
Kota Namae, Nuri tidak tidur semalaman karena mengkhawatirkan Aron!
Jekson mengutus ratusan orang dari Kota Sanur ke Kota Namae untuk melindungi hotel tempat Nuri menginap, dan ini membuat pemilik hotel ketakutan setengah mati, dia mengira dirinya menyinggung orang yang tidak seharusnya!
Dan setelah matahari terbit, Aron baru sampai ke hotel dengan mengendarai mobilnya yang sudah rusak bagian depannya, melihat bagian depan mobil yang sudah cacat, hati Nuri tercekat!
Dan saat melihat Aron turun dari mobil, Nuri langsung berlari ke arahnya : “Aron, kamu tidak apa-apa kan? Apa kamu terluka?”
Nuri bertanya dengan cemas.
“Saya tidak apa-apa, hanya Keluarga Wisono yang tidak ada apa-apanya jangan bermimpi bisa melukaiku!” Aron tersenyum.
Dan pada saat Yumi turun dari mobil, dia melihat Nuri dan Aron yang berpelukan dan merasa hatinya Sakit.
“Yumi, kamu…..kamu tidak apa-apa?”
Tedi yang melihat Yumi berhasil diselamatkan bergegas menghampiri dan memeluk Yumi.
Yumi mendorong Tedi, tidak membiarkan dia memeluknya lalu menatapnya dengan dingin dan berkata : “Tidak apa-apa!”
Tedi tercengang dan tidak paham kenapa Yumi begitu dingin terhadapnya?
“Kak Yumi, terima kasih, kali ini saya benar-benar berterima kasih padamu, kamu menyelamatkanku…..”
Nuri merenggangkan pelukannya pada Aron dan menghampiri Yumi memeluknya dengan rasa berterima kasih!
“Dasar bodoh, saya ini kakakmu, saat situasi berbahaya tentu saja saya harus maju, dan seharusnya kakaklah yang berterima kasih padamu…..”
Yumi tersenyum dan matanya tanpa sadar melirik ke arah Aron!
NUri melihat Yumi dengan bingung dan tidak mengerti apa maksud Yumi, kenapa dia malah berterima kasih kepadanya.
Yumi berkata dengan nada mengejek, namun dalam hatinya dia benar-benar memiliki pemikiran seperti itu, kemunculan Aron membuat dia tahu pria seperti apa yang dia perlukan.
“Kak Yumi, kamu jangan terlalu memujinya nanti dia akan berbesar kepala lagi!”
Nuri berkata sambil tertawa!
Melihat Aron dan Yumi kembali dengan selamat, mereka semua akhirnya bernafas lega, dan perkataan Nuri juga membuat mereka semua tertawa.
Aron sudah berlari kesana kemari selama dua hari berturut-turut dan dia merasa lelah, setelah berbincang sesaat Aron kembali ke kamarnya untuk beristirahat dan yang lainnya juga kembali ke kamar untuk tidur, sekarang sudah tidak ada masalah lagi, jadi mereka bisa tidur dengan tenang!
Saat Aron dan yang lainnya sedang tertidur pulas, Kota Taka sudah kacau balau!
Kediaman Keluarga Wisono dibakar habis membuat banyak keluarga Besar di Kota Taka menjadi tegang, mereka semua sedang menunggu, Keluarga Wisono memiliki banyak bisnis di Kota Taka, sekarang Keluarga Wisono sudah tidak ada tentu bisnis-bisnis itu harus ada yang melanjutkan, oleh karena itu banyak keluarga di Kota Taka yang memantau potongan daging besar ini!
Saat Arka masih ada, mereka semua bersaudara, namun setelah dia pergi, mereka semua langsung berubah menjadi serigala lapar yang siap menelan Keluarga Wisono kapan saja!
Vila keluarga Wisono saat ini sudah dipenuhi oleh ratusan detektif berseragam, orang-orang yang tidak berkepentingan dilarang masuk bahkan penjagaan sudah diatur dalam beberapa radius tertentu, apa yang sebenarnya terjadi pada Keluarga Wisono, tidak ada satu orang pun yang tahu!
Saat ini, seorang pria paruh baya dengan pakaian biasa, mengernyitkan keningnya dan menggunakan sapu tangannya untuk menutupi hidung dan mulutnya dari bau darah yang menusuk!
Orang ini adalah Rudi, Ketua Detasemen Perlindungan Hukum di Kota Taka, seluruh Kementerian Keamanan Publik di kota Taka dijaga oleh Detasemen Perlindungan Hukum, dan sekarang ada kejadian besar yang terjadi tentu saja dia sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum harus hadir di lokasi!
“Ketua, setelah diperiksa totalnya ada 48 mayat, hanya saja mayat-mayat itu sudah hangus dan identitasnya tidak dapat diketahui lagi, dan diperlukan pemeriksaan lebih lanjut!”
Seorang gadis berkuncir dengan seragamnya berjalan menghampiri Rudi dan berkata dengan sopan.