ARON

ARON
Bertemu Ibu Kandung Walau Pun Hanya Virtual



Sheli mulai menceritakan kejadian tahun itu, saat mereka memungut Aron, Sheli menceritakan banyak sekali, Aron hanya mendengarkan dengan seksama!


Karena sudah menebaknya, ekspresi Aron tidak berubah banyak!


“Saat itu selain batu giok ini, tidak ada lagi peninggalan di badanmu, Ibu menyimpannya untukmu!”


Sambil berkata, Sheli membuka kotak kayu tersebut, di dalamnya terdapat sebuah batu giok berwarna hijau, di dalamnya terdapat serat-serat berwarna merah!


Aron menerima batu giok itu, langsung merasakan sebuah hawa hangat yang membungkus sekujur tubuhnya, rasa nyaman yang dirasakannya sukar dilukiskan dengan kata-kata.


Batu giok itu seperti bagian dari tubuhnya, bahkan dia merasa urat nadinya berhubungan langsung dengan inti batu giok.


“Anakku, giok ini adalah satu-satunya benda yang ditinggalkan mereka untukmu, sekarang ku kembalikan padamu, mengenai informasi lain, kami juga tidak tahu!”


Sheli berkata datar, saat ini dia sudah agak tenang!


Ada beberapa hal, setelah terucap, baru menyadari sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan!


“Aron, jika kamu ingin mencari orang tua kandungmu, kami tidak akan menghalangimu, lagipula kamu memang berhak mengetahui siapa orangtua kandungmu!


Wahyu berkata pada Aron.


“Ayah Ibu, kalian jangan khawatir, saya tidak akan pergi, saya adalah putra kalian, tidak akan berubah selamanya…”


Dengan wajah serius Aron berkata.


Melihat sikap Aron yang serius, Wahyu tersenyum terhibur!


“Betul, kamu adalah putra saya, siapa yang berani sembarangan bicara, saya akan melawan orang yang menyebutmu anak haram!”


Kedua tangan Wahyu terkepal, jika saat ini Erwin berani menyebut Aron anak haram, tanpa ragu Wahyu akan langsung memukulnya.


Setelah berbincang sejenak, Aron kembali ke kamar tidurnya!


Kembali ke kamar tidur, Aron tergesa-gesa mengeluarkan batu giok tersebut, dan menyalurkan sedikit energi spiritual ke dalam batu giok tersebut!


Tapi ketika Aron menyalurkan energi spiritual ke dalam batu giok, energi tersebut langsung terpantul kembali, inti batu giok ini ternyata terdapat tabu, Aron merasa sedikit heran!


Aron menyalurkan lebih banyak energi spiritual, tapi bagaimanapun kuatnya dia berusaha, tetap saja tidak dapat mematahkan tabu itu.


Aron menatap batu giok di tangannya, sedikit kewalahan!


Dia yakin, di dalam inti batu giok pasti ada sesuatu, tetapi apakah itu, harus terlebih dahulu menyalurkan energi spiritual, baru bisa mengetahuinya!


Di saat Aron tidak tahu harus berbuat apa, mendadak teringat adegan yang sering dilakonkan di drama televisi, mengidentifikasi hubungan darah dengan darah!


Jika batu giok ini adalah peninggalan orangtua kandungnya, bisakah membuka segel ini dengan darahnya?


Berpikir sampai disini, Aron menggigit kulit di jari tangannya, lalu meneteskan setetes ke permukaan batu giok!


Darahnya langsung terserap ke batu giok, mendadak batu tersebut memancarkan sinar merah, seluruh kamar tidurnya bersinar merah, kemudian terdengar suara teredam, batu giok di tangan langsung hancur menjadi bubuk.


​Saat ini, di tengah sinar merah tersebut, terpantul sosok bayangan seorang wanita, yang mengenakan kostum kuno berwarna putih, wajahnya sangat rupawan, bagaikan dewi dalam lukisan!


Aron menatap wanita tersebut, merasakan sesuatu yang akrab, sangat intim, seperti pernah mengenalnya…


“Anakku, tidak kusangka kamu masih hidup, syukurlah…”


Tatapan mata wanita itu terlihat antusias.


“Siapa kamu?” Aron bertanya dengan suara kecil.


“Ketika kamu berjumpa denganku, pasti merasa heran, merasa takut, tapi jangan takut, saya tidak akan mencelakaimu, karena saya adalah ibu kandungmu, sebenarnya saya tidak rela membuangmu, tapi saya tidak ada cara lain, mereka akan membunuhmu…”


“Siapa mereka?” Alis Aron berkerut