
Piak!
Billy baru membuka mulutnya, Aron kembali menamparinya!
“Aron……”
Piak!
“Saya…..”
Piak!
Pada akhirnya, asalkan Billy membuka mulut, Aron langsung menamparinya, membuat wajahnya bengkak bagaikan kepala babi!
Billy ketakutan, dia menatap Aron dengan takut dan tidak berani membuka mulutnya lagi!
Dan semua orang menatap Aron dengan ketakutan, tidak ada seorang pun yang berani bersuara, bahkan Ivanna juga langsung gemetaran dan kembali duduk, bibirnya gemetar, dan dia tidak berani mengucapkan sepatah katapun, dia takut Aron akan menamparinya juga!
Hanya saja, semua orang menjatuhkan tatapan mereka pada Junio, karena dia adalah manajer utama di perusahaan, dan sekarang seorang staf biasa sedang memukuli manajer departemen, ini merupakan hal yang serius, dan mereka ingin melihat bagaimana Junio akan mengatasi hal ini!
Tapi, Junio tidak bergeming sedikitpun, dia tidak mengatakan apapun, membuat suasana di ruangan VIP menjadi serius dan hening!
“Hidangkan lauknya, semuanya kurangi berbicara…”
Seteleh beberapa saat kemudian, Junio akhirnya bersuara!
Tapi perkataan Junio membuat mereka merasa aneh, mereka tidak mengerti, masalah sudah seperti ini tapi Junio malah tetap membiarkan Aron ikut makan, seharusnya dia langsung memecatnya dan mengusirnya!
Lantas apakah Aron benar-benar punya hubungan dengan Junio?
Tidak mungkin!
Sikap Aron terhadap Junio barusan, sudah menjelaskan kalau mereka berdua tidak berteman!
Mereka sedikit terheran, tidak tahu darimana Aron punya nyali untuk memukuli Billy, dan Junio tidak peduli!
Mona terus mengusap wajah Billy yang sudah bengkak dan memelototi Aron dengan marah!
Segera, beberapa orang pelayan berjalan masuk dan menghidangkan lauk mewah!
Semua lauk itu tidak ada yang murah, dan begitu menggugah selera!
Setelah melihat meja yang penuh dengan hidangan, mata mereka akhirnya beralih dari Aron, dan mereka semua seolah meneteskan air liur!
Arin mengangkat sumpitnya dan mulai makan terlebih dulu.
Sikap Aron membuat mereka sangat ingin mengomentarinya tapi tidak ada yang berani buka suara, apalagi karena Junio juga tidak mengatakan apapun, jadi mereka hanya bisa diam!
“Ayo semuanya, silahkan dimakan, tidak usah malu-malu….”
Setelah Junio berkata seperti itu, mereka yang sudah tidak bisa menahan diri langsung mulai melahap makanannya, bagaimana pun mereka hanyalah karyawan biasa, mereka tidak pernah memakan makanan semewah ini!
Mata Yenni yang melihat makanan lezat dihadapannya juga memanas, tapi dia masih bisa mengontrol dirinya dan tidak menggila seperti yang lainnya!
Tapi seperti itu sangat merugikan, karena lauk yang awalnya sangat diinginkan sudah habis direbut orang lain!
Aron menyadari kalau Yenni sedikit malu-malu, dan membantu Yenni mengambilkan lauk : “Yenni, makanlah lebih banyak, lagipula kita tidak membayar, kalau tidak makan akan rugi…”
Segera, Aron sudah mengisi penuh piring milik Yenni dengan lauk!
Melihat sikap Aron membuat Junio merasa jengkel, dia sangat ingin tahu apa yang membuat Nuri begitu menyukai Aron? Dan saat yang lainnya sedang makan, Junio sama sekali tidak makan, dia terus melirik jam tangannya seolah sedang menunggu sesuatu!
“Kak Aron, saya ke kamar mandi sebentar ya…”
Yenni berdiri dan berjalan keluar dari ruangan VIP!
Setelah beberapa menit, Yenni kembali ke ruangan VIP dengan panik, wajahnya memucat dan kembali duduk disamping Aron!
“Yenni, ada apa?” Aron bertanya.
“Tidak….tidak apa-apa…” Yenni segera menggelengkan kepalanya!
Tapi pada saat Yenni baru selesai bicara, pintu ruangan VIP ditendang oleh seseorang, dan empat pria kekar melangkah masuk kedalam!
“Gadis kecil, kamu mau lari begitu saja setelah menabrakku? Tidak minta maaf dulu pada kakak?”
Salah seorang pria kekar itu berkata pada Yenni.
“Saya…saya tidak sengaja, maaf….”
Yenni kaget dan segera bangkit berdiri dan meminta maaf kepada pria kekar itu!
Melihat ruangan mereka diterobos oleh sekelompok orang juga membuat karyawan lain terkejut, hanya Junio saja yang menyeringai..
orang yang ditunggu-tunggu olehnya akhirnya datang!
