
“Kenapa bisa begini?” Inspektur Kiri menggunakan tekniknya hingga batas ekstrem tapi daya hisap yang begitu besar dari pihak lawan seperti lautan yang luas, tidak peduli sekuat apa dia berusaha, dia tidak bisa menahannya!
“Tidak, tidak, berhenti…..”
Inspektur Kiri Lembah Ilusi merasa kalau energi spiritual dalam dirinya sudah akan habis dihisap!
“Kenapa harus berhenti? Ini adalah sumber daya yang begitu bagus, bagiku ini sangat langka dan karena kamu sendiri yang mengantarkan diri kemari, kenapa saya harus menolak hadiahmu?”
Aron tersenyum sinis, dan Seni Konsentrasi jiwanya berputar lebih cepat lagi!
mm
“Ah………………”
Inspektur Kiri Lembah Ilusi berteriak dan tubuhnya mulai menua dengan cepat.
Pada akhirnya, Inspektur Kiri berubah menjadi mayat kering, dan setelah itu Aron baru berhenti, dan membuat mayat Inspektur Kiri langsung terjatuh ke tanah!
Melihat Inspektur Kiri yang sudah berubah menjadi mayat kering, sebagai Ketua Detasemen Perlindungan Hukum, Rudi seketika sangat kaget, dia tidak pernah melihat hal seperti ini sebelumnya, dan saat ini kedua matanya akhirnya terbuka, dan dia akhirnya mengerti kenapa di Kota Sanur, baik Kurniawan maupun Walikota Willy begitu hormat dan segan pada Aron!
Ini adalah teknik para dewa, sepertinya para Master Kekuatan Batin pun tidak akan bisa mencapai tahapan seperti ini, seketika Rudi tiba-tiba memiliki pemikiran yang berani dalam hatinya!
Aron menghampiri kedepan Jekson dan Lyla, lalu dengan lambaian tangannya segumpal energi spiritual langsung membungkus kedua orang itu, dan membuat tubuh kedua orang itu merasa nyaman dan rasa sakit di tubuh mereka seketika menghilang, dan dipenuhi dengan kekuatan!
“Terimakasih banyak Tuan Aron…….”
Lyla dan Jekson berterima kasih dengan senang kepada Aron!
Aron tidak mengatakan apapun, lalu menyapu sekelilingnya yang sudah dipenuhi dengan mayat-mayat, orang-orang ini adalah orang yang mengorbankan hidupnya untuk melindunginya.
Tatapan mata Aron dipenuhi dengan keinginan membunuh dan menoleh ke arah barat daya, dan berkata dengan dingin : “Lembah Ilusi, hutang darah ini, saya pasti akan membuat kalian membayarnya…..
Di saat itu, seekor kelabang seolah mendapatkan rangsangan dan tiba-tiba menyerang dan menggigit jari Picak, setetes darah segar jatuh ke dalam pot tanah liat itu dan langsung disedot oleh kelabang-kelabang yang ada di dalam!
Sedangkan kelabang yang menggigit Picak, berputar beberapa kali lalu seketika tidak bergerak lagi dan langsung mati!
“Mati lagi?”
Picak tercengang, dan dia menatap ke arah Provinsi Canna dengan dingin : “Provinsi Canna ini mau mengubah langit ya!”
Setelah bicara, kabut hitam seketika membungkus tubuh Pucak, dan detik berikutnya dia langsung menghilang!
Saat itu diluar vila Keluarga Rangga, Lyla sudah mengutus orang untuk membersihkan tempat kejadian, hanya saja karena banyak bawahan yang mati, suasana hati Lyla juga tidak terlalu baik!
“Jekson, kamu ajaklah Lyla untuk menenangkan suasana hati, saya mau pergi mencari Nuri!”
Aron sudah berkultivasi selama beberapa hari, dan selama beberapa hari itu dia tidak bertemu dengan Nuri dan takut Nuri akan mengkhawatirkannya!
“Baik!” Jekson mengangguk : “Tuan Aron, selama anda menerobos beberapa hari ini, Ketua Geng Baja Hitam serta Kepala keluarga Keluarga Filan pernah datang kemari, terutama Ketua Geng Baja Hitam itu, dia datang hampir setiap hari!”
“Baik, saya sudah tahu!” Aron tahu, kalau Ketua Geng Baja Hitam itu pasti datang untuk meminta maaf, dan takut dirinya akan mendendam pada Geng Baja Hitam!
Setelah Lyla dan Jekson pergi, Rudi yang terus berdiri disamping menghampiri Aron!
“Ketua Detasemen, kali ini saya harus berterima kasih atas bantuanmu!”
Aron berkata pada Rudi.
Rudi merona dan wajahnya terlihat canggung!
Dia datang dan tidak membantu apapun, hanya menonton dari samping, para bawahannya dari Detasemen Perlindungan Hukum, bahkan tidak lecet sedikitpun.