ARON

ARON
Serahkan pada ku..



“Kak Aron, lupakan saja, tidak ada gunanya memberitahumu, masalah juga sudah menjadi seperti ini, saya juga sudah merelakannya!”


Shella menyeka air matanya dan memaksakan senyumannya.


“Shella, beritahu saya, saya pasti bisa membantumu…..” Aron berkata dengan cemas!


“Shella, katakan saja, yakinlah kami pasti bisa membantumu!”


Nuri juga berkata pada Shella.


Shella melihat Nuri lalu menganggukkan kepalanya : “Kak Aron, kamu masih ingat dengan Yudas kan?”


“Tentu saja, bukankah anak yang tidak bersekolah lagi dan selalu berdiri di depan pintu sekolah untuk mengumpulkan biaya perlindungan? Dulu anak itu bahkan pernah menendangku!”


Aron mengangguk.


“Saya menikah dengannya…..”


Shella menundukkan kepalanya dan menggigit bibirnya!


“Apa?” Aron seketika meninggikan suaranya, dan sepasang matanya melebar : “Yudas itu hanya seorang preman, dia bahkan tidak lulus SMP, bagaimana bibi kedua bersedia menikahkanmu padanya?”


Walau Nuri tidak mengenal Yudas, tapi setelah didengar-dengar sepertinya bukan orang yang baik, dia juga menatap Shella dengan bingung, bagaimanapun baik dari tubuh maupun penampilan Shella terbilang cukup baik, bagaimana dia bisa menikah dengan orang seperti itu!


Mata Shella memerah dan dia kembali menangis lalu perlahan-lahan menjelaskannya kepada Aron!


Setelah Aron mendengarkan semuanya, wajahnya menjadi sangat marah, satu pukulannya melayang dengan keras dan meja kayu yang solid langsung hancur!


​“Yudas ini sangat jahat, jelas-jelas bukan manusia!”


Nuri juga menjadi sangat marah!


Ternyata Yudas ini adalah seorang preman, yang kemudian menjadi terkenal di seluruh Kota Tuba, dengan berkembangnya Kota Sanur banyak kota-kota di bawahnya yang mengikuti reformasi, Kota Tuba menarik investasi untuk terlibat dalam konstruksi real estate, dan Yudas yang merupakan preman menggunakan kesempatan ini untuk mengontrak proyek pekerjaan tanah dan tiba-tiba menghasilkan banyak uang!


Yudas jatuh cinta pada Shella yang duduk di bangku SMA, dan langsung mencarinya di sekolah, hal ini membuat kepala sekolah sangat ketakutan hingga mengeluarkan Shella, lalu Yudas mengancam Shella dengan menggunakan kedua orang tua Shella, dan Shella tidak punya pilihan lain selain menikah dengannya!


Oleh karena itu, ketika Yudas memperkirakan nilai pembongkaran, rumah Shella diperkirakan mendapatkan 1 miliar, sedangkan keluarga lain di Desa Collin mendapatkan lebih sedikit, dan ini membuat semua orang di Desa Collin merasa senang, dan menganggap Yudas sebagai penolong tanpa tahu kepahitan Shella!


“Bajingan yang pantas mati……….”


Aron menggertakkan giginya, dan matanya dipenuhi dengan niat membunuh!


Jika Yudas ingin menikahi orang lain, Aron akan menyerah, karena masalahnya sudah terlalu banyak, dan banyak preman yang bekerja sama dengan pengembang untuk menggertak orang biasa, Aron juga tidak bisa mengurus semuanya, dia bukan penyelamat!


Tapi sekarang Yudas malah menargetkan Shella, dan Aron tidak setuju!


“Kak Aron, kamu jangan gegabah, masalah sudah menjadi seperti ini, dan saya juga sudah merelakannya, Yudas punya banyak bawahan, dan saya dengar dia juga berhubungan dengan ketua mafia di Kota Sanur, orang-orang itu membunuh tanpa berkedip, saya tidak mau kamu mengambil resiko demi saya!”


Melihat raut wajah Aron yang marah, Shella segera membujuknya.


“Maksudmu, Jekson?”


Tanya Aron.


Shella berpikir sejenak : “Sepertinya begitu, saya pernah mendengar Yudas menyebutnya sekali!”


“Shella, karena kamu tidak ingin menikah, maka serahkan saja masalah ini padaku, saya akan membantumu menyelesaikannya, dan nanti saya akan mencarikanmu sekolah di Kota Sanur, bersekolahlah dengan baik, tidak boleh tidak berpendidikan!”


Aron berkata pada Shella.


“Kak Aron, kamu…………”