“Meminta maaf saja sudah selesai? Kamu sudah menabrak kakak, paling tidak harus bersulang pada kakak dulu!”
Salah seorang pria kekar itu berkata dengan senyuman jahat diwajahnya!
“Kalau begitu saya akan bersulang untuk kalian…..”
Yenni tidak takut minum alkohol, karena dia juga cukup kuat minum!
Yenni menuangkan dua gelas anggur dan menyerahkan salah satunya kepada pria kekar itu!
Hanya saja pria kekar itu sengaja menyentuh tangan Yenni saat Yenni menyerahkan gelas itu kepadanya, sehingga membuatnya berteriak dan menjatuhkan gelas itu kelantai
dan anggur yang ada didalamnya juga tumpah pada pria kekar itu!
Pria kekar itu marah dan hendak turun tangan!
Aron segera berdiri dan menarik Yenni kebelakangnya, dan menatap pria kekar itu dengan dingin : “Saya mewakilinya untuk meminta maaf pada kalian!”
Pria kekar itu mengintip Junio, dan Junio berusaha keras untuk mengedipkan matanya, seketika pria kekar itu langsung mengerti kalau orang yang ada di depannya adalah orang yang ingin dihabisi oleh Junio!
“Kamu kira kamu itu siapa, bisa mewakilinya minta maaf begitu saja?”
Pria kekar itu menarik kerah baju Aron, dan hendak menyeretnya keluar dari ruangan VIP!
Sekarang karena mereka sudah tahu orangnya, mereka bisa menyeretnya ke tempat tersembunyi dan menghabisinya disana,ada terlalu banyak orang kalau mereka langsung membunuh Aron disini!
Aron juga langsung mencengkram pergelangan tangan pria kekar itu, dan mengerahkan sedikit tenaganya, pria kekar itu langsung berteriak kesakitan dan melepaskan tangannya!
“Saya paling benci orang menarik kerah bajuku, ini hanya sebuah peringatan untukmu…”
Aron berkata dengan tenang.
Pria kekar itu melihat pergelangan tangannya yang memerah, tatapan matanya menunjukkan sedikit ketidak-percayaan!
Melihat Aron berani berkata seperti itu, Junio juga semakin kaget, tapi semakin Aron melakukan hal seperti ini akan membuat kematiannya semakin menyenangkan!
“Bocah, kamu ingin sok hebat ya? Kalau begitu ayo ikut saya keluar…..”
Pria kekar itu berkata pada Aron.
“Tidak masalah…”
Aron menjawab dengan santai!
“Kak Aron…” Yenni melihat Aron hendak dibawa pergi oleh beberapa orang itu bergegas menarik Aron!
“Tenanglah, saya akan segera kembali…”
Aron tersenyum pada Yenni dan langsung pergi keluar!
Melihat Aron ikut pergi dengan beberapa pria kekar itu, Yenni bergegas menyusul, namun Mona menahannya
“Yenni, apa yang sedang kamu lakukan? Mereka itu kelihatan sangat galak, kalau Aron berani keluar dia pasti punya keberanian….
Mona membujuk Yenni, namun hatinya benar-benar berharap Aron dipukuli sampai mati!
Sedangkan Junio yang melihat Aron dibawa pergi oleh pria kekar itu langsung tersenyum puas, dia segera mengibaskan tangannya kepada karyawan lain yang sudah ketakutan hingga memucat sejak awal : “Ayo, lanjutkan lagi….”
Melihat Junio berkata demikian, mereka segera kembali ke tempat duduk masing-masing dan suasananya mulai bersemangat lagi!
“Aron si bajingan itu, sebaiknya dipukuli sampai mati…”
Billy berkata dengan keji.
Saat ini wajahnya masih terasa sakit, dia sudah sangat membenci Aron!
Karyawan lain juga segera mengiyakan, tidak ada yang peduli dengan keselamatan Aron kecuali Yenni!
Dan setelah keluar dari ruangan VIP, Aron ikut dengan 4 orang pria kekar itu menuju halaman belakang!
Melihat jumlah orang yang ada di halaman belakang semakin sedikit, empat orang itu mulai mengepung Aron!
Aron melihat mereka dan menyeringai : “Aura pembunuh di tubuh kalian begitu kuat, apa kalian ingin membunuhku?”
“Bocah, ada orang yang menjual nyawamu, kamu juga jangan salahkan kami, salahkan saja hidupmu yang mengenaskan, saya akan bertindak dengan cepat agar kamu tidak terlalu merasa kesakitan!”
Kata pria kekar yang tadi tangannya dipelintir oleh Aron.
Baru selesai berbicara, empat orang pria kekar itu mengeluarkan pisau dan menatap Aron dengan sangar!
“Apakah kalian bisa memberitahu kepadaku yang sudah akan mati ini, siapa yang menjual nyawaku?”
Aron melirik empat pria kekar yang memegang pisau dan bertanya dengan santai.