
“Oh…”
Melihat Aron menggeleng kepalanya menolak tanpa basa-basi, Jhonatan sedikit terpana, tapi dengan cepat tersenyum berkata: “Tidak apa-apa, Nuri itu, jangan mengira dia seorang wanita, tetapi dia pintar berbisnis, ada dia sudah cukup!”
Selesai berkata Jhonatan berjalan pergi!
Aron melihat punggung Jhonatan, tertawa tak berdaya, dia tahu apa yang dipikirkan Jhonatan!
Nuri putri tunggalnya, dikemudian hari bisnisnya pasti akan jatuh ke tangan Nuri, jika dia dan Nuri benar-benar menikah, harus ada seseorang yang mengambil alih, tetapi Aron tidak suka berbisnis!
Waktu berlalu cepat, setelah kenyang para tetamu bersiap meninggalkan pesta, saling berpamitan!
Tapi disaat ini, pintu ruang pesta mendadak dibuka oleh seseorang, diikuti oleh puluhan orang yang masuk, tangan mereka menggenggam senjata, pemimpin mereka berwajah beringas, aura samar yang terpancar dari tubuhnya, bisa diketahui dia adalah orang hebat!
Melihat orang-orang yang mendadak menyerbu masuk, para hadirin terkejut, air muka Kurniawan langsung mendingin, pengawal disampingnya Niko langsung mencabut parang sepanjang 16 sentimeter, menghadang di depan Indrawan untuk melindunginya!
“Penjaga, mana penjaga keamanan?”
Jhonatan melihat ada orang yang menyerbu masuk, berteriak keras, tetapi tidak ada seorang penjaga pun yang datang!
“Pak Utomo, tidak usah berteriak lagi, mereka semua tidak akan bisa masuk kesini!
Orang yang datang berkata dingin.
“Ronney, kamu mendadak menyerbu masuk, apa mau mu, perlu diketahui disini sedang berlangsung pesta yang digelar Pak Kurniawan!”
Jhonatan berkata dengan keras.
Ternyata yang datang adalah orang-orang dari Geng Serigala Api!
Roney melangkah cepat berjalan kehadapan Indrawan, membungkuk dan berkata: “Pak Kurniawan, saya tidak bermaksud mengganggu, saya datang untuk mencari Jekson!”
Saat ini jemari tangan Jekson sudah terkepal erat, sejak Roney memasuki ruangan, dia sudah tahu yang mereka cari adalah dia!
Geng Sanur dan Geng Serigala Api adalah musuh bebuyutan, mereka berdua juga bermusuhan, hanya belum ada kesempatan untuk berkelahi.
Biasanya jika menghadiri sebuah acara, Jekson akan membawa serta banyak saudaranya, tetapi di pesta Kurniawan kali ini, dia sedikit lengah, tidak membawa anak buahnya, dan masih ada satu alasan, ada Aron disini, jadi membuatnya lega!
Roney pasti telah mendapat kabar, sehingga segera membawa orang-orangnya kemari, kalau bisa membunuh Jekson, Geng Sanur tidak memiliki pemimpin lagi, dan akan dengan cepat menelan Geng Serigala Api.
“Saya tidak peduli kamu mencari siapa, tetapi apakah kamu diizinkan sembarang masuk ke pestaku?”
Kurniawan berkata dengan wajah dingin.
“Tuan Kurniawan, sudah kukatakan, saya datang hanya untuk mencari Jekson, saya terpaksa melakukannya!”
Ucap Roney dengan nada bicara yang sopan.
“Kurang ajar!” Kurniawan menggebrak meja dengan keras: “Kamu ingin bermusuhan denganku?”
“Tuan Kurniawan, saya tidak ingin bermusuhan denganmu, tetapi saya juga tidak ingin melepaskannya, kesempatan ini sangatlah langka, lagi pula pesta sepenting ini, Anda hanya mengundang Jekson, tidak mengundangku, kelihatan sekali meremehkan Geng Serigala Api?”
Roney berkata dengan datar, kelihatan dia tidak puas karena Kurniawan tidak mengundangnya!
Alasan Kurniawan tidak mengundangnya, karena dia dan Jekson saling bermusuhan, jika dia datang takutnya memperkeruh keadaan! “Roney, apakah kamu…”
Kurniawan melihat Roney tidak memberinya muka, wajahnya langsung memerah marah.
Tetapi belum selesai berkata, Jekson berjalan maju: “Masalahku sendiri saya sendiri yang menanggungnya, kalau memang kamu mencari ku, ayo kita duel!”
Selesai berkata, Jekson langsung mengambil ancang-ancang, bersiap menghadapi serangan Roney!
“Bernyali, hari ini saya harus membunuhmu, dan mengambil alih Geng Sanur mu!”
Sambil berkata, Roney berjalan maju menyerang Jekson.
