ARON

ARON
Hanya Seorang pelayan pejabat



“Saya juga ikut.”


“Saya juga, saya ingin bertemu dengan Walikota Willy yang tidak mementingkan diri sendiri itu!”


Dora dan Gemma juga serempak berkata mereka ingin ikut!


“Baik, kita pergi bersama!” Charles melambaikan tangannya!


Dan saat Erwin sekeluarga bersiap pergi untuk bersulang, Charles tiba-tiba berhenti dan berkata pada Aron : “Bukankah kamu bilang pernah makan bersama walikota di rumahnya? Sekarang kami mau pergi bersulang dengan walikota, kamu tidak mau ikut?”


Ucapan Charles membuat Erwin sekeluarga menatap Aron, mereka tahu kalau Aron pasti tidak berani dan kalau dia pergi itu akan segera mengungkap kebohongannya!


Aron menggelengkan kepala : “Kalau mau bersulang, juga dia yang harus datang untuk bersulang denganku!”


Mendengar ucapan Aron membuat mereka semua termenung lalu tertawa terbahak-bahak : “Bajingan ini sedang bermimpi ya? Kamu menyuruh walikota untuk datang kemari dan bersulang denganmu? Kamu juga tidak melihat-lihat dulu siapa dirimu, kamu tidak takut kalau saya memberitahu ucapan ini kepada walikota, dan lihat bagaimana dia akan membereskanmu!”


Setelah berkata, Charles membawa Erwin dan yang lainnya keluar!


Baru sampai didepan pintu, Dora berhenti dan berbalik : “Kita mau pergi bersulang, bisa saja kita juga diminta tinggal untuk makan bersama, sampai waktu itu kalian langsung bayar saja tidak perlu menunggu lagi, dua botol arak kosong itu juga akan berharga beberapa ratus ribu, jangan lupa dibawa pulang, itu akan cukup untuk biaya makan kalian selama beberapa hari.”


Dora berkata lalu tertawa terbahak-bahak!


“Aron, apa kamu melantur, kenapa kamu berani berkata sembarangan, bukankah itu namanya cari masalah?”


​Setelah Erwin sekeluarga pergi, Sheli berkata pada Aron dengan cemas.


“Ibu, tidak apa-apa!” Aron berkata sambil tersenyum!


“Aduh!” Wahyu menarik nafasnya : “Satu meja hidangan ini akan menghabiskan berapa banyak uang? Bagaimana ini?”


“Ayah, jangan khawatir, saya punya cara! Begini saja, kamu dan ibu kembali dulu ke rumah, masalah pembayaran saya yang akan mengurusnya!”


Aron tahu kalau kedua orang tuanya hanya akan merasa khawatir bila berada disini, jadi dia meminta mereka untuk pulang terlebih dulu!


“Baiklah, saya dan ibumu akan pulang untuk mencari uang, kamu harus ingat, jangan bertindak gegabah dengan orang lain, ini adalah bisnisnya Tuan Jekson, jangan membuat onar.”


“Baik, saya sudah tahu!” Aron menganggukkan kepala!


​Sheli sebenarnya masih sedikit khawatir, tapi dia akhirnya mengikuti Wahyu dan pulang, dan mencari tetangga lama mereka untuk meminjam sedikit uang, kalau berani tidak membayar setelah makan di daerah Jekson itu sama saja dengan cari mati!


Setelah orang tuanya pergi, Aron kembali duduk dan memikirkan identitas aslinya!


…………


Sedangkan di sisi lain, Erwin dan sekeluarga sedang naik lift menuju ruangan VIP King tempat Willy berada!


Melihat ruangan VIP yang begitu mewah, mata Darrel seketika menunjukkan ketidak percayaan.


“Kakak ipar, kapan kamu akan membawa kami makan di ruangan VIP seperti ini? Lihatlah Aron yang bodoh itu, malah membawa tamunya makan di ruangan VIP biasa!”


Darrel bertanya pada Charles.


“Aron si bodoh itu saja tidak sanggup membayar untuk makan di ruangan VIP biasa, lihatlah bagaimana dia akan membayar nanti, kalau dia berani kabur, bisa saja Tuan Jekson menghabisi nyawanya!”


Gemma menutup mulutnya dan terkekeh!


“Diam kalian berdua, apa kalian tidak tahu tempat seperti apa ini? Yang makan didalam semuanya adalah orang penting, kalau sampai suara kalian yang keras itu mengganggu mereka yang sedang makan, maka masalah akan runyam!”


Charles menghardik dua orang itu!


Darrel dan Gemma yang terkejut seketika menutup rapat mulut mereka, Erwin juga berkata : “Yang Charles katakan benar, kalian harus memperhatikan sikap kalian, kurangi bicara, dan perbanyak belajar dari kakak ipar kalian!”


Pada saat itu didalam ruangan VIP King, Willy dan beberapa rekan pejabat lainnya sedang makan dan berbincang-bincang, salah satunya adalah ayahnya Charles, Salman, dan kalau dilihat dari urutan duduk mereka, Salman seharusnya merupakan pejabat dengan status paling rendah diantara mereka semua!


Entah itu menuangkan teh atau arak, semua dilakukan dan dilayani oleh Salman sendiri, bahkan tidak membutuhkan pelayan!