akan dibiarkan masuk begitu saja, apalagi kalau mereka mengenakan pakaian yang aneh, dilihat saja sudah tahu bukan orang baik!
Tetapi tidak ada satu petugas keamanan pun yang menghalangi mereka berdua, dan membiarkan mereka masuk begitu saja!
“Apa kalian merasakan ada sesuatu yang masuk ke dalam?”
Tiba-tiba seorang petugas keamanan bertanya dengan heran.
“Ada apa? Kami semua tidak melihatnya, hanya kamu yang melihatnya?”
Seseorang membantah perkataan petugas keamanan itu!
“Tidak tahu, saya merasa sepertinya ada orang yang masuk ke dalam, ada tiupan angin yang membuat bulu kudukku bergidik!”
Petugas keamanan itu tampak bingung.
“Apa kamu melihat hantu?”
“Hahahaha…….”
Petugas keamanan lainnya mulai tertawa!
Petugas keamanan itu tidak mengatakan apapun lagi, dia meraih tongkatnya dan meninggalkan pos petugas keamanan untuk berpatroli di area villa.
Bisa dilihat kalau petugas keamanan ini memenuhi tanggung jawabnya dengan baik!
Namun, saat petugas keamanan itu membawa tongkatnya dan berbelok ke sebuah perempatan, dia melihat dua sosok berpakaian hitam muncul di hadapannya, keduanya berbalut jubah hitam, dan hanya mata mereka saja yang terlihat!
“Siapa kalian?” petugas keamanan itu kaget, dan segera mengangkat tongkatnya dan bertanya.
Salah satu dari dua sosok berjubah hitam itu mengangkat tangannya dengan tiba-tiba, dan tubuh petugas keamanan itu seketika tersedot ke arahnya, lehernya tercekik, dan dia kesulitan bernafas!