“Kurang ajar!”
Orang-orang yang hadir dikejutkan oleh amarah Kurniawan, melihat dia mengamuk, Niko yang berdiri disampingnya langsung melompat keluar, dan mendarat tepat didepan Kurniawan!
“Roney, tidak memberi Tuan Kurniawan muka, kamu sedang cari mati!”
Dari tubuhnya memancarkan energi bermusuhan yang sangat kuat, tulang-tulangnya bergemeretak!
Roney menghentikan serangannya, mengernyitkan alis menatapnya: “Niko, jika hari ini terjadi pertarungan sengit, kamu tidak pasti bisa mengalahkanku, lagi pula saya memiliki puluhan bawahan disini!”
“Huh, menang atau tidak, dicoba dulu baru jelas!”
Niko mendengus dingin, langsung mengambil ancang-ancang!
“Tuan Kurniawan, saya tidak bermaksud bermusuhan denganmu, tapi kamu memaksa, Geng Serigala Api tidak loyo, paling-paling kita bertarung habis-habisan, sampai waktunya semua orang yang berada disini jangan harap bisa keluar hidup-hidup!”
Mata Roney memancarkan sinar dingin, kelihatannya memang sudah bersiap untuk bertarung mati-matian!
Wajah Kurniawan memerah, sekujur tubuhnya gemetar marah karena provokasi dari Roney, di kota Sanur tidak ada orang yang berani tidak memberinya muka, dan hari ini Roney mempermalukannya
Tetapi melihat puluhan anak buah Roney yang beringas, berdiri dibelakangnya, Kurniawan serba salah, Roney sudah merencanakan semua ini, jika hubungan mereka menegang, maka akan sulit untuk diselesaikan!
“Tuan Kurniawan, hari ini biarkan saya dengan Roney menyelesaikan semua ini, kalian tidak usah turun tangan!”
Jekson tahu Kurniawan serba salah, selesai berkata, dia maju kearah Roney dan menyerangnya!
Pukulan Jekson melayang, terdengar suara angin melesat, sangat cepat, kekuatan yang dikeluarkan juga sangat besar!
Dia tahu bertarung dengan Roney, tidak boleh setengah-setengah.
Roney melihat Jekson menyerang duluan, air mukanya memancarkan senyum dingin, tidak menghindar, malah menghadang langsung menyambut serangan tersebut!
BAM…
Pukulan Jekson menghantam keras di dada Roney, sebuah serangan balik yang kuat, membuat Jekson terpantul mundur tiga langkah, sebaliknya Roney tidak bergerak sama sekali, bahkan tidak cedera sedikitpun!
Air muka Jekson sedikit memucat, dengan tatapan terkejut dia memandang Roney, kemampuan Roney sudah meningkat banyak!
“Hahaha, Jekson, pukulan mu ini, hanya seperti gelitik kan, jangan berhenti, lanjutkan serangan mu
Roney mendongak kepalanya tertawa terbahak-bahak, meremehkan Jekson!
Jekson termasuk lelaki sejati, mana bisa menerima hinaan dan tantangan Roney di hadapan banyak orang.
Teriakan marah disertai dengan terjangan kearah Roney, kali ini tangannya menggenggam sebuah bangku kayu!
Krak…
Bangku tersebut menghantam keras ke badan Roney, dan langsung patah berkeping-keping, dan Roney berdiri di sana dengan sikap meremehkan, tidak bergerak!
“Jekson, Ying Qi Gong ku sudah berhasil ku latih, kamu tidak akan bisa melukaiku, sekarang giliran ku!”
Selesai berkata, sebuah tendangan melayang kearah Jekson!
Jekson tidak sempat menghindar, tendangan telat membuatnya terlempar keluar, darah segar tersembur dari mulutnya, tergeletak di tanah, rasa sakit yang tak tertahankan menyebabkan raut wajah Jekson mengerikan!. Melihat keadaan Jekson, Aron bangkit berdiri mengerut alisnya, tetapi dihalangi oleh Nuri, “Kamu jangan memaksakan diri, orang ini kelihatan sangat lihai, kamu mungkin saja bukan tandingannya!
Nuri khawatir Aron bukan tandingan Roney, takut dia cedera!
Dia tidak tahu hubungan antara Aron dan Jekson, seberapapun lihainya Roney, Aron tidak akan berpangku tangan!
Aron belum sempat turun tangan, Kurniawan sudah membuka mulut: “Niko, beri dia pelajaran!
Niko mengangguk, mengepalkan tinjunya, dan langsung menerjang kearah Roney!
Menghadapi serangan Niko, Roney tidak begitu santai lagi, juga tidak berani lagi berdiri tidak bergerak dipukul orang!
Perlu diketahui pukulan Niko, dilihat dari tenaga maupun kecepatan, lebih kuat dari Roney, sudah mencapai level yang tertingi.