
“Tuan Muda, jangan bicarakan lagi, dia adalah orang yang membunuh Doddy dalam pertarungan di atas ring waktu itu, Keluarga Wisono, Keluarga Rangga dibantai olehnya, lantas kamu juga mau Keluarga Filan mengikuti jejak Keluarga Rangga?”
Paman Irwan membentaknya.
Seketika itu, wajah Kevin menjadi pucat, dia ketakutan setengah mati dan bergumam : “Saya…saya tidak tahu, bagai…bagaimana ini?”
“Binatang, ikut denganku…”
Rey menyeret Kevin pergi!
…
Di dalam villa Keluarga Rangga, Aron, Nuri dan Lina sedang makan malam bersama!
“Lina, malam ini kamu tidak perlu pulang ke rumah kecilmu lagi, tinggal saja di sini, kebetulan kamu bisa menemaniku!”
Nuri berkata pada Lina.
“Saya tidak mau jadi nyamuk, malam ini kalian berdua tidur bersama, lalu untuk apa saya berada di sebelah? Mendengar suara kalian?!”
Lina berkata sambil tersenyum.
Wajah Nuri memerah, dia memelototi Lina dan berkata : “Jangan bicara sembarangan, kami tidak melakukan apa pun, kami bahkan tidak pernah tidur bersama…”
“Semuanya sudah mapan, tidur bersama juga tidak masalah, bisa lebih cepat melahirkan anak!”
Lina mengejek Nuri.
“Sudahlah, saya tidak mau cepat-cepat punya anak, saya belum puas bersenang-senang!”
Nuri memutar matanya dengan malas!
Aron tidak mengatakan apa pun, dia makan dengan cepat lalu bergegas pergi, dua wanita ini kalau sudah bersama, apa pun berani mereka katakan!
Aron duduk di sofa dan berencana berkultivasi sebentar, namun seorang bawahan tiba-tiba masuk!
“Tuan Aron, kepala keluarga Keluarga Filan meminta izin untuk bertemu dengan Anda…”
Kata bawahan itu.
Aron tidak terkejut, dengan karakter Rey, dia pasti akan datang setelah mengetahuinya.
“Bilang padanya saya sibuk!” Aron mengibaskan tangannya!
Di luar villa, Rey membawa Kevin sedang menunggu dengan gelisah, tangannya memegangi sebuah kotak hadiah yang sangat indah!
Melihat orang yang masuk untuk melapor sudah keluar, Rey bergegas menghampiri : “Saudara, apa kata Tuan Aron?”
“Tuan Aron bilang dia sibuk!” Bawahan itu berkata lalu menutup pintu villa.
Rey dan Kevin berdiri di luar dan tercengang untuk beberapa saat!
“Ayah, lalu…lalu apa yang harus kita lakukan?” Kevin bertanya dengan waspada.
Piak!
Rey menampari Kevin : “Berlutut, terus berlutut di sini, berlutut sampai Tuan Aron mau menemui kita!”
Kevin tidak berani membantah, dia segera berlutut di depan pintu, sedangkan Rey kembali ke dalam mobil dan menunggu dengan tenang!
Malam harinya, tiba-tiba ada guntur dan kilat, hujan deras pun turun, Rey yang sedang duduk di dalam mobil menatap Kevin yang sedang berlutut di tengah hujan, raut wajahnya tidak berubah sama sekali!
Keesokan harinya, setelah hujan, langit menjadi cerah dan pelangi terlihat menghiasinya!
“Cantik sekali…”
Nuri dan Lina melihat pelangi dan berseru dengan bahagia.
Aron mencari udara segar di halaman, dan menggerakkan tubuhnya, seorang bawahan bergegas menghampiri dan membisikkan beberapa kata di telinga Aron!
Aron tercengang sejenak, lalu sudut mulutnya tiba-tiba terangkat : “Ayo keluar dan lihat-lihat!”
Setelah pintu villa dibuka dan Aron berjalan keluar, dia melihat Kecin yang masih berlutut di tanah, tubuhnya basah kuyup dan dia tampak sangat malu, tatapan matanya kosong!
Saat melihat Aron, Rey bergegas menghampiri : “Tuan Aron, anjing bodoh ini tidak tahu diri dan menyinggung Tuan Aron, menyinggung Tuan Aron adalah perbuatan yang pantas dihukum mati, tapi saya berharap Tuan Aron bisa mengampuni nyawa anjing bodoh ini!”
Rey berkata sambil bergegas menyerahkan kotak hadiah itu, Aron tidak perlu melihatnya, dia sudah bisa merasakan energi spiritual di dalamnya dan tahu apa itu!
“Keluarga Filan terlalu sungkan, hanya kesalahpahaman kecil saja, kamu tidak perlu sampai membawa hadiah, bawalah putramu pulang, agar dia tidak masuk angin!”
Aron tersenyum, dan mengambil hadiah itu lalu menyerahkannya kepada bawahannya!
Melihat Aron berkata seperti itu, Rey sangat senang dan terus mengangguk : “Baik baik baik, terima kasih atas kemurahan hati Tuan Aron, saya akan mengadakan perjamuan sederhana di rumahku siang ini, saya harap Tuan Aron bersedia menghadirinya!”