ARON

ARON
Keluarga Wisono Musnah



Aron berjalan memasuki kamar namun Erick tidak menyadarinya dan tetap fokus menonton video di ponselnya!


Aron maju dan menghampirinya lalu merebut ponsel Erick dan membantingnya dengan keras ke lantai!


Ini membuat Erick kaget dan tersentak.


Dan saat dia melihat Aron muncul di kamarnya sendiri, dia kembali kaget dan ingin melompat turun dari kasur!


Namun saat kakinya baru mencapai lantai, dia langsung terjatuh, dia lupa kalau satu kakinya sudah lumpuh!


“Ar….Aron, kamu…..bagaimana caranya kamu masuk kesini?”


Erick berkata dengan ketakutan.


Sedangkan Aron tidak memperdulikannya, matanya tertarik dengan liontin giok yang ada di kepala kasur Erick!


Aron melangkah maju dan meraih Liontin giok itu, ternyata Liontin giok itu memiliki energi spiritual!


Aron sangat senang, dia tidak menyangka kali ini dia akan menemukan sebuah benda pusaka!


Aron mengalihkan pandangannya pada Erick setelah memasukkan liontin giok itu ke dalam sakunya.


“Aron, kalau…..kalau kamu suka dengan liontin giok itu bawa saja, lalu semua barang yang ada di kamarku, bawa saja apa yang kamu suka, pergilah setelah kamu mengambil semuanya, kalau ayah dan ibuku sampai menyadari keberadaanmu kamu tidak akan bisa kabur!”


Erick tahu kalau yang paling penting saat ini adalah mengusir Aron, kalau Aron sampai turun tangan padanya, dia tidak akan bisa melawan sama sekali.


“Ayahmu, ibumu?” Aron menyeringai dan langsung mengangkat Erick dan membawanya keluar!


Setelah keluar dari kamar Aron melemparkan Erick : “Ayah dan ibumu ada disini, hari ini saya sedang berbaik hati jadi saya akan membiarkan kalian sekeluarga mati bersama!”


Erick melihat mayat ayah dan ibunya dan seketika tercengang!


“Aron, jangan bunuh saya, ampunilah saya, saya bersedia menjadi anjingmu, saya bersedia memberikan seluruh Keluarga Wisono kepadamu, tolong ampuni saya!”


Melihat Erick seperti itu Aron kehilangan minat untuk menyiksanya, dia mengangkat Erick dengan satu tangan, kemudian tangan yang lain melayang dengan keras ke arah Erick!


Buk…….


Tinju Aron menembus tubuh Erick, Erick membelalakan matanya, dia menundukkan kepalanya dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat di dadanya.


Aron menarik tangannya, dan tubuh Erick tersungkur di lantai, darah segar tidak berhenti mengalir!


Setelah membasuh tubuhnya sekilas, dia membakar seluruh vila.


Lalu Aron melihat Yumi dan berkata : “Ayo kita pergi!”


Yumi mengangguk dan melangkah, namun baru saja melangkah tubuh Yumi tiba-tiba jatuh ke depan!


Melihat adegan berdarah tadi, kaki Yumi sudah lemas dan tidak bisa berjalan lagi!


Aron yang melihatnya hanya bisa menggendong Yumi naik ke mobil!


Yumi melingkarkan tangannya dengan erat pada leher Aron, gerakan mereka berdua saat ini terasa begitu intim dan membuat jantung Yumi berdetak kencang, wajahnya juga memerah namun Aron tidak menunjukkan perubahan apapun!


Yumi yang berada di dalam pelukan Aron diam-diam menjulurkan kepalanya ke dalam pelukan Aron, dia merasa sangat aman dan nyaman di dalam pelukan Aron.


Dia diam-diam melirik ke arah Aron dan membuat wajahnya semakin memerah, dia tiba-tiba menyadari perubahan suasana hatinya dan berharap Aron bukanlah pacar Nuri, melainkan pacarnya sendiri, dan sedang digendong seperti ini oleh pacarnya sendiri!


Aron tidak tahu apa yang Yumi pikirkan dalam hati dan menggendongnya masuk ke dalam mobil lalu kembali ke Kota Namae, Yumi yang ada di dalam mobil terus menatap Aron dengan tatapan kagum!


Dan tidak lama setelah Aron pergi, kediaman Keluarga Wisono dibakar oleh api yang mengamuk, dan langsung membakar habis seluruh Keluarga Wisono, dan Kota Taka dihebohkan oleh kabar kediaman Keluarga Wisono yang habis dibakar dan tidak lama setelah itu Kota Taka akan kembali disapu oleh badai berdarah!