
“Belum, saya belum selesai!” Santi menggelengkan kepalanya dengan kuat : “Aron, maafkan saya, saya benar-benar terpaksa, saya juga tidak punya cara lain!”
“Kamu terpaksa atau tidak, tidak ada lagi hubungannya denganku!”
Aron menaikkan kaca jendela mobil!
Tapi Santi terus menempel di jendela mobil dan tidak mau melepaskan diri!
Saat itu, Nuri yang ada di kursi penumpang marah, dia mengabaikan hujan deras yang sedang mengguyur dan langsung membuka pintu mobilnya dan turun!
“Kamu ini tidak tahu diri ya? Cepat lepaskan, kalau kamu masih berani mengganggu suamiku, percaya tidak saya akan menyuruh orang untuk mematahkan kakimu?” Nuri berteriak pada Santi lalu menatap Santi dengan jijik : “Kamu kira kamu ini siapa? Kalau dibandingkan denganku, apa kehebatanmu? Apa kamu lebih kaya dariku? Apa kamu lebih kuat dariku? Apa kamu lebih cantik dariku “Kamu tidak sebanding denganku dari segi manapun, kenapa Aron harus memaafkanmu, dan memilihmu? Kuda yang baik tidak makan rumput di belakangnya, karena kamu sudah menyia-nyiakan dia, sekarang datang untuk memohon padanya juga sudah terlambat, cepat enyah!”
Nuri menendang Santi dengan keras dan membuat Santi terjatuh!
Santi menatap Nuri dengan marah, tapi dia tidak berani mengatakan satu patah katapun, dia terlalu malu untuk berkata-kata lagi!
Perkataan Nuri benar, dirinya tidak sebanding dengannya dari aspek manapun, kenapa Aron harus memilih dirinya?
Melihat Santi sudah tidak berulah, Nuri kembali ke kursi penumpang dan membanting pintu : “Jalan!”
Aron melihat Nuri sambil tersenyum dan langsung menginjakkan pedal gas!
“Aron…………”
Santi berteriak, tapi Aron tidak menghiraukannya Santi selalu mengira kalau Adon didukung oleh Nuri, kalau Nuri meninggalkannya maka Aron tidak perlu ditakutkan lagi, namun dia tidak menyangka malah dirinya sendiri yang menjadi badut, entah itu Kurniawan ataupun Jekson, mereka bukanlah orang yang bisa diundang oleh Keluarga Utomo begitu saja, itu semua karena Aron!
Santi tidak mengerti, apa perubahan yang terjadi pada Aron, kenapa semua orang terkemuka menjadi begitu menghormatinya……..
“Tersenyum apa kamu? Apa kamu merasa saya sangat galak?”
Tanya Nuri sambil memelototi Aron.
Aron segera menggelengkan kepalanya : “Tidak galak, saya suka kepribadian seperti ini!”
“Benarkah?” Nuri tersenyum : “Beraninya menggoda suamiku didepanku, saya tidak mengutus orang untuk mematahkan kakinya saja sudah syukur!”
“Kemana? Saya saja basah kuyup begini, kalau langsung pulang saya bisa demam!”
Nuri berkata sambil turun dari mobil juga!
“Apa maksudmu? Kamu berencana tinggal disini?”
Tanya Aron dengan kaget.
“Kenapa? Apa saya tidak boleh tinggal disini? Kamar disini banyak, kenapa tidak boleh tinggal disini? Apa jangan-jangan kamu mengira saya ingin tidur sekamar denganmu? Jangan bermimpi!”
Setelah berkata, Nuri langsung berjalan masuk kedalam vila!
Aron menatap punggung Nuri, wajahnya terlihat pasrah tapi dalam hatinya sudah sangat bersemangat!
Meskipun dia sudah menjadi kultivator, dan mengalami perubahan suasana hati yang besar, namun bagaimanapun Aron masih seorang pria!
Seorang pria normal pasti akan memikirkan hal-hal yang dipikirkan oleh pria pada umumnya!
“Aron, sudah larut malam dan hujan deras begini, kemana saja kamu?”
Mendengar suara pintu dibuka, Sheli bertanya dengan nada yang cemas!
“Bibi, maaf, kami pergi mendaki gunung tadi, jadi pulangnya kemalaman!”
Mendengar suara Sheli, Nuri sibuk menjelaskan.
“Oh, ternyata Nuri ya, tidak apa-apa, ayo duduk, diluar hujan deras, tidak kehujanan kan?”
Sheli yang mendengar suara Nuri seketika tersenyum sumringah.
Dia melangkah menghampiri Nuri dan merabanya, lalu menyadari kalau Nuri basah kuyup, lalu berkata dengan cemas : “Aduh, ternyata kehujanan, Bibi tidak memiliki baju untuk kamu ganti, bagaimana ini?”
“Bibi, jangan khawatir, diatas ada satu kamar dan ada pakaianku disana, saya akan keatas untuk berganti Kata Nuri sambil tersenyum.